Sukses

FimelaMom

Yuk Atasi Separation Anxiety pada Anak di Hari Pertama Prasekolah dengan Tips Jitu Ini

ringkasan

  • Kecemasan akan perpisahan adalah tahap perkembangan normal pada anak prasekolah, seringkali dipicu oleh ketidakpastian terhadap lingkungan baru.
  • Persiapan proaktif seperti membiasakan anak dengan lingkungan sekolah dan membangun rutinitas dapat secara signifikan mempermudah transisi.
  • Saat mengantar anak, mempertahankan ketenangan, memiliki ritual perpisahan yang konsisten, dan memvalidasi perasaan anak sangat penting untuk membangun kepercayaan diri mereka.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, hari pertama prasekolah seringkali menjadi momen penuh tantangan bagi anak dan orang tua. Kecemasan akan perpisahan, atau separation anxiety, adalah bagian normal dari perkembangan anak. Ini menunjukkan adanya ikatan yang kuat antara anak dengan orang tua atau pengasuhnya.

Kecemasan ini muncul karena anak dihadapkan pada lingkungan baru yang tidak dikenal. Mereka belum memiliki gambaran tentang apa yang akan terjadi di sekolah. Reaksi seperti menangis, tantrum, atau menjadi lebih lengket adalah hal yang lumrah terjadi.

Meskipun demikian, ada berbagai strategi yang bisa diterapkan untuk membuat transisi ini lebih mudah. Dengan persiapan yang tepat, hari pertama prasekolah bisa menjadi pengalaman positif bagi seluruh keluarga.

Memahami Kecemasan Akan Perpisahan Anak Prasekolah

Kecemasan akan perpisahan adalah respons alami anak terhadap ketidakpastian lingkungan baru. Bagi anak-anak prasekolah, sumber utama kecemasan ini adalah ketidaktahuan mereka tentang apa yang akan dihadapi. Mereka terbiasa dengan rutinitas keluarga dan belum mengenal aturan serta kebiasaan baru di sekolah.

Tanda-tanda kecemasan akan perpisahan dapat bervariasi pada setiap anak. Umumnya, anak akan menangis, tantrum, atau menjadi lebih manja dari biasanya. Beberapa anak bahkan menunjukkan regresi pada kebiasaan yang sudah dikuasai, seperti masalah buang air. Mereka mungkin juga mengeluh sakit atau menempel erat pada orang tua untuk mencegah kepergian.

Durasi kecemasan ini berbeda-beda. Bagi sebagian anak, adaptasi mungkin hanya butuh beberapa hari atau minggu. Namun, ada juga yang memerlukan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan untuk sepenuhnya mengatasi perasaan cemas tersebut.

Persiapan Matang Sebelum First Day of Preschool

Mempersiapkan anak sebelum hari pertama prasekolah sangat krusial untuk mengurangi kecemasan. Mulailah dengan membicarakan prasekolah secara positif beberapa minggu sebelumnya. Jelaskan tentang teman baru, aktivitas menyenangkan, dan guru yang peduli di sekolah.

Mengunjungi sekolah bersama juga dapat membantu anak merasa lebih akrab dengan lingkungan. Ajak anak melihat ruang kelas, taman bermain, dan bertemu guru. Selain itu, latih perpisahan singkat di rumah, seperti meninggalkan anak dengan anggota keluarga terpercaya, lalu tingkatkan durasinya secara bertahap. Ini membantu anak terbiasa berpisah dan memahami bahwa Anda akan selalu kembali.

Membangun rutinitas pagi yang konsisten juga penting. Tetapkan waktu bangun, sarapan, dan bersiap-siap yang sama setiap hari. Jika anak kesulitan dengan hal yang tidak diketahui, coba perankan skenario sekolah di rumah. Membacakan buku tentang perpisahan dan pengalaman sekolah juga bisa membantu meredakan kegelisahan mereka.

Strategi Efektif Saat dan Setelah First Day of Preschool

Saat mengantar anak di hari pertama, penting bagi Sahabat Fimela untuk tetap tenang dan percaya diri. Anak-anak sangat peka terhadap emosi orang tua, sehingga kecemasan Anda bisa menular pada mereka. Tunjukkan sikap positif dan yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Buat ritual perpisahan yang konsisten, seperti pelukan khusus, tos, atau frasa singkat seperti “Sampai jumpa nanti!”. Pastikan perpisahan berlangsung singkat dan manis, karena perpisahan yang berlarut-larut justru dapat meningkatkan kecemasan. Jangan pernah menyelinap pergi; selalu beritahu anak bahwa Anda akan pergi dan akan kembali. Ini membangun kepercayaan dan mengurangi rasa cemas mereka.

Izinkan anak membawa benda kenyamanan kecil dari rumah, seperti boneka favorit atau foto keluarga. Benda ini dapat memberikan rasa aman dan koneksi dengan rumah. Usahakan untuk selalu tiba tepat waktu saat penjemputan, karena ini membangun kepercayaan bahwa Anda akan kembali sesuai janji. Jalin komunikasi yang baik dengan guru prasekolah untuk berbagi kekhawatiran dan berdiskusi strategi penyesuaian anak.

Ingatlah bahwa setiap anak memiliki kecepatan adaptasi yang berbeda. Bersabarlah dengan prosesnya dan hindari membandingkan anak Anda dengan anak lain. Akui perasaan anak dan normalisasi kekhawatirannya, namun tetap tegas dalam menetapkan batasan yang penuh kasih sayang. Meskipun ingin memberikan ciuman ekstra, jangan menunda perpisahan terlalu lama. Terakhir, kelola kecemasan Anda sendiri secara pribadi dan jangan menunjukkannya di depan anak, karena mereka dapat merasakan kekhawatiran orang tua.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading