Sukses

Lifestyle

Mengenal Metode Wim Hof, Tren Wellness dengan Teknik Napas dan Dingin

Fimela.com, Jakarta - Mandi dengan air dingin mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi sebagian orang, sensasi dinginnya bisa menjadi tantangan tersendiri. Dari sinilah metode Wim Hof menarik perhatian dan ikut menjadi bagian dari tren wellness yang belakangan banyak dibicarakan. Praktik yang dikembangkan oleh atlet ekstrem asal Belanda, Wim Hof, ini menggabungkan teknik pernapasan, paparan dingin, dan latihan fokus sebagai satu rangkaian.

Dilansir dari Harvard Health, cold water immersion seperti cold plunge memang sedang populer sebagai bagian dari rutinitas wellness. Sejumlah penelitian menunjukkan kemungkinan manfaat seperti penurunan tingkat stres dan peningkatan kualitas tidur pada kondisi tertentu, tetapi bukti ilmiahnya masih terbatas dan belum menunjukkan manfaat yang konsisten untuk semua klaim kesehatan.

Dalam metode Wim Hof, pernapasan menjadi salah satu bagian utama. Praktiknya melibatkan pola menarik dan menghembuskan napas secara berulang, kemudian dilanjutkan dengan menahan napas. Tujuannya bukan sekadar mengatur napas, tetapi juga melatih seseorang untuk tetap tenang ketika menghadapi sensasi tubuh yang tidak biasa.

Bagian lainnya adalah paparan dingin. Praktiknya bisa berupa mandi dengan air dingin atau bentuk paparan dingin lainnya. Bagi pemula, sensasi pertama mungkin terasa cukup mengejutkan. Tubuh secara alami akan memberikan respons terhadap suhu rendah, sehingga kemampuan untuk tetap tenang menjadi bagian dari latihan.

Karena melibatkan perubahan pola pernapasan dan paparan suhu rendah, metode ini sebaiknya dilakukan secara bertahap. Wim Hof Method juga bukan berarti harus langsung berendam di air es. Mengenali batas tubuh tetap menjadi bagian penting sebelum mencoba praktik tren wellness ini.

Tiga Bagian Utama dalam Metode Wim Hof

Metode Wim Hof dikenal melalui tiga elemen utama, yaitu breathing technique, cold exposure, dan commitment. Ketiganya dilakukan secara beriringan untuk membangun kebiasaan dan kemampuan menghadapi rasa tidak nyaman secara bertahap.

1. Teknik Pernapasan

Latihan dimulai dengan mengatur pola napas. Umumnya, seseorang melakukan beberapa putaran pernapasan dengan menarik dan mengembuskan napas secara dalam dan teratur, kemudian melakukan periode menahan napas. Bagian ini membutuhkan fokus agar ritme pernapasan tetap terkontrol. Bagi pemula, latihan pernapasan sebaiknya dilakukan dalam posisi duduk atau berbaring. Jangan mempraktikkannya saat sedang berada di dalam air, ketika mengemudi, atau di tempat yang membuat seseorang berisiko kehilangan keseimbangan jika merasa pusing.

2. Paparan Dingin

Elemen berikutnya adalah cold exposure. Bentuk yang paling mudah dikenali adalah mandi menggunakan air dingin. Suhu air yang rendah memberikan sensasi mengejutkan pada tubuh, sehingga latihan biasanya dilakukan secara bertahap. Tidak perlu langsung menggunakan suhu ekstrem. Pemula bisa mulai dengan menambahkan beberapa detik air dingin pada akhir waktu mandi, kemudian meningkatkan durasinya secara perlahan jika tubuh terasa mampu beradaptasi.

3. Commitment

Bagian terakhir berkaitan dengan konsistensi. Metode ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi membutuhkan kebiasaan dan fokus untuk menjalani latihan secara teratur. Ketiga bagian tersebut membuat metode Wim Hof terasa seperti latihan ketahanan. Bukan tentang siapa yang paling lama bertahan dalam air dingin, melainkan bagaimana seseorang belajar mengenali respons tubuh dan tetap tenang ketika menghadapi rasa tidak nyaman.

Sebelum Mencoba Metode Wim Hof

Popularitas cold plunge dan berbagai rutinitas wellness membuat metode Wim Hof semakin menarik untuk dicoba. Namun, praktik ini bukan kompetisi untuk membuktikan siapa yang paling kuat menghadapi air dingin. Justru, mengenali respons tubuh menjadi bagian penting dari latihan.

Jika baru pertama kali mencoba, mulailah dengan teknik yang paling sederhana. Latihan pernapasan dapat dilakukan di tempat yang aman dan dalam posisi duduk atau berbaring. Sementara untuk paparan dingin, mandi dengan air yang terasa lebih dingin dari biasanya bisa menjadi langkah awal sebelum mempertimbangkan paparan yang lebih intens.

Paparan air dingin dapat memicu respons tubuh seperti napas yang menjadi cepat dan tidak terkendali. Dalam kondisi tertentu, paparan yang terlalu lama juga dapat meningkatkan risiko hipotermia. Karena itu, jangan melakukan cold plunge sendirian, terutama jika belum terbiasa. Hal yang juga perlu diperhatikan adalah kondisi kesehatan masing-masing. Orang dengan masalah jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, atau gangguan sirkulasi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mencoba paparan air dingin.

Pada akhirnya, metode Wim Hof bisa dipandang sebagai salah satu bentuk latihan untuk mengenali respons tubuh terhadap napas dan suhu dingin. Namun, manfaatnya tidak perlu dibuktikan dengan memaksakan diri. Mulai perlahan, lakukan di lingkungan yang aman, dan berhenti jika tubuh memberikan tanda tidak nyaman. Karena dalam rutinitas wellness apa pun, konsisten dan aman jauh lebih penting daripada memaksakan batas kemampuan.

Penulis: Najwa Maulidina

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading