Sukses

Fashion

Makna Pakaian Adat Kalimantan Barat yang Dikenakan Moeldoko berserta Istri

Fimela.com, Jakarta Kita semua tentu tahu jika Indonesia memiliki ragam agama, budaya, ras, hingga bahasa daerah. Maka semboyan Bhinneka Tunggal Ika bukan sesuatu yang asing lagi di telinga masyarakat Indonesia.

Semboyan tersebut pun menunjukan persatuan dan kesatuan yang ada di Indonesia. Serta mencerminkan bahwa walau berbeda, namun masyarakat Indonesia tetap satu tujuan yaitu menjaga tanah air Indonesia dan menghindari perpecahan karena perbedaan.

Menyambut hari Kemerdekaan Indonesia, pada 17 Agustus 2019, Kepala Staf Kepresidenan Indonesia, Moeldoko berserta istri Koesni Harningsih baru-baru ini melakukan pemotretan menggunakan pakaian adat Kalimantan Barat.

Menurutnya, pakaian ini melambangkan ke-Bhinneka Tunggal Ika-an. "Saya asli orang Jawa tapi pakai baju adat Kalimantan Barat, ini membuktikan tidak ada lagi sekat suku, agama, ras dan bahasa. Sebab kita sudah disatukan dengan komitmen bersama, keterikatan atas bangsanya, suku, dan bahasa," ujarnya saat ditemui di Kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat.

Moeldoko mengatakan, jika dirinya merupakan bagian dari Kalimantan. "Saya dulu Pangdam Kalimantan Barat, jadi sangat tepat menggunakan pakaian ini karena saya juga bagian dari Kalimantan," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Pakaian Adat Kalimantan Barat

Moeldoko berserta istri menggunakan pakaian adat Kalimantan Barat-Melayu pontianak, bernuasanya hitam dan putih.

Moeldoko terlihat gagah menggunakan jas dan bawahan hitam, yang dilengkapi dengan selendang, sarung, dan hiasan kepala dengan motif yang sama.

Sedangkan, istri Koesni Harningsih, mengenakan baju kurung bernuasa putih dengan kain bawahan hitam. Dilengkapi dengan penutup dada.

Beberapa hiasan seperti gelang tangan, kalung, riasan kepala pun digunakan ibu Koesni.

Pakaian adat Kalimantan Barat sendiri dibagi menjadi dua, karena Kalimantan Barat didominasi oleh dua suku yaitu dayak dan Melayu. Untuk Dayak bernama King Baba dan King Bibinge. King Baba digunakan oleh pria sementara King Bibinge digunakan oleh para wanita

Sedangkan Melayu, terutama Melayu Sambas, desain, bahan dan cara pemakaiannya sebetulnya sama seperti busana khas melayu lainnya. Perempuannya mengenakan baju kurung dan laki-lakinya mengenakan baju jas tutup.

3 dari 3 halaman

Simak video berikut

#Growfearless with FIMELA

Loading