Sukses

Entertainment

Hiruk Pikuk Bisnis Hiburan, Beyonce dan Marshanda Punya Masalah yang Sama

Apa yang terjadi pada Marshanda adalah kasus klasik dalam dunia hiburan. Memang, nggak semua hubungan orangtua dan anak yang berubah jadi manajer dan client bisa berujung buruk. Tapi pada intinya, saat orangtua berubah peran jadi manajer langsung untuk anaknya yang adalah selebriti maka mereka bisa saja melupakan tugas utama mereka sebagai orangtua.

Yang paling getir, tentu saat anak yang juga artis adalah tulang punggung keluarga – tak jarang orangtua, yang juga berlaku sebagai manajer akhirnya melakukan aturan begitu ketat pada talent yang mereka pegang. Sehingga akhirnya lupa bahwa mereka adalah orangtua yang harus membela hak anak mereka. Demi terjaganya pundi-pundi uang yang masuk, anak benar-benar diatur dan dilarang ini itu. Di titik ini, kasus bisa bergulir sama dramatisnya seperti sinetron di televisi. Ironis, karena Marshanda yang sedang menghadapi kasus ini justru dikenal lewat banyak sinetronnya.

marshanda

Rasanya, puncak kasus Marshanda ini terjadi saat pekan lalu, kabarnya ia ‘dipasung’ oleh Sang Ibu. Dimasukkan rumah sakit, disuntik paksa, termasuk minum obat, selama seminggu. Dan Marshanda, kepada Metro TV, mengaku bahwa ia memang dari kecil sudah dijaga ketat oleh Sang Ibu. Marshanda kemudian mengaku bahwa ia mulai nggak merasa aman, di dalam keluarganya sendiri (pengakuan Marshanda di program “Wide Shot”, Metro TV). Marshanda menambahkan, dari dulu ia sudah menyadari bahwa ia mendapat perlakuan yang tidak nyaman dari keluarga – yang harusnya bisa jadi tempat paling aman baginya.

Kasus ini, menurut pengacara Marshanda, OC Kaligis, sudah diproses di tingkat kepolisian.Kami percaya bahwa Marshanda memang tidak 'sakit' seperti yang dikira orang selama ini. Tapi Xanax yang ia konsumsi sejak masih remaja, sebagai obat tidur (dengan anjuran langsung dari Sang Ibu), sudah pasti punya dampak saat ini.

Di sisi lain, bahkan musisi papan atas, selebriti kelas dunia pun merasakan bahwa nggak selamanya orangtua bisa jadi manajer yang ideal. Beyonce, pada tahun 2011, akhirnya memecat Sang Ayah, Matthew Knowles, yang sejak awal menemani kariernya sebagai penyanyi. Matthew Knowles sudah menjadi manajer Beyonce selama 21 tahun, sampai 2011 kemarin. Beyonce memutuskan untuk memecat Ayahnya setelah Matthew diduga melarikan sejumlah uang. Nggak hanya itu, Beyonce merasa bahwa ia sudah punya cukup ilmu (dari Sang Ayah) untuk mengembangkan karier musiknya sendiri.

beyonce

Kembali ke Tanah Air? Kita tentu masih belum bisa melupakan kasus Arumi Bachsin. Kasus Arumi yang membuat heboh di tahun 2010, sempat jadi konsumsi manis media gosip. Tiada hari tanpa Arumi, perseteruan dengan Ibunya, ia yang melarikan diri dari rumah, dan kasus percintaannya yang ditolak Sang Ibu karena dianggap bisa mengancam karier. Perseteruan Arumi dan Ibunya itu juga sudah sampai ke polisi. Kini setelah menikah, nampak hidup Arumi lebih tenang.

Terlepas dari kabar apapun yang beredar, tidak ada yang lebih mengenal para selebriti itu selain orang tua mereka masing-masing. Namun, untuk menjadi manajer anak mereka, saat para buah hati itu meniti karier di bidang entertainment, selayaknya mereka tak melupakan bahwa mereka tetap orang tua dari orang terkenal. Dan tak ada tugas yang lebih mulia, selain menjadi orang tua. Ketimbang menjadi manajer, lalu malah merugikan anak-anak mereka, baik secara moril maupun material.

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Terbuka Soal Penyakit Mental, Marshanda: Bipolar Bukan Tren
Artikel Selanjutnya
'Sentil' Orang yang Klaim Alami Depresi Bermodal Google, Marshanda: Penyakit Mental Bukan Tren!