Fimela.com, Jakarta - Perjalanan melawan kanker payudara bukan hanya tentang menjalani pengobatan, tetapi juga menghadapi perubahan fisik dan emosional yang menyertainya. Hal ini dirasakan oleh aktris senior Yurike Prastika, yang secara terbuka membagikan pengalamannya menghadapi kanker payudara stadium 4 yang telah menyebar ke tulang belakang.
Diagnosis tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan hidup Yurike Prastika. Di tengah proses pengobatan yang tidak mudah, ia harus menghadapi tantangan yang menguji kekuatan fisik sekaligus mentalnya. Namun, pengalaman itu juga mengajarkannya untuk tetap bersemangat, menerima keadaan, dan menjalani setiap tahapan pengobatan dengan lebih lapang.
Kisah Yurike kembali menjadi perhatian ketika ia hadir sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan Pink Move – A Movement for Better Health di Car Free Day Bekasi, Minggu (25/10/2026). Bertepatan dengan Bulan Kesadaran Kanker Payudara 2026, kegiatan ini mengajak masyarakat untuk lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan payudara, melakukan deteksi dini, dan memperhatikan kondisi tubuh selama menjalani pengobatan.
Menghadapi Kanker Payudara Stadium 4, Perjalanan Pengobatan yang Tidak Mudah
Yurike menceritakan bahwa menghadapi kanker payudara stadium 4 yang telah menyebar ke tulang belakang bukanlah proses yang mudah. Kondisi ini membawa tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga kesiapan mental dalam menghadapi rangkaian pengobatan dan perubahan kehidupan.
“Ketika menghadapi kanker payudara stadium 4 yang sudah menyebar ke tulang belakang, tentu bukan perjalanan yang mudah untuk saya lalui. Ada masa-masa berat yang menguji fisik dan mental. Namun, saya belajar tetap semangat, berdamai dengan diri sendiri, dan menerima setiap proses yang harus dijalani,” ungkap Yurike.
Dalam penanganan kanker payudara stadium lanjut, rencana pengobatan perlu disesuaikan dengan kondisi pasien, karakteristik tumor, lokasi penyebaran, serta respons terhadap terapi. Dokter dapat mempertimbangkan berbagai pendekatan, seperti terapi sistemik, termasuk terapi hormon, terapi target, kemoterapi, atau imunoterapi pada kondisi tertentu. Radioterapi maupun tindakan lain juga dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan medis.
Pada kanker payudara yang telah menyebar ke tulang belakang, penanganan juga dapat mencakup upaya mengendalikan nyeri serta menjaga fungsi dan kekuatan tulang. Pilihan terapi ditentukan oleh tim medis berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing pasien.
Meski demikian, tidak semua pasien akan menjalani jenis pengobatan yang sama. Hingga saat ini, detail mengenai terapi spesifik yang dijalani Yurike tidak disampaikan dalam keterangannya. Karena itu, kisahnya menjadi pengingat bahwa pasien perlu mendapatkan evaluasi dan pendampingan medis yang sesuai dengan kebutuhan individual.
Dukungan Keluarga dan Kesehatan Mental Selama Pengobatan
Selain penanganan medis, dukungan emosional menjadi bagian penting dalam perjalanan menghadapi kanker. Yurike mengungkapkan bahwa dukungan keluarga, pengobatan yang tepat, dan kepedulian terhadap kesehatan membantunya melewati masa-masa sulit.
Bagi pasien kanker, proses pengobatan dapat memunculkan berbagai emosi, mulai dari rasa takut dan cemas hingga kelelahan menghadapi perubahan rutinitas. Memberikan ruang untuk mengungkapkan perasaan, mendapatkan dukungan orang terdekat, serta berkonsultasi dengan tenaga profesional bila dibutuhkan dapat membantu pasien menghadapi proses tersebut.
Kembali beraktivitas setelah melewati masa pengobatan menjadi hal yang disyukuri Yurike. Pengalamannya memperlihatkan bahwa perjalanan setiap pasien memiliki tantangan dan perkembangan yang berbeda. Karena itu, dukungan sebaiknya diberikan tanpa membandingkan proses pemulihan satu orang dengan orang lain.
Nutrisi sebagai Bagian dari Perawatan Pasien Kanker
Selain pengobatan medis, pemenuhan nutrisi juga menjadi salah satu perhatian selama perawatan kanker. Dalam kegiatan Pink Move, nutritionist dan dietisien Mentari Suci Ramadhini menjelaskan bahwa kebutuhan gizi pasien perlu diperhatikan untuk membantu menjaga kondisi tubuh selama menjalani pengobatan.
Kebutuhan nutrisi tidak dapat dipenuhi hanya dengan mengandalkan satu jenis makanan atau bahan tertentu. Pasien perlu mendapatkan asupan energi, protein, cairan, vitamin, dan mineral sesuai kondisi tubuh, kebutuhan, serta toleransi terhadap makanan.
Pada sebagian pasien, efek samping pengobatan dapat memengaruhi nafsu makan, kemampuan menelan, atau kenyamanan saluran pencernaan. Kondisi tersebut dapat membuat pemenuhan kebutuhan gizi menjadi lebih menantang. Karena itu, konsultasi dengan dokter dan ahli gizi yang memahami kondisi pasien kanker dapat membantu menyusun pola makan yang lebih sesuai.
Penting untuk diingat bahwa nutrisi berperan sebagai bagian dari perawatan pendukung, bukan pengganti terapi kanker yang direkomendasikan dokter. Penggunaan suplemen atau produk herbal juga sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tim medis karena sebagian bahan dapat berinteraksi dengan pengobatan.
Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara
Pengalaman Yurike juga membawa pesan penting bagi perempuan agar tidak menunggu sampai muncul keluhan berat untuk mulai memperhatikan kesehatan payudara.
Deteksi dini membantu mengenali perubahan pada payudara yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Perempuan dapat membiasakan diri mengenali kondisi normal payudaranya melalui pemeriksaan payudara sendiri atau Sadari. Perubahan yang perlu diperhatikan antara lain munculnya benjolan, perubahan bentuk atau ukuran payudara, perubahan kulit, puting yang tertarik ke dalam, maupun keluarnya cairan yang tidak biasa dari puting.
Jika menemukan perubahan tersebut, segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Tidak semua benjolan atau perubahan pada payudara menandakan kanker, tetapi pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Sadari juga tidak menggantikan pemeriksaan klinis maupun skrining yang direkomendasikan berdasarkan usia dan faktor risiko. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan mengenai jadwal pemeriksaan yang sesuai, termasuk apakah dan kapan mamografi diperlukan.
Melalui kegiatan Pink Move yang diselenggarakan PT Etos Kreatif Indonesia melalui produk Zymuno Essential, bersama dukungan Lentera Karya Foundation dan Yayasan Kanker Indonesia, edukasi kesehatan dikemas melalui diskusi, informasi nutrisi, edukasi Sadari, dan olahraga bersama.
Ksah Yurike Prastika mengingatkan bahwa menghadapi kanker membutuhkan penanganan medis yang tepat, dukungan emosional, serta perhatian terhadap kebutuhan tubuh selama pengobatan. Di sisi lain, kepedulian terhadap kesehatan payudara perlu dimulai sebelum muncul keluhan serius. Mengenali perubahan tubuh, melakukan pemeriksaan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan, dan segera mencari pertolongan ketika menemukan gejala yang tidak biasa merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan diri.