Sukses

Beauty

Transformasi Dakota Johnson Jadi Marilyn Monroe, Makeup dan Rambutnya Jadi Sorotan

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, penampilan baru Dakota Johnson sebagai Marilyn Monroe akhirnya terungkap dan langsung mencuri perhatian. Vanity Fair pada Senin (27/7/2026) merilis first look sang aktris dalam film pendek garapan Maggie Gyllenhaal, Flesh Impact. Johnson tampil nyaris tak dikenali saat memerankan ikon Hollywood tersebut.

Gyllenhaal mengatakan kepada Vanity Fair bahwa sosok Monroe telah begitu dikomodifikasi dan dijadikan mitos, sehingga gambaran tentang dirinya terasa samar. Karena itu, sang sutradara tidak ingin sekadar mengejar kemiripan fisik, melainkan menghadirkan nuansa dan kehadiran Monroe secara lebih personal.

Dalam Flesh Impact, Dakota Johnson memerankan Monroe pada masa puncak popularitasnya. Gestur, atmosfer, serta elemen visual khas sang bintang era klasik menjadi bagian penting dalam membangun karakter tersebut.

Melansir Page Six, Rabu (29/7), pendekatan ini membuat transformasi Johnson terasa berbeda, tetapi tetap menyiratkan esensi Monroe. Menariknya, Gyllenhaal sejak awal sudah membayangkan Johnson sebagai pemeran utama. Keduanya sebelumnya bekerja sama dalam The Lost Daughter (2021).

Gyllenhaal sempat ragu karena Johnson tidak terlalu mirip Monroe secara fisik. Namun, ia kemudian menyadari bahwa kemiripan bukanlah hal utama.

Ditulis dan disutradarai Gyllenhaal, film berdurasi 17 menit ini akan tayang perdana di Festival Film Venice 2026 pada September, sekitar tiga bulan setelah tanggal yang seharusnya menjadi peringatan 100 tahun kelahiran Marilyn Monroe.

Rambut Pirang hingga Tahi Lalat

Keputusan kreatif Gyllenhaal membuat transformasi Dakota Johnson tidak bergantung pada kemiripan wajah semata. Tim produksi memaksimalkan kostum dan tata rias untuk menajamkan karakter. Johnson mengenakan wig pirang pendek, dan tahi lalat khas Monroe turut ditambahkan sebagai salah satu ciri visualnya.

Rambut pirang platinum memegang peranan penting dalam citra Monroe. Lahir dengan nama Norma Jeane Mortenson, ia memiliki rambut cokelat sebelum memutihkannya menjadi pirang platinum—perubahan yang kemudian ikut membentuk persona Hollywood-nya.

Tampilan Dakota Johnson membawa penonton pada periode ketika Monroe berada di puncak ketenarannya. Dalam konteks biografis, Monroe meninggal dunia di usia 36 tahun pada Agustus 1962. Kematian sang aktris dinyatakan sebagai akibat overdosis barbiturat yang tidak disengaja dan kemudian dikategorikan sebagai kemungkinan bunuh diri.

Berbekal elemen-elemen ikonis itu, Flesh Impact menekankan atmosfer dan jejak visual Monroe yang kuat, menghidupkan memori kolektif publik tentang sosok yang telah menjadi mitos dalam budaya populer.

Ellen Burstyn Hadirkan Versi Imajintatif

Selain Dakota Johnson, Ellen Burstyn (93) juga tampil dalam proyek ini. Ia memerankan versi imajinatif Monroe yang berbeda dari sosok yang selama ini dikenal publik, memperlihatkan lapisan lain dari kehidupan sang bintang yang jarang disorot.

Aktris senior tersebut langsung menerima tawaran setelah mendapat pendekatan dari Gyllenhaal. Keterlibatannya di Flesh Impact menambah kedalaman tokoh yang dihadirkan dalam film pendek ini.

Peran Burstyn tidak menggambarkan Monroe secara harfiah. Ia dihadirkan sebagai pencerminan imajinatif yang menyentuh aspek kehidupan sang ikon yang tidak pernah diketahui publik, selaras dengan visi Gyllenhaal untuk menawarkan perspektif personal terhadap figur yang telah lama dimitologikan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading