Kenapa Gen Z Semakin Peduli dengan Sustainable Lifestyle?

Eastara VigaskaDiterbitkan 03 November 2026, 09:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sustainable lifestyle semakin banyak mendapat perhatian di kalangan Gen Z seiring meningkatnya kesadaran terhadap kondisi lingkungan. Perubahan iklim, cuaca ekstrem, hingga persoalan sampah membuat generasi muda mulai mempertimbangkan dampak dari kebiasaan sehari-hari.

Bagi mereka, sustainable lifestyle bukan hanya tentang mengikuti tren ramah lingkungan, tetapi juga memahami bagaimana pilihan kecil dapat memengaruhi kondisi bumi di masa mendatang. Kesadaran tersebut membuat Gen Z mulai lebih selektif dalam menentukan produk yang digunakan dan kebiasaan yang dilakukan.

Mereka tidak hanya mempertimbangkan harga atau tampilan suatu produk, tetapi juga memperhatikan proses produksi, bahan yang digunakan, hingga dampaknya terhadap lingkungan. Dilansir dari Deloitte, kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu faktor yang mendorong Gen Z untuk menerapkan kebiasaan hidup lebih berkelanjutan.

Hal ini terlihat dari berbagai pilihan sederhana, seperti mengurangi pembelian pakaian baru, memilih produk yang lebih tahan lama, hingga menggunakan kembali barang yang masih layak pakai. Dengan begitu, sustainable lifestyle mulai menjadi bagian dari cara Gen Z menjalani keseharian sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap masa depan lingkungan.

2 dari 3 halaman

Media Sosial Dorong Popularitas Sustainable Lifestyle

Berbagai tren ramah lingkungan di platform digital mendorong Gen Z mengenal dan mencoba kebiasaan yang lebih berkelanjutan. (Foto/Dok: Pexels)

Media sosial menjadi salah satu ruang yang memperkenalkan sustainable lifestyle kepada Gen Z. Berbagai konten mengenai thrifting, slow fashion, penggunaan barang reusable, hingga tips mengurangi sampah semakin mudah ditemukan di platform seperti TikTok dan Instagram.

Melalui konten tersebut, generasi muda dapat mengenal berbagai kebiasaan ramah lingkungan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa kebiasaan yang mulai banyak diperkenalkan melalui media sosial antara lain:

  • Thrifting: Membeli pakaian preloved untuk mengurangi konsumsi pakaian baru sekaligus menemukan gaya berpakaian yang unik.
  • Menggunakan barang reusable: Membawa tumbler, tas belanja kain, dan wadah makan sendiri untuk mengurangi penggunaan barang sekali pakai.
  • Slow fashion: Memilih pakaian berdasarkan kualitas dan daya tahan, bukan hanya mengikuti tren yang terus berganti.
  • Mengurangi sampah: Mulai memilah sampah, mendaur ulang, dan menggunakan kembali barang yang masih layak pakai.

Dilansir dari World Economic Forum, media sosial dan influencer memiliki peran dalam menyebarkan kesadaran serta mendorong perilaku yang lebih berkelanjutan di kalangan generasi muda. Dengan paparan konten yang semakin luas, sustainable lifestyle menjadi lebih mudah dikenal dan dicoba oleh Gen Z.

3 dari 3 halaman

Begini Cara Gen Z Menerapkan Sustainable Lifestyle dalam Kehidupan Sehari-hari

Kesadaran terhadap lingkungan turut memengaruhi cara Gen Z memilih, menggunakan, dan memperlakukan barang dalam keseharian. (Foto/Dok: Pexels)

Penerapan sustainable lifestyle di kalangan Gen Z tidak selalu dimulai dari perubahan besar. Justru, kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan. Hal ini juga terlihat dari perubahan cara mereka berbelanja, memilih pakaian, hingga menggunakan barang yang dimiliki.

Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan Gen Z untuk menerapkan gaya hidup berkelanjutan antara lain:

  1. Lebih selektif saat berbelanja: Membeli barang sesuai kebutuhan dan menghindari kebiasaan konsumtif agar tidak menghasilkan banyak barang yang berakhir sebagai sampah.
  2. Memilih pakaian preloved: Membeli pakaian bekas yang masih layak pakai sebagai alternatif untuk mengurangi konsumsi pakaian baru.
  3. Menggunakan barang lebih lama: Tidak terburu-buru mengganti barang selama masih berfungsi dengan baik, termasuk pakaian, aksesori, dan perangkat elektronik.
  4. Mengurangi barang sekali pakai: Membawa tas belanja sendiri, tumbler, serta wadah makanan untuk mengurangi sampah plastik.

Dilansir dari United Nations Environment Programme (UNEP), perubahan pola konsumsi dan produksi menjadi bagian penting dalam mewujudkan gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Karena itu, konsistensi dalam melakukan kebiasaan kecil dapat menjadi langkah berarti bagi Gen Z untuk ikut menjaga lingkungan tanpa harus mengubah seluruh gaya hidup secara drastis.