Sukses

FimelaMom

Tips Menjadi Orangtua yang Jadi Tempat Aman Emosional Anak, Bikin Si Kecil Tumbuh Lebih Percaya Diri

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, menjadi orangtua bukan hanya soal memastikan anak makan cukup, tidur tepat waktu, dan sekolah di tempat terbaik. Ada satu hal yang sering luput, tapi justru sangat menentukan tumbuh kembang anak, yaitu rasa aman secara emosional. Saat anak merasa diterima, didengar, dan dicintai tanpa syarat, mereka akan tumbuh dengan kepercayaan diri yang lebih kuat.

Rasa aman emosional membuat anak lebih berani mencoba hal baru, lebih mampu mengelola emosi, dan lebih siap menghadapi tantangan sosial. Anak juga jadi lebih terbuka untuk bercerita, meminta bantuan, dan membangun hubungan yang sehat dengan orangtua, orang lain, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.

Dilansir dari Kidazzle.com, anak yang merasa aman secara emosional cenderung lebih mudah belajar, lebih stabil secara emosi, dan memiliki kemampuan sosial yang lebih baik. Rasa aman ini terbentuk dari hubungan yang hangat, konsisten, dan penuh kehadiran dari orangtua dalam kehidupan sehari-hari.

1. Hadir Secara Emosional, Bukan Hanya Fisik

Banyak orangtua sudah bersama anak setiap hari, tapi belum tentu benar-benar “hadir”. Hadir secara emosional berarti mau mendengarkan cerita anak, merespons perasaannya, dan tidak meremehkan apa yang mereka rasakan.

Saat anak bilang sedih, takut, atau marah, hindari langsung menyuruh mereka berhenti menangis. Coba validasi dulu perasaannya, seperti, “Kamu sedih ya, nggak apa-apa kok ngerasa begitu.” Dari situ, anak belajar bahwa emosinya diterima dan aman untuk diungkapkan.

2. Tetapkan Aturan yang Jelas dan Konsisten

Mungkin terdengar bertolak belakang, tapi batasan justru membuat anak merasa lebih aman. Aturan yang jelas membantu anak memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, sehingga dunia terasa lebih bisa diprediksi dan tidak membingungkan.

Konsistensi juga penting. Jika hari ini boleh begadang dan besok dimarahi karena hal yang sama, anak bisa merasa bingung dan tidak aman. Aturan yang konsisten membuat anak percaya bahwa orangtuanya bisa diandalkan.

3. Bangun Rutinitas yang Memberi Rasa Stabil

Rutinitas seperti jam tidur, waktu makan bersama, atau ritual sebelum tidur memberi sinyal pada anak bahwa hidup mereka teratur dan aman. Rutinitas membantu anak merasa tenang karena tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Hal sederhana seperti membacakan cerita sebelum tidur atau sarapan bersama setiap pagi bisa menjadi momen emosional yang sangat berarti bagi anak, sekaligus memperkuat ikatan dengan orangtua.

4. Tunjukkan Bahwa Anak Diterima Apa Adanya

Anak perlu tahu bahwa mereka dicintai bukan karena prestasi atau perilaku baik saja, tapi juga saat mereka melakukan kesalahan. Saat anak merasa diterima tanpa syarat, mereka akan lebih percaya diri dan tidak takut gagal.

Berikan pujian pada usaha, bukan hanya hasil. Misalnya, “Mama bangga kamu sudah berusaha,” bukan hanya, “Kamu pintar banget.” Ini membantu anak membangun rasa aman terhadap dirinya sendiri.

5. Beri Anak Kesempatan untuk Bertanggung Jawab

Memberi tanggung jawab kecil seperti merapikan mainan atau membantu menyiapkan meja makan membuat anak merasa dipercaya dan dibutuhkan. Rasa mampu ini penting untuk membangun kepercayaan diri dan keamanan emosional.

Anak jadi merasa dirinya punya peran di dalam keluarga, bukan sekadar penerima perintah. Ini memperkuat rasa memiliki dan keterikatan emosional dengan rumah.

6. Jadilah Tempat Pulang Saat Anak Mengalami Masalah

Saat anak mengalami konflik dengan teman atau gagal dalam sesuatu, jadilah tempat pertama yang membuat mereka merasa aman untuk bercerita. Dengarkan tanpa langsung menghakimi atau menyalahkan.

Alih-alih langsung memberi solusi, ajak anak berpikir bersama, “Menurut kamu, apa yang bisa dilakukan supaya besok lebih baik?” Cara ini membantu anak belajar memecahkan masalah sekaligus merasa didukung.

7. Jangan Ragu Mencari Bantuan Jika Dibutuhkan

Jika anak menunjukkan kecemasan berlebihan, sulit berpisah, atau perubahan perilaku yang signifikan, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan profesional. Mencari bantuan bukan berarti gagal sebagai orangtua, justru menunjukkan kepedulian yang besar terhadap kesejahteraan anak.

Kesehatan emosional anak sama pentingnya dengan kesehatan fisik, dan keduanya perlu diperhatikan sejak dini.

Menjadi tempat aman emosional bagi anak bukan soal menjadi orangtua yang sempurna, tapi tentang hadir, konsisten, dan penuh kasih. Dengan hubungan yang hangat dan lingkungan yang stabil, anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri, empati, dan ketahanan emosional yang kuat.

Penulis: Siti Nur Arisha

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading