Sukses

Beauty

Tidak Selamanya Menutrisi, Keratin Juga Punya Efek Buruk untuk Rambut

ringkasan

  • Keratin merupakan sebutan protein yang ditemukan pada rambut, kulit, dan kuku.
  • Keratin sebagai protein akan membuat rambut menjadi indah dan memang dibutuhkan untuk mahkota alamimu.
  • Namun, keratin treatment merupakan hal yang berbeda yang justru dapat merusak rambut.

Fimela.com, Jakarta Rambut yang rusak akibat terlalu banyak menggunakan heat tools atau produk perawatan rambut berbahan kimia, biasanya akan kekurangan protein. Nah, protein pada rambut disebut dengan keratin. 

Mungkin term ini tidak lagi asing bagi Sahabat Fimela. Ya, keratin kini sudah banyak terdapat dalam sampo atau kondisioner dan produk perawatan rambut lainnya. 

Keratin, tulis Harpers Bazaar, merupakan protein yang ada pada rambut, kulit, dan kuku. Sebagai protein, keratin ini membantu batang rambut menjadi lebih kuat. Sehingga tidak mudah patah, bercabang, atau rontok. 

Terapi keratin beberapa tahun belakangan menjadi sebuah tren perawatan rambut di hampir seluruh dunia. Terapi ini menjanjikan rambut yang rusak, frizzy, dan kering menjadi kembali rapi, ternutrisi dan indah. Namun sayang, penggunaan keratin tidak selamanya membuat rambut sehat. 

Keratin Treatment

Jangan samakan keratin sebagai protein yang menutrisi dengan keratin treatment. Berbeda dengan keratin sebagai protein, treatment atau terapi ini merupakan salah satu cara untuk meluruskan rambut. 

Dilansir dari Allure, treatment ini merupakan proses hair-smoothing yang bukan cuma menjanjikan rambut frizz-free untuk beberapa minggu bahkan bulan, tetapi juga membuatnya menjadi lurus. 

Merusak Rambut

Treatment ini sebenarnya bisa tahan lebih lama. Seperti metode pelurusan rambut lainnya, rambutmu yang baru tumbuh akan tetap keriting atau bergelombang. 

Sehingga, treatment ini sebenarnya tetap saja berbahaya untuk kesehatan rambut. Karena menggunakan formaldehyde sebelum penata rambut meluruskan rambutmu dengan flatiron.

Jadi, jangan terkecoh dengan namanya dan kata treatment. Hati-hati dengan bahan kimiawi tersebut karena dapat membuat rambut rusak seperti bahan kimia lainnya. 

Loading
Artikel Selanjutnya
Sebetulnya, Berapa Lama Idealnya Jarak untuk Memotong Rambut?
Artikel Selanjutnya
Perawatan Alami untuk Atasi Rambut Rapuh dan Rontok