Sukses

FimelaHood

Hijab Sister Bali: Menjadi Saudara Perempuan yang Saling Melengkapi

Fimela.com, Jakarta Banyak hal yang mendasari terbentuknya sebuah komunitas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) komunitas sendiri dapat diartikan sebagai kelompok organisme (orang dan sebagainya) yang hidup saling berinteraksi di dalam daerah tertentu; masyarakat; paguyuban.

Lalu bagaimana dengan komunitas Hijab Sister Bali? Beberapa waktu lalu Fimela.com berkesempatan untuk mewawancarai salah satu founder Hijab Sister Bali Ayu Wulandari meskipun hanya lewat surat elektronik. Ayu menjelaskan Hijab Sister sendiri sudah didirikan sejak 18 September 2016.

“Awalnya karena melihat banyaknya teman-teman berhijab di Bali, dikarenakan tidak saling kenal kadang sungkan untuk bertegur sapa ketika jumpa di jalan,” cerita Ayu. “Dari situ pula mendasari kami para founder untuk mendirikan komunitas ini agar dapat tercipta pula jalinan silaturahim antar muslimah di Bali, khususnya Denpasar,” tambahnya.

Selain itu komunitas Hijab Sister Bali juga dibentuk lantaran ingin menjadi tempat bagi perempuan muslim untuk saling berbagi dan bercerita. “Seperti layaknya saudara perempuan (sister) saling menguatkan dan melengkapi,” terang Ayu Wulandari.

Lebih jauh Ayu menjelaskan selain dirinya komunitas Hijab Sister Bali didirikan oleh beberapa orang lainnya, yakni Retno Susanti, Aulia Soeharto, Putri Zihan, Hayatun Nufus, Elis Nindya, Putri Malysa, Elwas inayah, Habibah dan Ardina Handayani.

Sejak berdiri hingga sekarang ada beberapa kegiatan rutin yang terus dijalani oleh Hijab Sister Bali. Ada kegiatan pengajian siraman rohani dan juga pelatihan- pelatihan yang bersifat umum seperti beauty class, sharing session dengan wanita inspirasi, kelas keterampilan, sosial dan lain-lain.

Ingin Kembali Aktif

Setiap komunitas pasti memiliki pasang surut, masa di mana mungkin para anggotanya tidak memiliki waktu untuk berkumpul lantaran kesibukan masing-masing. Hal tersebut pulalah yang dialami oleh komunitas Hijab Sister Bali dan hal tersebut juga yang diarapkan bisa berubah.

“Untuk bisa selalu kompak upaya kami adalah dengan mengadakan acara secara rutin setidaknya dua bulan sekali jika target satu bulan sekali tidak sanggup tercapai,” jelas Ayu Wulandari. Hingga kini Hijan Sister Bali telah memiliki anggota hampir 100 orang anggota aktif.

Di tahun 2020 nanti Ayu Wulandari menjelaskan Hijab sister ingin membuat pekan Ramadhan yang berisikan berbagai bazar khas Ramadhan, mulai dari makanan hingga pakaian, dan juga tabligh akbar dengan mendatangkan ulama ternama. “Semoga terealisasi nanti,” pungkas Ayu.

Loading