Sukses

Fashion

Diary Fimela: Kolaborasikan Kain Tenun yang Tradisional Dengan Desain Modern Melalui Brand Fashion Dakara Indonesia

Fimela.com, Jakarta Fashion menjadi hal yang banyak digandrungi anak muda dan seakan menjadi perhatian setiap harinya. Tidak hanya sebagai konsumen fashion, bisnis fashion pun banyak dibangun dan dikembangkan terutama dari kalangan muda. Namun, ada sebuah brand fashion bertema etnik yang menggabungkan tenun tradisional dengan desain modern yaitu Dakara Indonesia.

Dakara Indonesia adalah usaha yang bergerak dibidang fashion etnik yang menggunakan bahan tenun ikat dan lurik. Dibangun oleh seorang perempuan bernama Ayu Purnama dengan motivasi awal karena ingin memperkenalkan kain tenun itu pada kaum-kaum milenial dan harus bangga menggunakan tenun, seperti tagline Dakara yaitu gaya dan berbudaya.

Inovasi Dakara Indonesia Bertahan Dikala Pandemi

Saat pandemi terasa sekali dampaknya bagi Dakara Indonesia, omset kami terjun bebas, tidak ada yang beli pakaian fashion, dimana orang-orang lebih mengutamakan kesehatan. Pada awal mulanya pakaian di Dakara Indonesia hanya berfokus pada baju wanita dan pria, yaitu berupa outer, kemeja,  baju, dress, dan celana.

Ayu pun tidak berhenti mencari celah yang sesuai dengan produk fashionnya di masa pandemi. Ayu pun melakukan riset dan mencari peluang tentang produk fashion ketika prioritas masyarakat terfokus pada kesehatan tapi tetap menggunakan bahan kain tenun. Kemudian muncul sebuah ide untuk membuat masker dan weistbag dalam satu set.

“Namun ketika pandemi, kami diharuskan untuk membuat inovasi agar produk kami dapat diterima oleh kostumer. Dan kami mulai mencoba memproduksi craft seperti weistbag, topi, dan juga masker,” tutur Ayu dalam Jakarta Hajatan ke-495 yang diselenggarakan Tokopedia (21/6).

Inisiatif ini datang dari pikiran bahwa masyarakat cenderung mulai menjalani gaya hidup sehat dan berolahraga. Jadi dengan adanya inovasi ini masyarakat tentang bergaya dan berbudaya ketika kegiatan outdoor. Dakara juga mulai membuka toko online di marketplace di Indonesia yang sangat membantu dalam penjualan produk dari Dakara sendiri.

Memberdayakan Ibu Rumah Rusun dalam Proses Produksi

“Ketika itu saya punya kenalan ibu-ibu di lingkungan rumah susun yang benar-benar terdampak pandemi. Dan akhirnya saya berinisiatif untuk produk tersebut mereka yang buat, dari awalnya Cuma satu orang hingga saat ini terus bertambah hingga saat ini,” kata Ayu.

Ibu-ibu rumah rusun yang diberdayakan berasal dari daerah Jakarta. Mereka bergaram, mulai singel parent hingga lansia. Ibu-ibu ini diajak membuat masker, tas pinggang, obi, dan lainnya. Sedangkan untuk produksi outer, blouse, celana, hingga tunik.

“Jadi mayoritas memang melibatkan ibu-ibu yang butuh sokongan ekonomi. dengan adanya Dakara Indonesia mereka jadi tergerak juga dalam kegiatan ekonomi kreatif,” ucap Ayu. Setiap bahan kain tenun produk dari Dakara Indonesia dipasok dari Cipara dan Klaten.

Tips Berjualan Online Dari Owner Dakara Indonesia

Ayu berbagi tips berjualan online dari pengalamannya menjalankan Dakara. Ayu mengatakan bahwa hal yang paling utama untuk diperhatikan pelayanan terhadap pelanggan. Dakara selalu berusahan menjadikan kostumer itu raja, apapun yang disampaikan, keluh kesah, semuanya harus dilayani dengan baik.

“Di bagian ulasan di online, siapa pun bisa lihat, jadi bagaimana kita mempertahankan ulasan positif tersebut agar diliat kostumer lain secara positif. Kuncinya ada di produk yang baik, kualitas yang baik, dan pelayanan baik agar toko kita bisa dinilai posistif oleh masyarakat. Kalau berdasarkan pengalaman saya, saya aktif mengikuti kampanye dan tips yang diadakan Tokopedia, yang alhamdulillah menambah kostumer Dakara Indonesia dan omset juga mengalami peningkatan,” tutup Ayu.

Penulis: Tasya Fadila

#Women for Women

Loading