Sukses

Fashion

Lisa BLACKPINK Angkat Mode Thailand Futuristik di MV SaWaDiKa

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, Lisa BLACKPINK kembali menautkan identitas Thailand dalam karya solonya melalui single SaWaDiKa. Bukan hanya bermain di ranah pop, video musik ini menghadirkan selebrasi visual yang mempertemukan budaya lokal dengan eksplorasi fashion penuh warna.

Sejak adegan pembuka, penonton diajak menyusuri sudut-sudut Bangkok. Lanskap kota bertemu dengan tuk-tuk, pertunjukan Muay Thai, kerajinan tradisional, serta potret keseharian masyarakat yang dipresentasikan melalui pendekatan visual modern.

Sentuhan pop futuristik memberi nafas baru pada elemen-elemen tersebut, tetap segar tanpa melepaskan akarnya. Menurut Metro.Style, Senin, 7 September 2026, judul SaWaDiKa merujuk pada "sawasdee ka", sapaan khas yang melekat dengan Thailand.

Perjalanan visual ini Lisa jadikan ruang untuk memperlihatkan ragam karakter gaya melalui busana yang ia kenakan. Deretan tampilan idola berusia 29 tahun ini memamerkan karya desainer Thailand dan rumah mode lokal yang mengeksplorasi tekstil sekaligus keterampilan khas negeri tersebut.

Penataan gaya oleh Hathairat "Nanist" Permpoon menampilkan sederet look maksimalis yang berganti mengikuti suasana dan karakter adegan. Pergantian busana ini memperkaya narasi visual, bergerak dari tampilan berakar tradisi hingga gaya yang lebih eksperimental.

Setiap look terasa seperti babak kecil yang memperkuat atmosfer Bangkok sekaligus menonjolkan kreativitas industri mode Thailand. Lewat SaWaDiKa, fashion lokal dihadirkan bukan sebagai pelengkap, tetapi bagian dari cerita: warisan bertemu estetika global, membuka ruang lebih luas bagi karya desainer Thailand untuk dikenal audiens internasional.

Dari Muay Thai ke Tuk-tuk: Imaji Lokal Diolah Jadi Couture

Salah satu tampilan kunci menempatkan Lisa sebagai petarung Muay Thai futuristik. Siluetnya ditopang celana pendek tinju berhias serta sabuk bergaya kejuaraan, lengkap dengan helm tinju berlapis kristal dan sarung tangan couture yang mengintensifkan nuansa olahraga menjadi fantasi mode kelas atas.

Eksplorasi ikon Thailand berlanjut pada tuk-tuk, kendaraan yang identik dengan jalanan Bangkok. WINDOWSEN menerjemahkannya menjadi busana dua potong bernapas futuristik, dihiasi detail akrilik dan LED yang menyerupai kaca serta lampu kendaraan, sehingga aura jalanan tampil sebagai karya runway.

HOOK’S by PRAPAKAS menawarkan tafsir berbeda melalui permainan ornamen yang kaya. Koin antik, kristal, manik-manik kaca, dan payet daun bodhi emas menghiasi busana; sementara sabuk besar menonjolkan motif gajah dan tulisan Thailand. Keseluruhan tampilan dipuncaki hiasan kepala terinspirasi makuta tradisional, memberi sentuhan fantastis yang monumental.

Anggrek dan Jimat: Simbol Khas yang Menjadi Busana

Di SaWaDiKa, simbol-simbol bermakna juga turut hadir sebagai inspirasi. Anggrek, yang lekat dengan identitas kecantikan Thailand, diolah menjadi ornamen pada busana Lisa sehingga tampil sebagai representasi visual yang anggun sekaligus berkarakter.

Referensi budaya lain muncul dari tradisi mengenakan jimat suci sebagai simbol perlindungan. Elemen ini diterjemahkan ke dalam bahasa fashion yang lebih artistik melalui detail menyerupai pahatan dan siluet tegas, menghasilkan tampilan modern yang tetap berakar pada tradisi.

Pemilihan simbol tersebut memperlihatkan bagaimana Lisa dan tim styling menggali dari elemen-elemen yang dekat dengan kehidupan masyarakat Thailand. Ikon kecantikan dan praktik budaya setempat tidak ditampilkan secara literal semata, melainkan diolah menjadi estetika pop yang lebih eksperimental.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading