Sukses

Lifestyle

Tren Wellness 2026, Ketika Detoks Digital dan Gaya Hidup Berkelanjutan Jadi Prioritas

Fimela.com, Jakarta - Di tengah ritme hidup urban yang semakin cepat dan paparan informasi digital yang tak pernah berhenti, kebutuhan untuk “menekan tombol reset” kini menjadi semakin relevan. Menyambut Ramadan sebagai momen refleksi, Garmin Indonesia mengangkat tema Time to Reset, sebuah ajakan untuk menata ulang keseimbangan antara kesehatan fisik, mental, dan kepedulian terhadap lingkungan.Pendekatan ini sejalan dengan arah tren wellness 2026 yang terus berkembang.

Jika dulu kesehatan identik dengan kondisi tubuh yang bebas penyakit, kini maknanya jauh lebih luas. Generasi muda khususnya mulai memprioritaskan mindfulness, pengelolaan konsumsi digital, hingga gaya hidup yang lebih ramah lingkungan sebagai bagian dari kualitas hidup yang utuh.

Wellness Kini Bertumpu pada Keseimbangan Holistik

Sejumlah laporan gaya hidup sehat di Indonesia menunjukkan bahwa konsep wellness modern berdiri di atas empat pilar utama: nutrisi seimbang, aktivitas fisik rutin, kesehatan mental, dan hubungan sosial yang berkualitas. Menariknya, muncul pula kesadaran baru terkait digital wellbeing, di mana masyarakat mulai lebih bijak mengatur screen time dan melakukan detoks digital untuk mengurangi stres akibat konektivitas berlebih.

Ramadan menjadi momentum yang dinilai ideal untuk memulai perubahan tersebut. Mengurangi distraksi digital, memperbaiki kualitas tidur, hingga melatih kesadaran diri melalui teknik pernapasan sederhana dapat memberikan dampak signifikan pada kesehatan secara keseluruhan.

Teknologi wearable pun kini bertransformasi bukan sekadar alat pemantau aktivitas, tetapi juga sarana membangun kesadaran diri. Fitur seperti pemantauan kualitas tidur, tingkat energi tubuh, hingga indikator stres membantu pengguna memahami kondisi fisik mereka secara lebih komprehensif sehingga keputusan gaya hidup bisa diambil dengan lebih tepat.

Fenomena Wellness Tourism, Liburan untuk Pemulihan Diri

Selain perubahan kebiasaan sehari-hari, tren wellness juga terlihat dari meningkatnya minat terhadap wellness tourism. Di tahun 2026, perjalanan tidak lagi sekadar rekreasi, tetapi menjadi bagian dari kebutuhan pemulihan fisik dan mental.

Destinasi yang menawarkan ketenangan alam, program yoga, meditasi, hingga perawatan spa kini semakin diminati. Konsep liburan bergeser dari aktivitas padat menjadi pengalaman yang lebih mindful, memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk benar-benar beristirahat.

Hal menarik lainnya dari tren wellness terbaru adalah integrasi antara kesehatan pribadi dan keberlanjutan lingkungan. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, atau mengurangi jejak karbon harian tidak hanya berdampak positif bagi tubuh, tetapi juga bagi bumi.

Pendekatan ini mencerminkan perubahan pola pikir masyarakat modern: hidup sehat bukan lagi tentang diri sendiri semata, tetapi juga tentang kontribusi terhadap lingkungan dan komunitas.

Pada akhirnya, pesan utama dari tren wellness 2026 cukup jelas, keseimbangan adalah kunci. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, mengelola konsumsi digital, serta membangun kebiasaan yang lebih sadar, setiap orang memiliki peluang untuk menciptakan kualitas hidup yang lebih sehat, tenang, dan berkelanjutan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading