Sukses

Fashion

Miliki Sekarang Tenun Ikat Sikka Berpeluang Masuk Industri Fashion Dunia

Fimela.com, Jakarta Tenun Ikat Sikka dari Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tenun ikat pertama yang memperoleh perlindungan hukum kekayaan intelektual pada 2017. Wastra nusantara ini dikenal dengan beragam motif yang cantik dengan cerita dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Menurut Brand Consultant & Trend Researcher Ms Isabel Apaestegui Macedo yang khusus dihadirkan dari Eropa menyebut jika "Folklore" atau cerita rakyat telah mempengaruhi industri desain dan fashion saat ini. Bahkan semakin punya andil di masa mendatang.

Sebab menurutnya lagi, manusia cenderung ingin mengetahui tradisi dan budaya yang diwariskan dari nenek moyang termasuk sejarah dan asal-usul suatu produk. Tentu hal tersebut membuka peluang bagi Tenun Ikat Sikka masuk pasar desain dan fashion kelas atas dunia karena diferensiasinya.

Seperti penggunaan motif flora dan fauna yang memiliki makna di dalamnya serta penggunaan bahan-bahan alami. Tertarik memiliki Tenun Ikat Sikka? Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Tenun Ikat Sikka berkolaborasi dengan Yayasan Sahabat Cipta menyelenggarakan pameran, lelang, dan penjualan Tenun Ikat Sikka pada 15-17 Februari 2019, pukul 09.00-20.00 WIB di Atlet Century Park Hotel, Jakarta.

 

2 dari 2 halaman

Tenun Ikat Sikka Auction & Marketplace 2019

“Selama tiga hari, acara ini akan diisi dengan lelang kain Tenun Ikat Sikka bernilai tinggi, demo pembuatan tenun, pameran kain berusia tua, penjualan kain Tenun Ikat Sikka dengan motif yang dilindungi yang sebagian besar menggunakan pewarna alam, serta pameran dan penjualan produk fashion yang terbuat dari bahan Tenun Ikat Sikka," ujar Ketua Penyelenggara Acara, Ibu Dollaris Riauaty (Waty) Suhadi, Direktur Eksekutif Sahabat Cipta.

Sebanyak 10 orang penenun dan pelaku kreatif tenun dari Kabupaten Sikka juga akan hadir mewakili kelompok-kelompok penenun/pelaku kreatif Tenun Ikat Sikka dari berbagai suku/etnik di Sikka. Tidak hanya lembaran kain, acara ini juga menampilkan produk fashion dari 8 rumah desain dan desainer yang telah berpengalaman “mengolah” kain tenun menjadi produk fashion yang indah dan berkualitas, yaitu: Batik Tenun Njonjah Poenja, LeViCo, Noesa, Niora, Indhe Indonesia Bag, Oriep Indonesia, Racheli, dan Ita Selaras.

Selain sebagai ajang promosi, acara yang bertajuk “Tenun Ikat Sikka Auction & Marketplace 2019” ini bertujuan untuk menggalang dana untuk menguatkan MPIG Tenun Ikat Sikka terutama soal keberlanjutan usaha, pelestarian, dan regenerasi penenun.

MPIG menaruh perhatianserius terhadap permasalahan penenun yang sebagian besar berusia tua. Jika tidak ada regenerasi, Tenun Ikat Sikka terancam punah.