Sukses

Fashion

Wilsen Willim Hadirkan Koleksi Lunar 2026 dengan Nuansa Peranakan Modern yang Elegan

Fimela.com, Jakarta - Perubahan menjadi hal yang tak terpisahkan dari perjalanan budaya dan gaya hidup, termasuk dalam cara masyarakat merayakan Tahun Baru Imlek. Melalui hal tersebut, Wilsen Willim menghadirkan koleksi Lunar 2026 yang merefleksikan dinamika generasi masa kini tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya. Terinspirasi dari filosofi “when the wind of change blows, some people build walls, others build windmills”, Wilsen melihat perubahan sebagai pergerakan penting dalam konservasi nilai budaya sekaligus ruang untuk terus berkarya.

Jika koleksi Imlek umumnya identik dengan warna-warna cerah dan tampilan yang penuh semarak, kali ini Wilsen Willim memilih pendekatan berbeda melalui palet warna yang lebih matang dan elegan. Merah gelap, biru tua, biru langit, abu-abu gelap, abu-abu muda, putih, dan hitam menjadi warna utama yang mendominasi koleksi. Pilihan ini berangkat dari realitas bahwa setiap keluarga memiliki kebiasaan berbeda dalam merayakan Imlek, dan penggunaan warna hitam serta putih kini tak lagi dianggap tabu selama tidak ditampilkan sebagai simbol berkabung.

Melalui koleksi Lunar 2026, Wilsen Willim juga menjawab kebutuhan generasi muda yang menginginkan busana Imlek yang tetap dinamis, tidak terlalu mencolok, dan dapat dikenakan kembali dalam keseharian. Seluruh koleksi dirancang dengan karakter elegan, modis, dan timeless, menjadikannya tidak hanya relevan untuk momen perayaan, tetapi juga untuk berbagai kesempatan setelah masa festive berlalu.

Palet Warna Dewasa yang Tetap Menghormati Tradisi

Warna menjadi elemen penting dalam koleksi Lunar 2026. Selain merah sebagai simbol keberuntungan, Wilsen menghadirkan warna-warna netral dan gelap yang memberikan kesan lebih dewasa dan fleksibel. Hitam ditampilkan sebagai warna yang kuat dan otoritatif, sementara putih memberi kesan suci dan mudah dipadukan. Kombinasi ini memberikan alternatif baru bagi mereka yang ingin tetap merayakan Imlek tanpa harus tampil terlalu mencolok.

Pendekatan warna ini juga mencerminkan pergeseran cara pandang terhadap tradisi, di mana ekspresi personal menjadi bagian dari perayaan, tanpa harus menghilangkan makna budaya yang terkandung di dalamnya.

Ragam Potongan Busana yang Mudah Dipadu Padan

Koleksi ini menghadirkan berbagai potongan busana yang praktis dan fleksibel, mulai dari jaket, kemeja, kemeja tanpa lengan, rompi, korset, kardigan, bustier, celana, hingga rok. Seluruh item dirancang agar dapat dipadukan satu sama lain, memberi kebebasan bagi pemakainya untuk menciptakan berbagai tampilan sesuai kebutuhan.

Sentuhan peranakan modern terasa melalui penggunaan kerah dan kancing khas Shanghai, serta hadirnya batik pesisir yang memperkuat identitas budaya dalam koleksi ini. Unsur tradisional tersebut dipadukan dengan siluet kontemporer sehingga tetap relevan dengan gaya berpakaian masa kini.

Perpaduan Material untuk Kenyamanan dan Keberlanjutan Gaya

Dalam aspek material, Wilsen memadukan katun, renda, jacquard, rajutan, hingga suiting fabric yang memberikan kenyamanan sekaligus struktur pada busana. Pemilihan bahan ini membuat koleksi tetap nyaman dikenakan, baik saat acara perayaan maupun dalam aktivitas sehari-hari.

Dengan desain yang tidak terlalu spesifik untuk satu momen, koleksi Lunar 2026 juga mendukung konsep pemakaian berulang kali. Hal ini sejalan dengan gaya hidup yang lebih praktis dan berkelanjutan, di mana busana tidak hanya digunakan untuk satu kesempatan saja.

Empat Figur Muda sebagai Wajah Koleksi Lunar 2026

Untuk koleksi ini, Wilsen Willim menggandeng empat sosok muda, yaitu Jessy Kusno, Ian Hugen, Ayu Gani, dan Aquinaldo Adrian sebagai wajah koleksi Lunar 2026. Keempatnya dipilih untuk merepresentasikan karakter generasi muda yang dinamis dan penuh semangat.

Sejalan dengan filosofi shio kuda yang identik dengan energi dan optimisme, Wilsen berharap koleksi ini dapat mendampingi para pemakainya dalam meraih berbagai pencapaian di tahun yang baru.

Konsistensi Wilsen Willim dalam Mengangkat Budaya Lewat Mode

Sebagai desainer dengan latar belakang seni, Wilsen Willim dikenal memiliki pendekatan yang menyeimbangkan idealisme berkarya dengan kebutuhan pasar. Kecintaannya pada wastra, khususnya batik dan tenun, membuatnya aktif terlibat dalam berbagai kolaborasi pelestarian budaya bersama Cita Tenun Indonesia dan Warisan Budaya Indonesia.

Desain minimalis dengan potongan khas kincir angin menjadi ciri kuat dalam setiap rancangannya. Melalui koleksi Lunar 2026, Wilsen kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan busana yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga membawa nilai budaya yang terus relevan di tengah perubahan zaman.

Penulis: Siti Nur Arisha

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading