Sukses

Fashion

Diary Fimela: Saat Sepi Job EO Orderan Sandal Kulit Ramai Lagi

Fimela.com, Jakarta Di era new normal, kita dipaksa hidup berdampingan dengan Covid-19 dan bertahan hidup dengan cara masing-masing. Dalam perjalanannya, kita pun harus berkompromi dengan pandemi termasuk saat harus rehat sejenak dari pekerjaan utama.

Seperti Rockasih Sakri yang akrab disapa Ocka, ia harus menerima kenyataan saat main job-nya mendadak disetop di awal pandemi. Sebagai pekerja event organizer yang menanungi berbagai acara bergengsi di dalam dan luar kota, ia benar-benar tidak bisa berkutik karena akses yang dibatasi.

Hingga akhirnya ia mulai menghidupkan usaha kulit yang 'mati suri' sejak 2017 bersama eks teman kerjanya Frans. Mereka sama-sama kesulitan membagi waktu karena masih dituntut untuk fokus ke pekerjaan utamanya.

"Pas pandemi awal banget semua kerjaan mendadak harus disetop, saat itu lagi handle event fashion besar. Bingung mau ngapain, akhirnya jadi fokus dengan Roccafrans bikin desain baru sandal dan sepatu," cetus Ocka saat ngobrol bareng Fimela via telepon belum lama ini. 

Mematenkan nama Roccafrans sebagai brand sandal dan sepatu kulitnya, ia pun kembali mencoba peruntungan dengan menyeriusi bisnis secara online. Ia menyadari dengan modal minimalis, pilihan made to order menjadi model bisnis paling pas untuknya.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by ROCCAFRANS (RF) (@roccafrans)

Jual Online dengan Pengalaman Offline

Meski berjualan secara online, Ocka tetap bekerja dengan cara konvensional. Di mana ia selalu mengirimkan sample pada customer yang memesan untuk memastikan ketepatan ukuran serta kenyamanan.

"Karena produk handmade, penginnya benar-benar pas dan enak dipakai. Jadi setiap yang beli aku pasti kirimin sample. Bahkan sampai ke Maluku dan Papua," lanjutnya.

Ia pun meminta customer untuk mengukur panjang kaki agar semakin tepat akurasinya. Disertai keterangan lain seperti bantalan dibuat lebih empuk atau sesuai standar sampai tinggi heels.

"Selain itu, aku juga selalu meminta input yang paling common adalah mereka bilang enggak bau kulit dan lem. Aku juga terbuka soal kekurangan jadi bisa didiskusikan untuk membuat produk lebih baik lagi," jelasnya. 

Ocka merasa beruntung dipertemukan dengan pengrajin suami istri asal Bandung yang merealisasikan semua desain sandal dan sepatunya. Begitu juga dengan pasutri pengrajin yang merasa terbantu dengan pesanan dari Ocka di masa pandemi yang ikut mematikan pekerjaan mereka.

"Sebelumnya sempat dapat pengrajin yang 'ngakalin', pernah ditipu, dan banyak kejadian enggak enak lainnya. Sampai akhirnya ketemu bapak-ibu ini, saat itu aku hunting pengrajin, selain lihat skill-nya, keluarga ini memang butuh dibantu, jadi combo bahagianya," lanjutnya.

 

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by ROCCAFRANS (RF) (@roccafrans)

Lingkungan Model dan Selebritas

Selain berprofesi sebagai pekerja EO, Ocka juga menyambi fashion stylist. Koneksi dengan para model dan selebritas juga intens karena kerap mengurusi event fashion show bergengsi.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by ROCCAFRANS (RF) (@roccafrans)

Ia pun tak keberatan membawa-bawa gembolan sample sepatu saat bekerja di belakang panggung. Dari situ pamor Roccafrans terus tersulut dari mulut ke mulut.

Sederet model ternama sampai selebritas seperti penyanyi Raisa dan Sivia Azizah pun sudah mencoba hasil sepatu dan sandal homemade-nya. Termasuk para influencer dan selebgram ternama yang sudah jadi pelanggan loyalnya.

"Anak-anak model sudah tahu banget kalau aku produksi sepatu dan sandal. Pernah juga dikasih kesempatan buat sepatu dan sandal untuk dipakai desainer di fashion show," tuturnya lagi.

Dengan range harga mulai dari Rp400 ribu sampai Rp2 juta, kreasi sepatu dan sandal kulit Ocka sudah dikenal di kalangannya. Belakangan ia banyak membuat sepatu pengantin dengan payet yang dijahitnya sendiri serta koleksi boots untuk pria.

"Inginnya usaha ini bisa berkembang dan tambah besar. Jujur saat pandemi ini pesanan sedang banyak-banyaknya karena memang difokusin. Semoga 1-3 tahun lagi bisa punya showroom dan workshop sendiri sambil membuka lowongan pekerjaan buat banyak orang," tutupnya.

Simak Video Berikut

#Elevate Women 

Loading
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: Sukes Berbisnis, Herlina Puspita Dewi Buktikan Usaha Tak Khianati Hasil
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: Produk Fashion Bertema Budaya Betawi Makin Laris Saat Pandemi