Sukses

Beauty

Mengenal Prosedur Kecantikan Fat Graft untuk Wajah Lebih Proporsional dan Alami

Fimela.com, Jakarta Fat graft atau fat transfer adalah prosedur estetika yang memanfaatkan lemak dari tubuh sendiri untuk menambah volume, memperbaiki bentuk, atau mengoreksi kekosongan jaringan akibat penuaan, cedera, maupun kondisi medis. Lemak biasanya diambil dari area seperti perut, paha, atau pinggul, lalu disuntikkan ke bagian tubuh lain yang membutuhkan peningkatan volume, seperti wajah, bibir, atau payudara.

Melansir laman medanta.org secara umum, proses fat graft meliputi tiga tahap utama. Pertama, dokter melakukan pengambilan lemak menggunakan metode liposuction. Kedua, lemak yang diperoleh akan dibersihkan melalui proses penyaringan atau centrifugation untuk memisahkan cairan dan kotoran. Terakhir, lemak murni tersebut disuntikkan ke area target seperti wajah dalam jumlah kecil secara bertahap agar hasilnya tampak merata dan alami.

Berbeda dari filler sintetis atau implan buatan, fat graft memberikan hasil yang lebih alami karena menggunakan jaringan lemak tubuh sendiri. Risiko alergi atau penolakan tubuh pun sangat rendah. Selain itu, hasil yang didapatkan dapat bertahan lebih lama karena sebagian sel lemak akan beradaptasi dan hidup di area baru, membentuk kontur yang lebih proporsional.

Facial fat grafting dan aplikasinya pada berbagai bagian tubuh

Salah satu penggunaan paling populer adalah facial fat grafting. Seiring bertambahnya usia, wajah kehilangan volume alami yang membuat kulit tampak kendur dan muncul garis halus. Dengan menyuntikkan lemak ke area pipi, pelipis, bawah mata, atau garis senyum, wajah tampak lebih segar, lembut, dan muda kembali. Hasilnya pun bisa bertahan bertahun-tahun dibanding filler biasa yang perlu diulang.

Selain wajah, fat graft juga banyak dilakukan untuk memperbaiki bentuk bibir, payudara, dan bokong. Pada bibir, teknik ini menciptakan tampilan lebih penuh secara alami tanpa bahan sintetis. Sementara pada payudara atau bokong, lemak digunakan untuk menambah volume, memperbaiki asimetri, atau membentuk lekuk tubuh yang lebih proporsional. Prosedur ini juga membantu mengurangi lemak berlebih di area donor seperti perut atau paha.

Tidak hanya untuk tujuan estetika, fat graft juga digunakan dalam dunia medis rekonstruktif, misalnya memperbaiki bekas luka, jaringan cekung pascaoperasi, atau memperhalus tekstur kulit akibat cedera. Dalam beberapa tahun terakhir, teknik nanofat grafting bahkan dimanfaatkan untuk regenerasi kulit dan meningkatkan kualitas jaringan karena mengandung sel punca alami dari lemak tubuh.

Memahami jenis, daya tahan, dan keamanan prosedur fat graft

Terdapat beberapa variasi teknik, seperti micro-fat grafting untuk area kecil seperti bawah mata atau garis halus, macro-fat grafting untuk area besar seperti bokong dan payudara, serta nano-fat grafting untuk peremajaan kulit. Ada juga metode structural fat grafting yang menyuntikkan lemak pada berbagai lapisan untuk hasil yang lebih halus dan tahan lama.

Hasil fat graft bersifat semi permanen hingga permanen, tergantung pada bagaimana tubuh menyerap lemak yang ditransfer. Sekitar 30–50% lemak biasanya akan diserap kembali oleh tubuh dalam beberapa bulan pertama, sementara sisanya akan bertahan lama. Untuk menjaga hasilnya, pasien disarankan menjaga berat badan stabil, menghindari tekanan pada area yang disuntik, dan mengikuti anjuran dokter selama masa pemulihan.

Secara keseluruhan, fat graft menjadi pilihan populer bagi mereka yang ingin memperbaiki kontur wajah dan tubuh secara alami. Dengan teknik yang aman, hasil yang lembut, serta risiko rendah, prosedur ini tidak hanya meningkatkan penampilan tetapi juga rasa percaya diri. Namun, konsultasi dengan dokter ahli tetap penting agar prosedur dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi tubuh masing-masing.

 

Penulis: Alyaa Hasna Hunafa

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading