Sukses

Beauty

Sunscreen Tetap Wajib Saat Puasa, Ini Alasannya dan Tipsnya

ringkasan

  • Sunscreen melindungi kulit dari sinar UV berbahaya meskipun di dalam ruangan.
  • Kulit lebih rentan saat puasa karena dehidrasi, sehingga perlindungan ekstra diperlukan.
  • Penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 30 dan pengaplikasian ulang penting untuk kesehatan kulit.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, saat menjalankan ibadah puasa, banyak yang menganggap bahwa penggunaan sunscreen tidak begitu penting. Namun, tahukah kamu bahwa kulit tetap membutuhkan perlindungan dari paparan sinar matahari, bahkan ketika tubuh mengalami dehidrasi? Para ahli dermatologi dari berbagai negara menekankan pentingnya penggunaan tabir surya secara konsisten, terutama selama bulan Ramadan.

Penggunaan sunscreen saat puasa tidak hanya melindungi kulit dari sinar UV, tetapi juga mencegah kerusakan kulit yang dapat terjadi akibat dehidrasi. Mari kita bahas lebih lanjut mengapa sunscreen tetap wajib digunakan saat puasa dan tips dari para ahli untuk menjaga kesehatan kulit selama bulan suci ini.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa penggunaan sunscreen tetap penting saat puasa:

1. Perlindungan dari Sinar UV yang Berbahaya

Sinar UV tetap ada meskipun kamu berada di dalam ruangan atau saat cuaca mendung. "Bahkan jika sebagian besar aktivitas Anda masih dilakukan di rumah, ini tidak berarti kulit Anda terlindungi dari paparan sinar matahari," ungkap salah satu ahli dermatologi. Oleh karena itu, penting untuk tidak melewatkan aplikasi tabir surya, bahkan saat di dalam ruangan.

Selain itu, paparan sinar UV berbahaya dari matahari adalah faktor risiko utama untuk kanker kulit. Penggunaan tabir surya adalah salah satu cara untuk meminimalkan kerusakan jangka pendek dan jangka panjang pada kulit dari matahari.

2. Kulit Lebih Rentan Selama Puasa

Dehidrasi yang terjadi saat puasa dapat membuat kulit menjadi lebih kering dan sensitif. "Puasa dapat menyebabkan dehidrasi, yang dapat membuat kulit kita kering, gatal, dan kusam," jelas Dr. Aiza Jamil, Konsultan Dermatologi. Ketika lapisan pelindung kulit terganggu, kulit lebih mudah kehilangan air, yang dapat menyebabkan kekeringan dan peningkatan sensitivitas.

Oleh karena itu, sangat penting untuk melindungi kulit dari sinar matahari yang dapat memperburuk kondisi kulit yang sudah rapuh akibat dehidrasi.

3. Rekomendasi Ahli Dermatologi

Para ahli merekomendasikan penggunaan tabir surya spektrum luas dengan SPF minimal 30. "Gunakan tabir surya spektrum luas dengan SPF minimal 30 untuk melindungi kulit Anda dari sinar berbahaya matahari," ungkap seorang dermatolog. Penggunaan tabir surya dengan SPF yang tepat dapat memblokir hingga 97% sinar UVB matahari.

Penting juga untuk mengaplikasikan ulang tabir surya setiap 3-4 jam, terutama jika kamu banyak beraktivitas di luar ruangan. Meskipun banyak yang khawatir bahwa penggunaan tabir surya dapat membatalkan puasa, para ulama telah menyimpulkan bahwa perawatan topikal tidak membatalkan puasa.

4. Tips Tambahan dari Ahli

Selain menggunakan sunscreen, ada beberapa tips tambahan untuk menjaga kesehatan kulit selama Ramadan:

  • Gunakan pelembap secara teratur untuk mengatasi kekeringan kulit.
  • Tetap terhidrasi dengan minum air yang cukup saat sahur dan berbuka.
  • Hindari produk perawatan kulit yang keras yang dapat mengiritasi kulit.
  • Gunakan topi dan kacamata hitam saat berada di luar untuk perlindungan ekstra.

Dengan mengikuti tips ini, kamu dapat menjaga kesehatan kulit meski berpuasa seharian. Ingat, meski waktu minum terbatas, tetap ada cara untuk memenuhi kebutuhan cairan dan menjaga kulit tetap sehat.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading