Tren Wellness Tourism Jadi Cara Baru Menikmati Liburan Sambil Berolahraga

najwa maulidinaDiterbitkan 23 Oktober 2026, 17:52 WIB

Fimela.com, Jakarta - Liburan biasanya identik dengan bersantai, mencicipi kuliner lokal, atau mengunjungi destinasi populer. Namun, kini ada cara lain untuk menikmati waktu libur, yaitu sambil menjaga kebugaran tubuh yang disebut wellness tourism. Tren wellness tourism ini yakni perjalanan yang turut berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan diri. Aktivitasnya pun beragam, mulai dari yoga, hiking, bersepeda, hingga mengikuti kelas kebugaran di destinasi wisata.

Dilansir dari Condé Nast Traveller, tren wellness terus berkembang dengan pengalaman yang tidak hanya berpusat pada relaksasi, tetapi juga aktivitas fisik dan kebersamaan. Salah satu pendekatan yang menarik perhatian adalah menggabungkan kegiatan di alam terbuka, seperti mendaki, dengan pengalaman yang membantu wisatawan merasa lebih terhubung dengan diri sendiri maupun orang lain. Liburan pun bisa terasa lebih bermakna karena tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga mencoba kebiasaan baru yang mendukung keseharian.

Konsep ini cocok bagi mereka yang ingin menikmati suasana berbeda tanpa harus meninggalkan rutinitas aktif. Bayangkan memulai pagi dengan peregangan menghadap laut, berjalan kaki menyusuri kawasan pegunungan, atau mengikuti sesi yoga di tengah udara yang sejuk. Aktivitas sederhana tersebut bisa menjadi bagian dari pengalaman perjalanan yang menyenangkan.

Menariknya, wellness tourism tidak selalu berarti menginap di resor mewah atau mengikuti program kebugaran yang mahal. Perjalanan singkat ke kota tetangga dengan agenda jalan kaki, bersepeda, atau berenang juga dapat menjadi pilihan. Kuncinya adalah memilih kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan tubuh, sehingga liburan tetap terasa santai sekaligus memberi ruang untuk merawat diri.

2 dari 3 halaman

Yoga hingga Hiking, Pilihan Aktivitas Seru untuk Wellness Tourism

Pilih aktivitas sesuai suasana destinasi, mulai dari yoga yang menenangkan hingga hiking yang penuh tantangan. (Foto/Dok: Pexels)

Sahabat Fimela, ada banyak cara untuk menikmati wellness tourism tanpa membuat agenda liburan terasa seperti jadwal latihan yang padat. Salah satunya adalah memilih aktivitas yang sesuai dengan suasana destinasi. Dengan begitu, olahraga terasa lebih menyenangkan karena dilakukan sambil menikmati pengalaman baru.

1. Yoga dengan pemandangan alam

Yoga menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin bergerak sekaligus mengambil waktu untuk menenangkan pikiran. Aktivitas ini bisa dilakukan di tepi pantai, taman, atau area terbuka dengan suasana yang mendukung. Tidak perlu langsung mencoba gerakan sulit, bisa memulai dengan sesi pemula yang berfokus pada peregangan dan pernapasan.

2. Hiking sambil menikmati pemandangan

Bagi pencinta petualangan, hiking dapat menjadi cara untuk mengenal destinasi dari sudut berbeda. Selain menikmati panorama alam, kegiatan ini juga mengajak tubuh lebih aktif. Pastikan memilih jalur sesuai kemampuan, mengenakan alas kaki yang nyaman, dan membawa air minum yang cukup.

3. Bersepeda menjelajahi kota

Ingin mengeksplorasi kota tanpa terus-menerus menggunakan kendaraan? Bersepeda bisa menjadi alternatif. Kalian dapat melewati kawasan bersejarah, taman kota, atau jalur khusus sepeda sambil menikmati suasana setempat. Perhatikan kondisi lalu lintas dan aturan keselamatan selama perjalanan.

4. Mengikuti kelas kebugaran di destinasi wisata

Beberapa tempat menginap atau komunitas lokal menawarkan kegiatan seperti Pilates, kelas dansa, maupun latihan kebugaran kelompok. Mengikuti kelas singkat dapat menjadi pengalaman baru sekaligus kesempatan bertemu orang lain.

Apa pun pilihannya, tidak perlu memaksakan diri untuk mencoba semua aktivitas dalam satu perjalanan. Sisakan waktu untuk makan dengan nyaman, tidur cukup, dan menikmati destinasi tanpa terburu-buru.

3 dari 3 halaman

Tertarik Mencoba Wellness Tourism? Ini Tips agar Liburan Tetap Nyaman

Perjalanan wellness akan lebih menyenangkan jika aktivitas, waktu istirahat, dan anggaran direncanakan sesuai kebutuhan.(Foto/Dok: Pexels)

Tren wellness tourism bisa menjadi inspirasi untuk menikmati liburan dengan cara yang berbeda. Namun, agar perjalanan tetap nyaman, perlu menyesuaikan rencana dengan kebutuhan pribadi. Tujuan utamanya bukan memenuhi daftar aktivitas sebanyak mungkin, melainkan menikmati perjalanan sambil memberi perhatian pada kesehatan dan kesejahteraan diri.

1. Pilih destinasi sesuai aktivitas favorit

Mulailah dengan menentukan kegiatan yang ingin dicoba. Jika menyukai suasana tenang, destinasi dengan jalur jalan kaki, pantai, atau kelas yoga bisa menjadi pilihan. Sementara itu, pencinta tantangan dapat mempertimbangkan kawasan pegunungan atau destinasi yang menawarkan aktivitas luar ruangan. Periksa juga cuaca, akses transportasi, dan fasilitas yang tersedia sebelum memesan perjalanan.

2. Sesuaikan aktivitas dengan kemampuan tubuh

Tidak semua orang memiliki tingkat kebugaran yang sama. Jika jarang berolahraga, pilih kegiatan ringan terlebih dahulu dan tingkatkan intensitas secara bertahap. Gunakan pakaian serta alas kaki yang sesuai, bawa kebutuhan pribadi, dan berhenti ketika tubuh membutuhkan istirahat. Bila memiliki kondisi kesehatan tertentu, pertimbangkan saran tenaga kesehatan sebelum mencoba aktivitas yang berat.

3. Atur anggaran dan waktu istirahat

Liburan aktif tidak harus mahal.Kalian bisa memilih penginapan sederhana, memanfaatkan jalur pejalan kaki umum, atau mencari kelas komunitas dengan biaya terjangkau. Sisihkan anggaran untuk transportasi, makanan, perlengkapan, dan kebutuhan tak terduga.

Jangan lupa menyediakan waktu kosong di antara agenda. Setelah hiking atau mengikuti kelas olahraga, misalnya, nikmati waktu untuk bersantai dan mengeksplorasi kuliner lokal. Dengan jadwal yang seimbang, liburan tidak terasa seperti perlombaan untuk menyelesaikan aktivitas.

Wellness tourism bukan sekadar mengikuti tren. Ini adalah kesempatan untuk menikmati tempat baru, bergerak sesuai kemampuan, dan pulang dengan pengalaman yang menyenangkan. Sebab, liburan terbaik bukan hanya tentang berapa banyak destinasi yang dikunjungi, tetapi juga bagaimana kalian menikmati setiap momennya.