Sukses

Fashion

Eclectic Grandpa Naik Daun, Begini Cara Tampil Stylish dengan Gaya Vintage yang Unik

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, belakangan ini istilah eclectic grandpa semakin sering muncul di linimasa fashion. Gaya berpakaian yang terinspirasi dari lemari kakek ini menyuguhkan perpaduan santai, klasik, dan sedikit nyeleneh, namun terasa sangat personal.

Bukan sekadar meniru, estetika ini menghidupkan pakaian yang seolah sudah lama menemani pemakainya. Popularitas eclectic grandpa meningkat seiring kembalinya sorotan pada cara berpakaian pria lanjut usia di media sosial dan panggung mode.

Semangatnya adalah merayakan karakter, cerita, dan kedekatan emosional dengan pakaian—bukan mengejar kesempurnaan tampilan semata. Istilah "eclectic" merujuk pada kebebasan mengambil inspirasi dari beragam sumber tanpa terpaku pada satu aturan tunggal.

Dalam konteks eclectic grandpa, keberanian memadukan unsur klasik, vintage, dan kasual menjadi kunci, sementara kenyamanan serta kepribadian pemakai memegang peranan sangat vital.

Tren ini bertumpu pada proses memilih pakaian yang berangkat dari karakter dan kenyamanan, bukan dari daftar tren yang sedang populer. Item yang dianggap kuno atau sederhana bisa berdiri berdampingan dengan elemen modern, menghasilkan tampilan yang ringan dan otentik.

Eclectic grandpa menempatkan narasi pribadi di garis depan. Pilihan warna-warna netral, motif yang terasa familiar, hingga potongan yang lapang memberi kesan seolah tiap item sudah menjadi bagian dari lemari sejak lama—membentuk gaya yang mudah didekati dan tidak mengintimidasi.

Konsep tersebut membuat eclectic grandpa terasa seperti gaya berpakaian yang tidak terlalu mengejar kesempurnaan, melainkan mengutamakan kepribadian pemakainya, melansir Women.com, Kamis (20/8/2026). Dari situlah daya tariknya: bebas, apa adanya, dan tetap bernuansa klasik.

Rajutan, Blazer, dan Teknik Layering

Untuk membangun siluet khas eclectic grandpa, blazer menjadi fondasi yang mudah diandalkan. Pilihan warna cokelat, motif kotak, atau plaid memberi karakter klasik yang kuat. Blazer bernuansa netral dapat dipadukan dengan kemeja putih dan knit vest sebagai lapisan tambahan agar tampilan terasa berstruktur namun tetap santai.

Selain blazer, cardigan rajut memegang peranan penting karena menghadirkan rasa hangat sekaligus rileks. Sweater berbahan mohair, crewneck berukuran longgar, dan cardigan bertekstur tebal adalah beberapa pilihan yang selaras dengan estetika ini. Tekstur rajutan memperkaya tampilan tanpa perlu aksesori berlebihan.

Layering menjadi teknik penyatu seluruh elemen. Mulailah dengan kemeja sebagai lapisan dasar, kemudian tambahkan sweater vest, cardigan, atau blazer sebelum dilengkapi jaket. Susunan lapis yang tepat menciptakan kedalaman visual dan memberi keleluasaan menyesuaikan suhu serta aktivitas sepanjang hari.

Bawahan, Outer, dan Aksesori Bernuansa Vintage

Pilihan bawahan turut membentuk karakter eclectic grandpa. Celana berlipit dalam atau bahan corduroy lembut memberi kesan retro yang halus. Siluet longgar pada denim, motif bernuansa retro, hingga printed boxer shorts muncul sebagai opsi yang menghidupkan sisi kasual-vintage dalam satu rangkaian.

Pada lapisan luar, jaket quilted menjadi alternatif praktis. Warna biru muted dan motif kotak menghadirkan nuansa vintage, sementara material bertekstur membuat keseluruhan tampilan terasa lebih berdimensi. Outer seperti ini bekerja baik di atas kemeja, sweater vest, atau cardigan.

Aksesori menjadi ruang berekspresi yang menonjol. Bros vintage, kacamata dengan lensa berwarna oranye, topi paperboy, hingga kaus kaki merah mampu memberi percikan warna pada palet netral. Sentuhan kecil tersebut menghidupkan tampilan tanpa mengalahkan elemen utama yang bernuansa klasik.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading