Sukses

Entertainment

Wawancara Babe Cabita, Fokus di Film Kurangi Job Stand Up Comedy

Fimela.com, Jakarta Para Comics atau Stand Up Comedian semakin banyak berkibar di dunia film. Salah satunya adalah Babe Cabita yang film terbarunya, Epen Cupen The Movie baru saja beredar di bioskop.

Setelah menjadi juara pertama di ajang Stand Up Comedy Indonesia pertama (2013) yang diadakan Kompas TV, nama Babe Cabita semakin dikenal di dunia hiburan. Pemilik nama asli Priya Prayogha Pratama ini kerap tampil di berbagai tayangan atau film komedi. Tak hanya itu, Babe kini mendapatkan peran utama di film Epen Cupen The Movie yang terinspirasi dari serial komedi khas Papua di internet. Babe menjadi pemeran utama bersama Klemens Leo yang asli Papua.

"Aku sebenarnya ditawari main film ini sejak tahun lalu. Genre-nya komedi, dan diangkat dari serial komedi Papua di YouTube. Idenya menarik dan nggak ada alasan kenapa aku harus menolak tawaran ini,” terang Babe, saat ditemui di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Senin (11/5/2015). Tak tanggung-tanggung, Babe diminta memerankan tokoh yang bertolak belakang dari profesi dan karakternya yang lucu.

Cast film Upen Cupen (Wimbarsana/bintang.com)

Di film ini, Babe berperan sebagai tokoh yang cenderung antagonis. "Pertama kali dapat peran antagonis. Susah, harus jahat, marah, tapi harus lucu juga," ungkap Babe. “Tapi ini antagonisnya beda, karena terdesak sama keadaan. Dia juga sering memanfaatkan Celo (Klemens Leo) yang masih polos dan lugu,” sambung Babe. Pria bergaya rambut kribo ini pun harus melakukan adegan yang menguras tenaga. Selain diminta jadi jahat, lanjut Babe, adegan aksi di film ini terbmasuk melelahkan.

Baca Juga: Babe Cabita, 'Epen Cupen' Gabungkan Komedi dan Laga Fantasi

"Ini komedi yang lumayan serius digarapnya. Jadi nggak cuma lucu, tapi juga melelahkan. Ada adegan digantung, itu lelah. Lalu ada adegan lari yang juga susah, aku sempat pingsan pas selesai take adegan lari," ungkapnya. Meski begitu, Babe merasa senang karena banyak mendapat pengalaman baru selama syuting. Eksyen yang dikemas di Epen Cupen The Movie terasa lebih Indonesia dibandingkan film Babe sebelumnya, Comic 8.

Menurutnya, kalau di Comic 8 gaya eksyen yang diterapkan cenderung ke film-film barat termasuk senjata yang digunakan. “Kalau di Epen Cupen terasa lebih Indonesia karena senjatanya biasa saja, malahan adegan eksyennya ada yang menggunakan bajaj. Ini kan khas Indonesia banget,” ujar Babe Cabita. Pengalaman lainnya, Babe melihat banyak potensi stand up comedian di Papua yang belum tergali.

Babe Cabita dan Klemens Leo, pemeran utama Epen Cupen The Movie

Menurutnya, gaya humor mereka di Papua terasa lebih natural dan tidak dibuat-buat. “Kalau kita di sini sering dibuat-buat gaya lucunya. Kalau di sana (Papua) mereka kelihatan biasa saja tapi benar-benar lucu tanpa dibuat-buat,” tutur Babe. Usai bermain di Epen Cupen The Movie, Babe dan Klemens Leo jadi bersahabat dan sering berkomunikasi meskipun sudah selesai syuting.

Setelah Epen Cupen The Movie, Babe Cabita juga akan tampil di Comic 8: Casino Kings yang akan dirilis dalam waktu dekat ini. Sekuel dari Comic 8 itu akan menjadi film ketujuh Babe Cabita. Pria kelahiran 5 Juni 1989 ini memang cukup berkibar di dunia film. Padahal ia baru mengawali debutnya lewat film Comic 8 di tahun 2014. Setelah itu, Babe tampi di film Caleg By Accident, Viva JKT48, Aku, Kau dan KUA dan Malam Minggu Miko The Movie yang semuanya rilis di tahun lalu.

1

Di tahun ini ada Epen Cupen The Movie, Comic 8: Casino Kings dan satu film lagi yang masih dirahasiakan olehnya. Lalu di akhir tahun ini Babe juga akan menjalani syuting film terbarunya bersama Soraya Intercine Films yang lagi-lagi belum bersedia diungkapkan oleh pria yang merasa sudah nyaman bermain di genre eksyen-komedi ini. Melakoni adegan eksyen ternyata memang disukai Babe meski agak melelahkan. Itu karena ia pernah mendalami bela diri karate.

“Aku pernah mendalami karate, makanya aku nggak begitu kesulitan kalau ada adegan fighting. Tinggal belajar koreografinya aja,” jelas Babe. “Tapi aku nggak lanjutin karate pas lulus SMA, karena lebih fokus ke stand up comedy. Makanya sekarang jarang olahraga badan jadi melar begini hehehe,” candanya. Babe Cabita juga mengungkapkan kalau bermain film baginya seperti impian yang jadi kenyataan.

