Sukses

Entertainment

'The Apprentice: ONE Championship Edition' Trending di Netflix, Beri 5 Pelajaran Bisnis dan Startup

Fimela.com, Jakarta Semenjak tayang secara global di Netflix, program acara 'The Apprentice: ONE Championship Edition' menjadi salah satu acara yang trending di berbagai negara. Serial tanpa naskah yang menantang para kandidat untuk mengasah otak dan otot ini berada di jajaran top 10.

Hal itu diungkap oleh CEO dan Chairman ONE Championship, Chatri Sityodtong di akun media sosialnya. Ia menyebut bahwa serial realitas ini sempat berada di peringkat ketujuh sebagai acara yang paling banyak ditonton saat ini di Indonesia.

Sementara di Singapura, pada saat berita ini ditulis, bahkan acara ini berada di peringkat kedua. Sebuah pencapaian yang sangat menarik ketika mengetahui bahwa platform Netflix kini memiliki jumlah pelanggan lebih 210 juta di seluruh dunia tersebut.

'The Apprentice: ONE Championship Edition' juga menjadi trending di beberapa negara Asia lain seperti India dan Thailand serta beberapa negara Eropa. Hal ini tentu bukan sesuatu yang mengherankan mengingat betapa maraknya perkembangan bisnis dan startup (perusahaan rintisan) di dunia saat ini.

Terlebih, 'The Apprentice: ONE Championship Edition' melibatkan berbagai CEO ternama dari berbagai industri yang mampu memberi gambaran serta tips tentang apa yang dibutuhkan oleh para pemimpin perusahaan. Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik, dan dihimpun dari 13 episode yang ada, berikut adalah lima hal tentang bisnis dan dunia startup yang bisa diterapkan di dunia nyata.

Masalah adalah Peluang

Solusi terbaik untuk berbagai permasalahan dunia kerap datang saat kita bisa membaca masalah yang ada. Ide-ide brilian seperti ojek daring atau video telekonferensi lintas negara mungkin tidak akan muncul jika kemacetan dan pembatasan wilayah tidak terjadi.

Tentu, ini tidak berarti kita harus mensyukuri atau menciptakan masalah. Namun, memang seperti itu adanya, masalah bisa jadi sumber inspirasi. ONE Championship sendiri lahir karena kegelisahan sang founder karena belum adanya properti media olahraga yang mengglobal dari Asia. Padahal, benua kuning adalah tempat lahirnya banyak seni bela diri.

Di 'The Apprentice: ONE Championship Edition', para kandidat ditantang untuk memecahkan permasalahan yang ada. Di salah satu episode misalnya, mereka harus berinovasi menciptakan produk yang relevan bagi para penggemar yang tak bisa hadir langsung untuk menonton ajang ONE Championship.

Menciptakan Pesan

Setelah menciptakan produk yang relevan, salah satu tantangan terberat setelahnya adalah cara menyampaikan pesan. Produk atau jasa yang kita ciptakan akan menyasar pembeli yang punya rasa dan emosi. Maka sebagus apa pun hasil akhirnya, cara menyampaikan pesan adalah yang utama.

Tak jarang konsumen membeli barang atau jasa hanya karena tersentuh oleh pesan yang disampaikan. Hal ini pun terjadi dalam salah satu episode, di mana para kandidat diminta untuk membuat sebuah video marketing tentang bagaimana sebuah perusahaan penanam modal membantu para pengusaha skala mikro dan menengah.

Presentasi adalah Segalanya

Kita sering mendengar pepatah untuk tidak menilai buku berdasarkan sampulnya. Namun, pada kenyataannya, hal itu tidak selamanya akurat. Dalam konteks startup, sampul buku bisa diartikan sebagai presentasi, entah itu dalam bentuk verbal ataupun visual.

Banyak ide brilian yang tak bisa tereksekusi karena kurang kuatnya cara penyampaian gagasan. Para investor adalah orang-orang yang sibuk, dan biasanya mereka tak punya banyak waktu untuk mendengarkan presentasi.

Merekrut Orang yang Tepat

Memilih rekan kerja yang tepat tentu bukan sesuatu yang baru dan berlaku untuk semua perusahaan di berbagai industri. Namun, hal ini terasa semakin vital dalam lingkup perusahaan rintisan karena harfiah pun, mereka tengah mencari bentuk.

Bisa dibayangkan tantangan berat yang harus dijalani jika bekerja dengan orang yang memiliki visi atau komitmen berbeda. Apalagi, perusahaan rintisan dituntut fleksibel karena akan menjalani berbagai perubahan strategi sebelum memiliki fondasi kuat.

 

Visioner

Menjadi perusahaan yang relevan di masa depan adalah target dari setiap perusahaan rintisan. Maka, penting untuk mengetahui seberapa berperan mereka bagi kehidupan masyarakat di masa mendatang. Topik ini pun selalu jadi pembahasan dari setiap episode di 'The Apprentice: ONE Championship Edition.'

Bukan hanya karena demi keberlangsungan perusahaan, tetapi juga untuk meyakinkan para pemangku kepentingan yang terlibat.Beberapa tantangan yang disodorkan kepada para kandidat pun memicu mereka untuk berpikir jauh ke depan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading