Sukses

Beauty

Ketakutan Berasal Dari Otak. Benarkah?

Next

Fobia Berasal Dari Otak

Tidak semua benar-benar tahu tentang hipnosis. Sebagian dari kita masih berpikir bahwa hipnosis berkaitan dengan hal-hal aneh, mistis, atau berbahaya. Padahal hipnosis hadir di setiap situasi dan aktivitas keseharian kita. Hipnosis sendiri merupakan kondisi atau keadaan saat manusia cenderung lebih sugestif. Keadaan ini bisa dimanfaatkan untuk menginduksi informasi-informasi positif dalam otak karena justru membuat sensor-sensor panca-indra manusia menjadi lebih aktif. Salah satunya untuk menghilangkan fobia kita.

“Fobia muncul karena hasil dari pengalaman kita akan sesuatu yang tersimpan di otak dan diketahui oleh alam bawah sadar. Hipnosis mengajak diri kita pada kondisi trans, kondisi di mana seseorang sangat rileks namun masih bisa mendengar, berbicara, dan bukan tidur,” papar Sri Tresnahati Ashar, M.Si, seorang praktisi hipnoterapi. Menurutnya, keadaan trans tersebut mempersilahkan kita masuk ke dalam pikiran bawah sadar. Segala bentuk imajinasi diterima otak sebagai kenyataan, sehingga mudah untuk diberikan sugesti positif. 

 

Next

 

Meditasi

Berikut beberapa teknik latihan self-hypnosis yang bisa dilakukan olehmu untuk menghadapi fobia:

  • Buat tubuhmu rileks sebagai awal memulai proses hipnosis. Posisikan tubuhmu senyaman mungkin. Dari kepala sampai kaki harus ada dalam keadaan rileks, ditambah dengan menutup mata. Usahakan kamu berada di tempat yang diam, atau bisa juga didukung dengan musik yang menenangkan.
  • Hitung mundur dari 10 sampai 1 sambil mengatur nafasmu. Di antara angka tersebut katakan kalimat yang menenangkan, seperti “saya rileks,” “saya semakin rileks,” “saya dua kali lebih rileks,” “saya rileks sepenuhnya.” Biarkan tubuh dan pikiran tenggelam dalam relaksasi tersebut. Rileksnya tubuh berhubungan dengan tingkat keberhasilan hipnosis.
  • Sekarang bayangkan tempat yang indah yang ada di pikiranmu beberapa saat. Tempat tersebut bisa yang pernah kamu kunjungi, atau yang pernah kamu imajinasikan. Jadikan imajinasi tersebut benar-benar nyata, seperti memasukkan sensasi suara, warna, bau, atau kehangatan matahari yang ada di kulit. Proses ini mendukung tubuh dan pikiran agar semakin nyaman.
  • Ketika sudah benar-benar damai dan tenang, tekan jari tengah kedua tanganmu dengan jempol secara bersamaan. Hal ini dilakukan agar kamu tetap berkonsentrasi dan tidak tertidur. Lakukan gerakan tekan dan lepas secara berulang. Perintah pikiranmu untuk meningkatkan perasaan tenang setiap ada tekanan pada jari tengahmu.
  • Ketika gerakan ini sudah dirasa cukup membuatmu semakin tenang, sekarang bayangkan fobiamu sambil tetap melakukan gerakan menekan jari tersebut. Cara ini bertujuan agar pikiranmu mengasosiasikan objek fobia tersebut menjadi sebuah relaksasi.
  • Teknik lain yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan sugesti langsung. Saat keadaan sudah sangat tenang, mulailah bersugesti dengan mengatakan kalimat yang singkat dan jelas. Kalimat yang dikatakan harus positif, karena otak tidak bisa menerima kata ‘tidak’ atau ‘akan’. Contoh kalimatnya seperti ini, “Saya melihat cicak sebagai binatang yang aman,” “Saya berani bertatapan dengan cicak mulai sekarang sampai selamanya.”
  • Repetisi merupakan kunci utama dari teknik self-hypnosis. Lakukan minimal 10 menit dalam sehari secara rutin selama 21 hari.

Teknik-teknik di atas tidak menghilangkan fobia secara langsung, namun melatih pikiranmu untuk lebih tenang ketika dihadapkan dengan hal yang ditakuti. Semakin sering kamu lakukan latihan ini, maka semakin kuat dan responsif juga pikiran tenang yang dihasilkan. “Self-hypnosis ini bisa berhasil untuk fobia di level yang tidak terlalu deep, atau ketakutan bukan sampai situasi yang self-harming. Jika itu terjadi perlu adanya penanganan khusus yang dilakukan oleh pihak eksternal,” tambah Sri. Selain untuk fobia, self-hypnosis juga bisa untuk anger management, atau mind mental illness lainnya. Tertarik untuk mencoba?

What's On Fimela
Loading