Sukses

Beauty

Diary Fimela: Berawal dari Produk Brewok, Haum Mengembangkan Bisnis Membuat Skincare Unisex

Fimela.com, Jakarta Melihat kebutuhan orang terdekat yang membutuhkan penumbuh brewok, Fil Kamza melihat peluang tersebut untuk dijadikan sebuah bisnis. Dari pemikiran tersebut, lahirlah brand Haum dengan produk pertamanya Beard On di tahun 2018.

Fil mengatakan sebelum memulai bisnis tersebut, ia memang sudah senang berjualan. Diawali menjual produk-produk luar negeri sekitar satu tahun. Dari rentan waktu tersebut, Fil berpikir mengapa tidak menjual produk dengan brandnya sendiri.

"Saya mikir kenapa ngga bikin brand sendiri. Akhirnya melihat kebutuhan terdekat saya yaitu untuk menumbuh brewok," ujar Fil kepada Fimela.com.

Ia juga mengatakan pada masa itu, belum tersedia produk brewok yang bertekstur liquid atau cair yang mudah digunakan dan cepat kering. Sebab dahulu, hanya produk bersifat herbal yang memiliki oil dan krim.

"Di tahun 2014-2015 itu produk brewok yang nyaman dan cepet kering ini belum ada. Melihat peluang tersebut mikir kenapa ngga bikin produk brewok yanh next level dengan kandungan yang sudah teruji dengan menggunakannya lebih nyaman," tambah Fil.

Dari brewok ke perawatan kulit

Setelah menjalankan bisnis brewok, seiring berjalanya waktu Haum pun melebarkan sayapnya ke dunia perawatan kulit atau skincare. Fil mengatakan, alasan mengapa memproduksi skincare karena pria juga butuh perawatan wajah namun kebanyakan malu karena dilihat dari kemasannya.

"Skincare juga saya melihat kebutuhan dari lingkungan terdekat. Biasanya pria malu karena dilihat dari kemasannya dan warna saja sudah tidak ingin menggunakannya, saya biasanya saja pakai punya istri," ujarnya.

Haum kemudian merilis rangkaian produk yang sesuai dengan aneka problema kulit yang tidak hanya dikhususkan untuk pria, melainkan bisa digunakan untuk perempuan.

Misalnya, Lcid yang mengandung salicylic acid untuk mengatasi masalah jerawat. Aloecid yang mengandung niacinamide untuk mengecilkan pori-pori dan mencerahkan kulit, serta Hair On yang mengandung redensyl dan LCLT untuk menstimulasi pertumbuhan rambut.

Hingga saat ini Fill mengatakan sudah ada 9 produk dari kulit hingga rambut. Produk-produk tersebut tentu sudah melalui uji coba.

"Tentu butuh waktu lama untuk uji coba, hingga akhirnya kami memiliki 9 produk. Skincare ini 2-3 tahun setelah Haum berdiri. Jadi memang bahan aktifnya sudah disesuaikan dengan masalah wajah," ujarnya.

Kristanty Wulandari co founder mengatakan Haum selalu berusaha menggunakan produk dengan bahan aktif yang advance, dengan teksture yang cair dan ringan. Tujuannya cocok untuk semua kulit dan nyaman digunakan di wajah.

Selain produk yang berkualitas, Kristanty juga mengatakan sebisa mungkin Haum menjawab pertanyaan semua penggunana Haum. "Kami bisa menjawab lewat DM Instagram dan website untuk menjawab apa yang dibutuhkan pelanggan," ujarnya.

Fil mengatakan hingga saat ini produk terjual bisa mencapai ribuan pcs per-bulan. "Awalnya terjual puluhan hingga ratusan pcs. Kini bisa sampai ratusan pcs terjual per-bulan," tutup Fil.

#elevate women

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Juragan yang Murah Hari, Lipat Gandakan Penghasilan Paling Besar Driver Ojol dalam Sehari
Artikel Selanjutnya
Peluang Digitalisasi Bisnis Bagi Industri F&B dan Hospitality di Indonesia