Sukses

Entertainment

Jim Brickman hingga Peabo Bryson, Tiga Legenda Satukan Nostalgia di The 90’s Intimate

Fimela.com, Jakarta - Tahun 90-an memang menjadi momen yang tidak terlupakan. Tak heran banyak orang meromantisasi era ini. Termasuk saat Michael Learns to Rock (MLTR) yang hadir di The 90’s Intimate.

“Apa kalian siap untuk kembali ke masa lalu?” tanya Kåre Wanscher, drummer Michael Learns to Rock (MLTR), dari atas panggung The 90’s Intimate yang digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026). Pertanyaan itu langsung disambut sorak riuh ribuan penonton, seolah menjadi isyarat dimulainya perjalanan penuh kenangan.

Ya, karena nostalgia memang menjadi bahan bakar utama yang menghangatkan malam The 90’s Intimate, sebuah perhelatan musik yang dihadirkan oleh Akselerasi Entertainment. Mengusung konsep intim dan penuh memori, konser ini mempertemukan tiga legenda musik lintas generasi dalam satu panggung: Michael Learns to Rock, Jim Brickman, dan Peabo Bryson.

Jim Brickman mendapat kehormatan membuka malam nostalgia tersebut. Pianis peraih dua Grammy Awards ini tampil cerah dan semringah dalam balutan setelan jas berwarna pink. Tepat sekitar pukul 19.00 WIB, Jim Brickman menyapa Jakarta dengan sentuhan piano lembut lewat lagu “Rainbow Connection” yang langsung menghadirkan suasana hangat di dalam Istora.

Hadirkan Malam yang Romantis

Tak sendiri, Jim Brickman juga tampil bersama Rita Effendy membawakan “The Gift”, sebelum melanjutkan ke lagu romantis legendaris “Valentine” yang dirilis pada 1997 bersama Martina McBride. Tanpa perlu aba-aba, ribuan penonton larut dan ikut bernyanyi, menyatukan suara dalam bait-bait cinta yang terasa abadi.

“And even if the sun refused to shine, even if romance ran out of rhyme. You would still have my heart until the end of time. ’Cause all I need is you, my Valentine…”

“Thank you Jakarta! Happy Valentine!” ucap Jim Brickman penuh senyum, tepat sebelum meninggalkan panggung dan menyerahkan suasana pada jeda singkat untuk penataan ulang.

Peabo Bryson Berduet dengan Vina Panduwiata

Sekitar setengah jam kemudian, giliran legenda berikutnya mengambil alih panggung. Peabo Bryson, penyanyi ballad soulful peraih dua Grammy Awards, tampil dengan pesona khas yang tak lekang oleh usia. Di usia 74 tahun, Peabo memang beberapa kali duduk di kursi yang disediakan di atas panggung, namun semangat dan kekuatan emosinya tetap terasa kuat.

Ia membawakan lagu-lagu ikonis seperti “I Wish You Love”, “Show & Tell”, hingga “If Ever You’re in My Arms Again” yang langsung disambut koor penonton. Malam itu terasa semakin istimewa saat Peabo Bryson berduet dengan Vina Panduwinata dalam lagu legendaris “Tonight I Celebrate My Love for You”, menghadirkan momen manis yang sulit dilupakan.

Tak hanya bernyanyi dari atas panggung, Peabo Bryson juga turun mendekati penonton, menyalami mereka di sekitar barikade—sebuah gestur sederhana yang membuat konser ini terasa semakin intim dan personal.

The 90’s Intimate pun membuktikan bahwa musik tak pernah benar-benar menua. Ia hanya menunggu untuk diputar kembali, membawa kamu pulang ke masa-masa paling hangat dalam hidup.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading