Sukses

Fashion

Deretan Momen Fashion Fenomenal yang Mengubah Dunia

Fimela.com, Jakarta Fashion tak hanya masuk sebagai persoalan kelas dua sebab banyak dampak besar yang mengubah dunia. Beberapa momen ini mendapat perhatian dunia dan bisa jadi akan mengubah industri fashion ke depannya.

Melansir Glamour.com, satu kesimpulan yang didapat dari berbagai momen fashion 2019 adalah indikasi sekaligus harus diwaspadai untuk tahun 2020. Misalnya Chanel yang terus menunjukkan arah baru setelah kehilangan Karl Lagerfeld, layanan penyewaan busana yang bisa menjadi tren belanja, sampai kekuatan tas kecil yang membawa pengaruh besar.

Berikut momen mode paling berkesan di tahun 2019 yang kelak akan menjadi catatan sejarah fashion untuk dikenang. Apa saja?

Fashion Bawa Pesan yang Mengubah Dunia

Fashion juga memainkan peran pendukung yang penting dalam politik baik secara sengaja atau tidak. Seperti Melania Trump yang memakai jaket kontroversial "I really don’t care, do u?" atau meme mantel Max Mara merah Nancy Pelosi.

Namun adegan di pelantikan Kongres AS ke-116 secara kolektif adalah perayaan budaya dan represnetasi yang diceritakan lewat pilihan busana. Selain memecahkan jumlah anggota perempuan terbanyak yang dilantik, beberapa dari mereka memasukkan pakaian dan aksesori mengirim pesan kuat seperti Rashida Tlaib yang memakai busana tradisional Palestina.

 

J.Lo kembali memakai busana paling ikonis

Tahun 2019 bisa jadi milik J.LO, mendapat penghargaan Fashion Icon di CFDA pada Juni dan mendapat pujian untuk perannya di film Hustlers yang tayang pada September.

Namun momen yang membuat industri mode menjadi gempar adalah ketika Lopez menutup show Spring / Summer 2020 Versace dengan gaun ikonis berdesain hijau yang pernah dipakainya pada Grammy pada 2000.

 

Chanel memulai babak baru setelah kepergian Karl Lagerfeld

Industri fashion dunia kehilangan desainer ikonis yang kontroversial Karl Lagerfeld. Namun kepergian Lagerfeld diikuti dengan babak baru di fashion house Chanel dengan penunjukan Virginie Viard sebagai direktur kreatif.

 

Sewa pakaian jadi bisnis miliaran dolar

Pada bulan Maret, Rent the Runway secara resmi menjadi merek bernilai miliaran dolar. Pada bulan Mei, layanan sejenisnya Loft memperkenalkan penyewaan pakaiannya sendiri yang menawarkan berbagai gaya ukuran inklusif. Di bulan Agustus, Urban Outfitters memulai layanannya sendiri dengan Nuuly. Bahkan H&M mengumumkan pada Oktober bahwa mereka akan mulai menguji layanan penyewaan untuk koleksi Eksklusif.

Layanan ini memiliki manfaat yang jelas: memberikan banyak pilihan gaya, menghemat uang pembeli, dan mempromosikan lebih sedikit konsumsi. Dan sementara bentuk-bentuk ritel lainnya sedang menderita, booming opsi-opsi penyewaan memberikan gambaran bagaimana gaya belanja dapat berubah seperti yang kita ketahui. Paling tidak, pada tahun 2020.

 

Tas kecil memberi energi besar

Pada awal tahun lalu, orang akan menduga jika tren tas mungil yang tidak masuk akal telah berjalan dengan baik, seperti tren yang tampaknya tidak praktis untuk dilakukan.

Tahun ini, Rihanna mengajukan banyak pertanyaan ketika dia berjalan melewati bandara dengan tas Delvaux yang mungil. Kemudian pada bulan lalu Lizzo meluncurkan meme viral sambil membawa dompet Valentino sebesar kelingking di AMA. Singkatnya, tas mikro menjadi opsi aksesori ironis di era emansipasi yang semakin berkembang.

 

Pamitan

Baik merek fast fashion sampai salah satu department store mewah ikonis di New York berpamitan di tahun 2019. Forever 21 mengumumkan kebangkrutan dan berencana menutup hingga 178 toko di AS.

Setelah itu Barneys New York juga mengumumkan hal yang sama. Dari pihak desainer, Zac Posen menutup bisnis eponymous-nya yang telah eksis selama hampir 20 tahun yang identik dengan gaun malam yang mencuri perhatian di karpet merah.

 

Simak Video Menarik Berikut

#GrowFearless with FIMELA 

Loading
Artikel Selanjutnya
Givenchy Rilis Kolaborasi Eksklusif dengan Onitsuka Tiger di Pitti Uomo 2019
Artikel Selanjutnya
Melihat Presentasi Tahun Tikus dalam Koleksi Terbaru Burberry