Sukses

Health

Bukan Akhir dari Perjalanan, Perimenopause dan Menopause Jadi Fase Baru untuk Bertumbuh

Fimela.com, Jakarta - Perjalanan hidup perempuan mengalami berbagai perubahan, termasuk ketika memasuki fase perimenopause dan menopause. Meski merupakan bagian alami dari proses penuaan, kedua fase ini masih kerap dianggap tabu untuk dibicarakan. Padahal, memahami perubahan yang terjadi dapat membantu perempuan menjalani masa transisi tersebut dengan lebih percaya diri.

Dilansir dari World Health Organization (WHO), menopause umumnya terjadi pada perempuan berusia 45–55 tahun. Sementara itu, perimenopause merupakan masa transisi yang dapat berlangsung selama beberapa tahun sebelum menopause. Perubahan hormon pada periode ini dapat memengaruhi kesejahteraan fisik, emosional, mental, hingga sosial perempuan.

Gejala yang muncul juga berbeda pada setiap individu. Sebagian perempuan mungkin hanya mengalami sedikit perubahan, sedangkan lainnya merasakan gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Karena itu, informasi yang akurat dan dukungan kesehatan menjadi bagian penting dalam menjalani fase tersebut.

Menopause bukanlah akhir dari produktivitas, kreativitas, maupun kesempatan untuk berkembang. Sebaliknya, fase ini dapat menjadi momentum bagi perempuan untuk mengevaluasi kebutuhan diri, memperhatikan kesehatan, dan membangun kebiasaan yang mendukung kesejahteraan jangka panjang.

Dengan percakapan yang lebih terbuka, perempuan diharapkan tidak lagi merasa sendirian ketika menghadapi perubahan tubuhnya.

Pentingnya Dukungan bagi Perempuan di Fase Menopause

Memasuki fase perimenopause dan menopause, perempuan dapat merasakan perubahan yang tidak hanya berkaitan dengan siklus menstruasi. Fluktuasi hormon juga dapat memengaruhi kondisi tubuh, suasana hati, hingga kualitas istirahat. Meski pengalaman setiap perempuan berbeda, memahami perubahan tersebut menjadi langkah awal untuk menentukan dukungan yang dibutuhkan.

Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi sensasi panas mendadak atau hot flashes, keringat malam, kesulitan tidur, perubahan suasana hati, serta gangguan konsentrasi. Sebagian perempuan juga mengalami kekeringan vagina dan perubahan kenyamanan saat berhubungan intim. Gejala tersebut dapat berlangsung dalam periode yang berbeda-beda, sehingga penting untuk tidak membandingkan pengalaman diri dengan orang lain.

Perubahan ini juga dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari, termasuk hubungan dengan pasangan, keluarga, dan lingkungan kerja. Karena itu, komunikasi terbuka dengan orang terdekat dapat membantu perempuan memperoleh dukungan emosional yang dibutuhkan.

Selain menjaga pola hidup, perempuan yang mengalami gejala mengganggu dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memahami pilihan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Tidak semua metode cocok bagi setiap orang, sehingga riwayat kesehatan dan kebutuhan pribadi perlu menjadi pertimbangan.

Dengan akses informasi yang tepat, perempuan dapat mengenali perubahan tubuhnya tanpa merasa malu atau menyalahkan diri sendiri. Dukungan yang memadai membantu mereka tetap memperhatikan kesehatan dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

RISE & BLOOM Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Memahami Fase Perimenopause dan Menopause

Mendorong percakapan yang lebih terbuka mengenai kesehatan perempuan, We Pause We Rise bersama Magnolia Collective Wellness menghadirkan RISE & BLOOM pada Minggu, 18 Oktober 2026, di Hallf Patiunus, Jakarta Selatan. Mengusung tema “Midlife Renewal Starts Here”, acara ini didedikasikan bagi perempuan yang sedang menjalani fase perimenopause dan menopause.

RISE & BLOOM dirancang sebagai pengalaman sehari penuh yang memadukan edukasi kesehatan, aktivitas kebugaran, percakapan terbuka, dan dukungan komunitas. Berbagai sesi menghadirkan tenaga medis serta praktisi untuk membahas perubahan hormonal, pilihan penanganan menopause, nutrisi, kesehatan mental, mindfulness, hingga kesehatan seksual dan intimasi.

“Perimenopause dan menopause bukanlah akhir perjalanan perempuan, melainkan awal babak baru yang tetap menyimpan potensi dan kesempatan untuk bertumbuh. Melalui acara ini, perempuan diharapkan memiliki ruang aman untuk belajar, berbagi pengalaman, dan menyadari bahwa mereka tidak harus menghadapi perubahan tersebut sendirian.” ujar Mia Lukmanto, Founder We Pause We Rise.

Selain sesi edukasi, peserta dapat mengikuti aktivitas yang menggabungkan gerak, relaksasi, dan interaksi sosial. Acara ini juga menghadirkan “Runway After 40”, peragaan busana yang merayakan kepercayaan diri, keindahan, serta ekspresi personal perempuan.

Melalui RISE & BLOOM, penyelenggara ingin mendorong pemahaman bahwa kesehatan perempuan di usia matang layak memperoleh perhatian. Informasi tepercaya, dukungan komunitas, dan akses layanan kesehatan menjadi bagian penting untuk membantu perempuan menyambut fase kehidupan berikutnya dengan lebih berdaya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading