Sukses

Fashion

Bulgari Jadi Sponsor Ilmuwan Perempuan Peneliti COVID-19 di Amerika Serikat

Fimela.com, Jakarta Bulgari melanjutkan komitmennya untuk mendukung perjuangan global melawan COVID-19 melalui Bulgari Women & Science Fellowship yang baru dibuat dalam penelitian COVID-19 di The Rockefeller University. Program ini mendukung mahasiswa perempuan dan sarjana postdoctoral yang sedang mempelajari virus ini di lembaga penelitian biomedis New York.

Bulgari telah berkontribusi dalam penanganan COVID-19 sejak menjadi pandemi. Mengubah fasilitas manufaktur wewangiannya menjadi produksi hand sanitizer untuk disumbangkan ke rumah sakit di seluruh Italia, Swiss, dan Inggris.

Bulgari juga menciptakan Bulgrai Virus Free Fund untuk mendukung studi COVID-19 di pusat penelitian, termasuk Lazzaro Spallanzani National Institute of Infectious Diseases Roma dan Jenne Institute Universitas Oxford yang mengembangkan vaksin COVID-19 bekerja sama dengan AstraZeneca.

Progran The Rockefeller University menjadi proyek pertama di Amerika yang menerima dukungan keuangan dari Bulgari Virus Free Fund. Ini sesuai dengan Women & Science Initiative milik sekolah. Berupaya memajukan karier ilmuwan wanita yang secara historan kurang diperhatikan. Saat ini ada lebih dari 75 ilmuwan perempuan yang mengerjakan proyek terkait COVID-19 di universitas tersebut.

 

Memilih 3 peneliti perempuan

“Sebagai merek mewah dengan posisi terdepan dalam kesetaraan gender dan kekuatan feminin serta hubungan istimewa sebagai pembuat perhiasan dengan wanita yang kuat dan tangguh, kami ingin mendukung ilmuwan dan peneliti wanita yang mewujudkan kemampuan untuk mengejar jalur baru dalam penelitian dan dalam pengembangan terapi baru, ”kata CEO Bulgari Jean-Christophe Babin.

Para perempuan yang tergabung di Women & Science Fellows Bulgari 2020-2021 adalah Frauke Muechsch, Ph.D., dan Inna Ricardo-Lax, Ph.D. Mereka merupakan postdoctoral di bidang virologi. Sementara Sandra Nakandakari, seorang mahasiswa pascasarjana di bidang imunologi. Ketiganya beralih dari bidang penelitian normal mereka tahun lalu untuk membantu upaya global untuk mengidentifikasi pengobatan baru dan penyembuhan COVID-19.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Loading
Artikel Selanjutnya
Awal Ramadan, Anisa Rahma Positif Covid-19 Hingga Gunakan Alat Bantu Pernapasan
Artikel Selanjutnya
Waspadai Parosmia Setelah Terinfeksi COVID-19, Indra Penciuman Menjadi Sangat Kacau