Sukses

Fashion

Diary Fimela: Produk Fashion Bertema Budaya Betawi Makin Laris Saat Pandemi

Fimela.com, Jakarta Jakarta merayakan ulang tahunnya ke-494 tahun ini. Sudah dua tahun ini selebrasi HUT DKI 22 Juni digelar di masa pandemi. Namun bukan berarti keriaan dihentikan, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk ikut berpartisipasi dalam mengingat hari jadi ibukota tercinta.

Salah satunya seperti memakai sesuatu yang mengingatkan kita dengan Jakarta atau budaya Betawinya. Kita bisa mendapatkan beragam produk fashion bertema Jakarta dan Betawi lewat koleksi dari brand lokal Tioria by Caramia.

 

Merek fashion yang diinisiasi oleh Thekla Odelia Caramia ini hadir sejak tahun 2017. Kala itu ia baru pulang ke Jakarta setelah menyelesaikan studi desain dan fashion di Amerika. 

Awalnya ia memulai usaha dengan batik cap yang dipelajarinya secara otodidak. Seiring berjalan waktu, ia memutuskan untuk memiliki produk autentik yang juga disenanginya alhasil jadilah fashion item bernuansa Jakarta.

"Awalnya enggak langsung kebudayaan Betawi, tapi hal yang menarik dari Jakarta adalah kemacetannya. Dari situ baru aku menemukan banyak unsur budaya dan cerita keren yang relate dengan Betawi, ada ondel-ondel, asinan, Kota Tua, dan masih banyak lagi," ujar Caramia saat event virtual peringatan HUT ke-494 DKI Jakarta bareng Tokopedia, Selasa (22/6).

Produk Fashion Stylish dan Sesuai Kebutuhan

Segala hal dari keindahan sampai kesemrawutan Jakarta menjadi inspirasi yang dipersepsikan dengan motif penuh warna lewat produk fashion. Awalnya produk yang dipilih adalah mudah dijadikan sebagai kado atau oleh-oleh seperti scarf.

"Aku menafsirkan dari kacamata seniman dengan autentik membuat motif dengan kekhasan Jakarta dan Betawi. Dari kerak telor, asinan, sampai ondel-onel yang dibuat keren dan stylish," lanjutnya.

Sampai perjalanan Tioria by Caramia menghadapi tantangan di masa pandemi Covid-19 yang berimbas pada penurunan penjualan sampai 70 persen. Jika biasanya penjualan dari bazar ke bazar, tiba-tiba segala event mengalami pembatasan kegiatan dan aktivitas bisnis beralih ke ranah digital.

"Setelah mulai serius penjualan online, omzet naik 3 kali lipat dibanding tahun lalu dan 60 persennya dari ecommerce. Kami juga menyesuaikan dengan kebutuhan customer seperti membuat masker, tas lipat yang bisa langsung dicuci kering" kenangnya.

 

Tips Bertahan di Masa Pandemi

Selain ekspansi ke digital Eksistensi saat pandemi menjadi kunci agar masyarakat mengetahui jika brand tetap bertahan. Begitu juga saat nyemplung ke digital jangan setengah-setengah atau asal melainkan harus dimaksimalkan. 

"Seperti update foto, membuat tampilan toko online terlihat menarik, ikut kampanye ecommerce seperti di Tokopedia ada Bangga Beli Indonesia. Dari situ makin kenal dengan brand lokal lainnya yang siapa tahu jika ada kecocokan bisa menjalin kolaborasi," lanjutnya. 

Menurutnya kompetitor bukan hanya sebagai rival melainkan partner untuk membuat usahanya semakin berkembang lagi. Serta mencari cara terus mencari pelanggan baru dengan memanjakan pelanggan lama agar semakin loyal dan royal.

Di samping mencari cuan, Caramia merasa beruntung bisa mengerjakan hal yang disukainya sebagai sumber pendapatan sekaligus menjaga nilai budaya sebagai generasi muda. "Semoga lewat usaha ini semakin banyak anak muda yang bangga menggunakan produk lokal sekaligus ikut melestarikan budaya khas Betawi agar tidak punah," tutupnya.

Lihat Video Menarik Berikut

#Elevate Women 

Loading
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: Memanfaatkan Momen Pandemi untuk Menghadirkan Homewear yang Ramah Ibu Hamil dan Menyusui
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: Berawal dari Produk Brewok, Haum Mengembangkan Bisnis Membuat Skincare Unisex