Cast film Upen Cupen (Wimbarsana/bintang.com)

Sejak kecil ia mengagumi Stephen Chow dan Sammo Hung. Dua aktor legendaris Hong Kong itu banyak memadukan unsur eksyen dengan komedi di film-film yang mereka bintangi. “Aku suka Sammo Hung karena pingin jadi seperti dia, orangnya gemuk tapi lincah dan jago bela diri. Dia juga memadukan eksyen dengan komedi di film-filmnya terutama waktu main bareng Jackie Chan,” jelas Babe.

Baca Juga: Review 'Epen Cupen The Movie', Komedi dan Keindahan Khas Papua

“Kalau Sammo Hung aku lebih suka ke figurnya dia, apalagi belakangan dia lebih banyak di belakang layar. Tapi kalau untuk film aku paling suka sama Stephen Chow. Aku suka film-filmnya Stephe Chow,” lanjut Babe. Menurut Babe, adegan eksyen di Epen Cupen The Movie banyak yang terinspirasi dari film Kung Fu Hustle yang dibintangi Stephen Chow. “Stephen Chow memang jagonya menampilkan fim laga yang dicampur dengan komedi. Selain aktor dia juga bisa menulis cerita dan jadi sutradara,” ucap Babe.

Profil Cast Film Comic 8 Casino Kings (Wimbarsana/bintang.com)

Apa Babe Cabita juga ingin mengikuti jejak idolanya itu? “Pingin juga seperti Stephen Chow itu. Tapi buat saat ini aku fokus jadi aktor dulu, untuk yang lain kita lihat nanti,” tukas Babe. Untuk aktor dan komedian Indonesia, Babe mengidolakan Indro Warkop. Sebagai aktor dan komedian senior, Indro tidak pelit berbagi ilmu pada para yuniornya. Babe merasa beruntung bisa mendapat banyak bimbingan dari Indro baik sebagai comics maupun aktor.

Dengan kesibukan bermain film, Babe mengaku agak mengurangi job sebagai Stand Up Comedian. Meski begitu, Babe tetap rutin tampil tiap pekan sebagai comics di komunitas stand up comedian. “Aku kan punya komunitas dan kita rutin tampil seminggu sekali meski tanpa bayaran. Soalnya di ajang seperti itu kita bisa mengetes kualitas materi lawakan kita, kira-kira akan disukai atau perlu perbaikan,” terang Babe.

2

Babe Cabita juga punya proyek lain di luar stand up comedy dan film. Ia siap meluncurkan buku yang menceritakan pengalaman hidupnya sendiri. Ia mengaku terinspirasi langkah Raditya Dika yang mengawali karir sebagai penulis. “Mudah-mudahan bisa terbit di tahun ini. Bukunya seperti otobiografi begitu, isinya dibuat dengan gaya aku sendiri,” ujar Babe. Walaupun lebih fokus di film, Babe mengaku tidak menerima begitu saja tawaran yang datang.

“Tawaran main film memang banyak, tapi aku nggak mau asal terima. Kalau filmnya gagal atau kurang bagus, nanti reputasi kita bisa jatuh juga,” tegasnya. Selain itu, Babe juga belum bersedia menerima tawaran bermain sinetron meski secara honor jauh lebih menjanjikan. Alasannya, bermain di sinetron seperti dikejar waktu, beda dengan film yang bisa mempersiapkan diri dengan lebih serius sehingga bisa tampil lebih total.

Preskon rilis Trailer dan Poster Comic 8 Casino Kings (Wimbarsana/bintang.com)

“Kalau di film rasa bangganya beda, kita bisa dikenang dan dikenal karena punya karya yang bagus. Kita bisa lebih total tampil di film,” terang Babe. Ia mengakui, secara bayaran tampil di sinetron atau bahkan di panggung stand up comedy lebih besar dibandingkan di film. Menurutnya, empat atau lima kali tampil hanya dalam hitungan menit di stand up comedy, bayarannya hampir sama dengan bermain di satu film.

Baca Juga: Gara Gara Comic 8, Babe Cabita Kebanjiran Tawaran Akting

Meski begitu, ia mengaku mendapat kepuasan yang berbeda. “Kalau tampil di panggung stand up comedy, adrenalin kita terpacu pas tampil di panggung. Kita bisa merasakan langsung bagaimana respons penonton. Kalau di film kan beda kita harus menunggu dulu sampai filmnya diputar di bioskop,” tutur Babe. Meski mengawali karir dari panggung stand up comedy, Babe merasa paling nyaman bermain film.

“Ada kepuasan tersendiri kalau bermain film. Apalagi kalau film kita bagus dan disukai penonton. Kita bisa menontonnya sampai kita tua bahkan sampai kita sudah nggak ada lagi,” pungkas Babe. Melalui Epen Cupen The Movie dan karya-karya lainnya, kita akan melihat bagaimana kiprah Babe Cabita selanjutnya di dunia perfilman Indonesia.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading