Sukses

Fashion

Breitling Hadirkan Navitimer Cosmonaute Artemis II Sebagai Warisan Jam Tangan dari Dunia Antariksa

Fimela.com, Jakarta - Navitimer sudah lama dikenal sebagai salah satu ikon dalam dunia jam tangan pilot yang memiliki sejarah panjang di industri horologi. Sejak awal kemunculannya, model ini tidak hanya digunakan sebagai alat bantu penerbangan, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari perjalanan eksplorasi manusia di udara hingga luar angkasa.

Sahabat Fimela, perjalanan penting Navitimer semakin kuat ketika masuk ke era eksplorasi di luar angkasa pada awal 1960-an. Pada periode ini, kebutuhan akan instrumen waktu yang lebih spesifik mulai muncul terutama untuk mendukung aktivitas astronaut di orbit yang memiliki kondisi waktu yang berbeda dari bumi.

Salah satu momen paling penting terjadi ketika Scott Carpenter dari program Mercury 7 meminta Breitling untuk membuat jam tangan Navitimer khusus dengan tampilan 24 jam. Permintaan ini datang dari kebutuhan untuk membedakan siang dan malam saat berada di luar angkasa, yang kemudian menjadi dasar lahirnya Navitimer Cosmonaute.

Seiring waktu, Navitimer Cosmonaute terus menjadi bagian dari berbagai misi luar angkasa dan digunakan oleh sejumlah astronaut dalam berbagai era. Hal ini membuatnya tetap relevan sebagai simbol yang menghubungkan dunia penerbangan dengan eksplorasi luar angkasa hingga saat ini.

Kisah Awal Navitimer yang Ikut Terbang ke Luar Angkasa bersama Scott Carpenter

Navitimer Cosmonaute berawal dari permintaan Scott Carpenter yang merupakan bagian dari program Mercury 7. Ia meminta Breitling membuat versi khusus Navitimer dengan tampilan 24 jam agar bisa membedakan siang dan malam saat berada di orbit.

Perbedaan kondisi waktu di luar angkasa membuat jam tangan biasa tidak lagi cukup untuk kebutuhan navigasi personal. Dari situ, desain Cosmonaute dikembangkan untuk menyesuaikan kondisi tersebut tanpa menghilangkan identitas Navitimer.

Pada 24 Mei 1962, Scott Carpenter menggunakan Navitimer Cosmonaute dalam misi Aurora 7 saat mengorbit bumi tiga kali. Momen ini menjadi salah satu penggunaan awal Swiss wristwatch di luar angkasa dalam kondisi nyata.

Sahabat Fimela, penggunaan tersebut kemudian memperkuat posisi Navitimer sebagai jam tangan yang tidak hanya berfungsi di darat atau udara, tetapi juga mampu mendukung kebutuhan waktu di luar angkasa.

Karakter dan Sentuhan Desain Modern pada Navitimer Cosmonaute Artemis II

Navitimer Cosmonaute Artemis II hadir sebagai edisi terbatas dengan jumlah produksi hanya 450 unit. Jam tangan ini menggunakan Breitling Manufacture Caliber B02 dengan sistem manual winding serta fungsi chronograph dan tampilan 24 jam.

Salah satu elemen paling khas dari edisi ini adalah penggunaan dial berbahan meteorit dengan warna galaxy blue. Material ini berasal dari batu luar angkasa yang mengandung besi dan nikel serta membentuk pola alami Widmanstätten.

Sahabat Fimela, setiap dial memiliki karakter yang berbeda karena pola tersebut terbentuk secara alami di luar angkasa. Hal ini membuat tidak ada dua jam tangan yang benar-benar sama dalam edisi kali ini.

Dari sisi desain, jam tangan ini tetap mempertahankan elemen ikonik Navitimer seperti circular slide rule, logo AOPA wings, dan layout tiga subdial chronograph. Warna biru pada dial dipadukan dengan aksen merah pada jarum detik serta strap alligator biru yang melengkapi keseluruhan tampilan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading