Sukses

Fashion

5 Fashion Item Kontroversial Gucci, Terbaru di Milan Fashion Week

ringkasan

  • Straitjackets menambah daftar fashion item kontroversial dari fashion house Gucci
  • Gucci pun mendapat sorotan dari media dan media sosial untuk rilisan koleksinya yang dipertanyakan

Fimela.com, Jakarta Gucci, shownya di Milan Fashion Week diwarnai aksi protes dari modelnya sendiri saat membawakan koleksi Spring/Summer 2020. Adalah Ayesha Tan Jones yang menyerang fashion house asal Italia karena membuat fashion item yang menyerupai Straitjackets.

Straitjackets dalam dunia kedokteran merupakan pakaian untuk orang yang menderita penyakit mental. Ia pun menyampaikan protes kerasnya pada Gucci yang disebut menyinggung jutaan orang di seluruh dunia yang mengalami masalah mental health.

Bukan kali ini saja Gucci mengalami masa-masa sulit terkait fashion item-nya yang dinilai kontroversial dan dipertanyakan. Berikut ini beberapa fashion item termasuk kampanye Gucci yang mendapat banyak sorotan media dan media sosial melansir dari fortune.com;

 

1. Indy Full Turban

Fashion item aksesori kepala Indy Full Turban dirilis Gucci dan dijual seharga 800 Dolar AS atau sekitar Rp11,5 juta. Dalam situs Nordstorm, turban tersebut dideskripsikan sebagai “gorgeously crafted turban” that is “ready to turn heads while keeping you in comfort as well as trademark style”.

Reaksi keras datang dari Komunitas Sikh yang dibarengi dengan permintaan maaf dari Nordstorm dan tidak lagi menjual turban tersebut. Menurut mereka, memakai fake Sikhs atau turban lebih buruk daripada menjual Gucci palsu.

Sebab Gucci dianggap meremehkan kepercayaan mereka. Serta kecewa karena Gucci menggunakan simbol keagamaan kaum Sikh untuk mencari keuntungan.

 

2. Sweater Blackface

Pengambilan keputusan yang butuk oleh Gucci lainnya adalah lewat penjualan sweater balaclava hitam. Sweater turtleneck dengan aksen cut out pada bagian mulut yang menampilkan bibir merah tebal.

Kali ini perusahaan meminta maaf dan menyebutnya sebagai momen pembelajaran yang kuat. “Kami menganggap keragaman sebagai nilai fundamental untuk ditegakkan sepenuhnya, dihormati, dan menjadi garis depan setiap keputusan yang kami buat,” tulis pihak Gucci kala itu.

 

 

3. Jaket 'homage' Dapper Dan

Media sosial menyoroti jaket Gucci yang disebut menjiplak karya Dapper Dan. Yaitu jaket berbulu dengan lengan balon berukuran ekstra dalam Gucci double-G logo.

Gucci dalam sebuah pernyataan mengatakan jika mantel tersebut sebagai bentuk penghormatan. Sementara para kritikus menyebutnya sebagai perampasan hak kulit hitam.

 

4. Logo Desain Kemeja

Kurang dari sebulan setelah tuduhan Dapper Dan, dua desainer lain menuduh Gucci mencuri desain mereka. Stuart Smythe dan Milan Chagoury, desainer untuk Stay Bold, mencatat kemiripan unsur-unsur pada kemeja Gucci.

Mereka mencocokkannya dengan logo yang dibuat empat tahun sebelumnya. Saat itu Gucci mengeluarkan pernyataan yang tidak jelas dan mengatakan mereka telah menghubungi kedua desainer tersebut.

Straitjackets

Direktur kreatif Gucci, Alessandro Michele pun segera merespons protes model Ayesha Tan Jones yang berjalan di runway-nya . Ia mengemukakan pemikirannya tentang kemanusiaan dan seragam.

"Seragam adalah sesuatu yang menghalangi atau menghambat dan membuat tidak memiliki identitas. Itu juga membuatmu mengikuti arah perjalanan. Dan Straitjacket adalah the highest type of uniform," ujar Alessandro Michele.

Dalam postingan di akun Instagram @gucci, mereka juga menjelaskan jika seragam, pakaian utilitarian, pakaian normatif, termasuk straitjackets tidak akan dijual. Alessandro mendesain pakaian blank-style clothes untuk mewakili bagaimana mode memiliki peran sebagai kontrol sosial yang menghilangkan ekspresi diri hingga menentukan norma sosial.

Simak Video Menarik Berikut Ini

#GrowFearless with FIMELA 

Loading
Artikel Selanjutnya
8 Tren Sepatu Spring/Summer 2020 Nyaman dan Elegan
Artikel Selanjutnya
Semangat Egaliter dalam Kampanye Gucci Cruise 2020