Fimela.com, Jakarta - Kanker bukan hanya menjadi tantangan bagi kesehatan, tetapi juga dapat membawa dampak finansial bagi pasien dan keluarga. Ketika seseorang harus menjalani rangkaian pemeriksaan, pengobatan, hingga perawatan dalam jangka panjang, kebutuhan biaya dapat menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan sejak awal.
Data Kementerian Kesehatan RI yang disampaikan pada Februari 2025 mencatat sekitar 400 ribu kasus baru kanker setiap tahun di Indonesia, dengan angka kematian mencapai sekitar 240 ribu kasus. Jumlah kasus tersebut diperkirakan dapat meningkat lebih dari 70 persen pada 2050.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai kanker tidak cukup hanya berfokus pada bagaimana menjaga kesehatan dan menurunkan risikonya. Ada aspek lain yang tidak kalah penting, yakni bagaimana mempersiapkan kondisi finansial apabila risiko tersebut benar-benar terjadi.
Ketika Risiko Kesehatan Bisa Berdampak pada Kondisi Finansial
Mendapatkan diagnosis kanker dapat mengubah banyak hal dalam kehidupan seseorang. Selain harus menghadapi kondisi kesehatan, pasien dan keluarga juga perlu mempertimbangkan berbagai kebutuhan yang mungkin muncul selama proses penanganan.
Karena itu, perencanaan kesehatan idealnya tidak berhenti pada upaya menjaga tubuh tetap sehat. Memahami risiko penyakit sekaligus memiliki perlindungan finansial dapat menjadi bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan yang tidak terduga.
Di tengah momentum Bulan Inklusi Keuangan, pemahaman mengenai hubungan antara kesehatan dan finansial tersebut turut diangkat melalui kolaborasi Great Eastern Life Indonesia dan REGENE Genomics (REGENE).
Keduanya menghadirkan program GREAT Double Care, yang memadukan pemahaman mengenai profil genetik dengan perlindungan finansial terhadap risiko kanker.
Salah satu bagian dari program tersebut adalah pemeriksaan DNA dari REGENE. Tes ini mencakup berbagai aspek kesehatan, mulai dari nutrisi dan kesehatan kulit hingga kecenderungan risiko kanker melalui panel seperti Cance-R dan PRIM-O.
Namun, hasil pemeriksaan DNA perlu dipahami secara tepat. Tes tersebut bukan diagnosis kanker dan tidak dapat memastikan seseorang akan mengalami penyakit tertentu. Risiko kesehatan tetap dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, termasuk usia, lingkungan, serta gaya hidup.
Memahami Risiko Lewat Pemeriksaan DNA
Dengan kata lain, informasi genetik dapat menjadi salah satu bahan untuk memahami kondisi dan kecenderungan risiko secara lebih personal, tetapi bukan pengganti pemeriksaan maupun diagnosis dari tenaga medis.
“Kolaborasi ini melengkapi pemahaman kesehatan yang lebih personal dengan kesiapan finansial untuk menghadapi risiko di masa depan,” ujar CEO REGENE Genomics Vichi Lestari.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa mengenali risiko kesehatan sejak dini dapat berjalan beriringan dengan mempersiapkan aspek finansial yang mungkin dibutuhkan di kemudian hari.
Melalui GREAT Double Care, pelanggan yang membeli paket DNA test REGENE dan memenuhi persyaratan dapat memperoleh perlindungan Great ProInsure – CI (Critical Illness) dari Great Eastern Life Indonesia.
Terdapat tiga pilihan paket dengan harga mulai dari Rp3,5 juta hingga Rp15 juta, dengan manfaat perlindungan kanker sebesar Rp50 juta hingga Rp150 juta, tergantung paket yang dipilih.
Menariknya, premi asuransi dalam program ini ditanggung oleh REGENE sehingga pelanggan tidak perlu membayar premi secara terpisah.
Perlindungan tersebut berlaku selama satu tahun bagi peserta berusia 18–55 tahun, dengan masa tunggu 60 hari. Apabila peserta didiagnosis kanker sesuai definisi dan ketentuan polis, manfaat sebesar 100 persen uang pertanggungan dapat diberikan.
Meski demikian, manfaat perlindungan tetap mengikuti syarat, ketentuan, pengecualian, serta definisi yang tercantum dalam polis yang berlaku.
Literasi Finansial Jadi Bagian dari Perencanaan Kesehatan
Kebutuhan untuk memahami perlindungan finansial juga berkaitan dengan meningkatnya akses masyarakat terhadap berbagai produk keuangan.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dilakukan OJK, LPS, dan BPS mencatat indeks inklusi keuangan Indonesia sebesar 93,61 persen, sementara indeks literasi keuangan berada di angka 69,57 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan tetap perlu diikuti dengan pemahaman mengenai manfaat, risiko, serta ketentuan dari produk yang digunakan.
Hal ini menjadi penting ketika berbicara mengenai perlindungan kesehatan. Memiliki asuransi bukan hanya tentang memiliki akses terhadap manfaat finansial, tetapi juga memahami apa saja yang ditanggung, kapan perlindungan berlaku, serta kondisi dan pengecualian yang terdapat dalam polis.
Direktur Pemasaran Great Eastern Life Indonesia Roy Hendrata Gozalie mengatakan, kolaborasi tersebut ditujukan untuk menghadirkan akses perlindungan asuransi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya perlindungan finansial sebagai bagian dari perencanaan kesehatan jangka panjang,” ujarnya.
Sehat Hari Ini, Siap Menghadapi Risiko di Masa DepanMenjaga kesehatan tentu tetap menjadi langkah utama. Namun, tidak semua risiko dapat diprediksi atau dihindari. Karena itu, perencanaan kesehatan yang lebih menyeluruh dapat mencakup dua hal sekaligus: memahami kondisi dan risiko kesehatan serta menyiapkan perlindungan finansial.
Pemeriksaan DNA dapat memberikan informasi mengenai kecenderungan risiko tertentu, tetapi hasilnya perlu ditempatkan sebagai informasi pendukung, bukan kepastian mengenai masa depan kesehatan seseorang. Di sisi lain, perlindungan asuransi dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu menghadapi konsekuensi finansial ketika kondisi yang tercakup dalam polis terjadi.