Sukses

FimelaMom

Pregnancy Nose Itu Nyata, Mengapa Hidung Membesar Saat Hamil?

ringkasan

  • 'Pregnancy Nose' adalah fenomena nyata pembengkakan hidung pada wanita hamil yang disebabkan oleh fluktuasi hormon, peningkatan volume darah, dan retensi cairan.
  • Gejala 'Pregnancy Nose' meliputi hidung membesar, tersumbat, hingga mimisan, namun umumnya bersifat sementara dan akan mereda setelah melahirkan.
  • Meskipun tidak dapat dicegah, gejala 'Pregnancy Nose' dapat diredakan dengan penyesuaian gaya hidup seperti tidur dengan kepala terangkat, kompres dingin, dan hidrasi cukup, serta konsultasi medis jika gejala memburuk.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernahkah Anda mendengar tentang 'Pregnancy Nose' atau hidung hamil? Fenomena ini adalah kondisi nyata di mana hidung wanita hamil tampak membesar atau membengkak secara signifikan. Ini merupakan salah satu perubahan tubuh yang sering dialami banyak ibu hamil.

Istilah 'Pregnancy Nose' tidak hanya merujuk pada pembengkakan fisik, tetapi juga bisa mencakup peningkatan indra penciuman (hyperosmia) dan hidung tersumbat (rhinitis kehamilan). Perubahan ini seringkali mengejutkan, namun merupakan bagian normal dari proses kehamilan. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai fluktuasi hormonal yang terjadi dalam tubuh.

Lalu, mengapa hidung bisa membesar saat hamil dan apa saja penyebab di baliknya? Mari kita selami lebih dalam faktor-faktor yang berkontribusi pada fenomena 'Pregnancy Nose' ini. Memahami penyebabnya dapat membantu Sahabat Fimela lebih tenang menghadapi perubahan ini.

Menguak Penyebab di Balik Pembengkakan Hidung Saat Hamil

Pembengkakan hidung yang dikenal sebagai 'Pregnancy Nose' selama kehamilan bukanlah tanpa alasan, Sahabat Fimela. Peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron menjadi pemicu utama. Hormon-hormon ini menyebabkan pembuluh darah melebar dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk area hidung yang sensitif.

Selain fluktuasi hormonal, wanita hamil juga mengalami peningkatan volume darah yang signifikan, bahkan hingga 50%. Peningkatan volume darah ini esensial untuk mendukung pertumbuhan janin dan rahim yang sedang berkembang. Namun, efek sampingnya adalah pembuluh darah di hidung dapat membesar dan membengkak, berkontribusi pada penampilan 'Pregnancy Nose'.

Retensi cairan juga merupakan faktor penting dalam fenomena 'Pregnancy Nose' ini. Kondisi ini umum terjadi selama kehamilan dan dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk hidung. Kelenjar adrenal memproduksi lebih banyak aldosteron dan kortisol, dua hormon yang menyebabkan tubuh menahan cairan, sehingga memperparah pembengkakan.

Terakhir, rhinitis kehamilan adalah kondisi peradangan pada lapisan hidung yang seringkali tanpa disebabkan oleh alergi atau pilek. Kondisi ini memengaruhi sekitar 30% wanita hamil dan dapat menyebabkan hidung tersumbat, pilek, bersin, serta pembengkakan hidung. Ini adalah salah satu aspek dari 'Pregnancy Nose' yang seringkali membuat tidak nyaman.

Gejala dan Durasi 'Pregnancy Nose' yang Perlu Diketahui

Gejala 'Pregnancy Nose' tidak hanya terbatas pada hidung yang tampak lebih besar atau bengkak saja, Sahabat Fimela. Ibu hamil mungkin juga mengalami hidung tersumbat, pilek, mimisan, dan bersin yang lebih sering. Terkadang, lendir yang menetes di belakang tenggorokan (postnasal drip) juga bisa menjadi bagian dari gejala ini.

Dalam beberapa kasus, 'Pregnancy Nose' bahkan dapat menyebabkan kehilangan indra penciuman sementara (anosmia) atau kesulitan tidur. Kesulitan tidur ini seringkali memburuk di malam hari karena hidung tersumbat. Penting untuk diingat bahwa gejala-gejala ini umumnya bersifat sementara dan akan mereda setelah melahirkan.

Kabar baiknya, 'Pregnancy Nose' umumnya bersifat reversibel. Pembengkakan pada hidung biasanya akan mereda sekitar enam minggu setelah melahirkan, meskipun waktu pastinya bisa bervariasi pada setiap individu. Tubuh akan kembali menyesuaikan diri setelah perubahan hormonal yang drastis selama kehamilan berakhir.

Meskipun jarang, ada kemungkinan perubahan minor yang permanen jika pembengkakan sangat parah atau berkepanjangan. Hal ini juga bisa terjadi jika ada perubahan struktural pada tulang atau tulang rawan hidung. Namun, kasus seperti ini sangatlah jarang terjadi dan sebagian besar 'Pregnancy Nose' akan kembali normal seiring waktu.

Cara Meredakan Ketidaknyamanan Akibat 'Pregnancy Nose'

Meskipun tidak ada cara untuk mencegah 'Pregnancy Nose' karena ini adalah bagian dari perubahan normal kehamilan, Sahabat Fimela dapat melakukan beberapa langkah untuk mengelola gejalanya. Penyesuaian gaya hidup sederhana dapat memberikan kelegaan yang signifikan. Cobalah tidur dengan kepala sedikit terangkat untuk mengurangi penumpukan cairan di wajah dan hidung.

Beberapa tips lain termasuk mengompres dingin pada hidung untuk membantu mengurangi pembengkakan, serta menghindari asupan garam tinggi untuk mencegah retensi cairan. Menggunakan pelembap udara (humidifier) juga dapat menambah kelembapan udara dan meredakan iritasi hidung. Jangan lupa untuk tetap terhidrasi dengan minum banyak air dan melakukan olahraga ringan secara teratur.

Untuk meredakan hidung tersumbat, bilas hidung dengan larutan garam (saline nasal rinses) menggunakan neti pot atau botol bilas bisa sangat membantu. Menghindari iritan seperti asap rokok, debu, dan serbuk sari juga penting. Pijatan lembut pada wajah juga dapat membantu melancarkan sirkulasi dan mengurangi pembengkakan.

Penting untuk mencari bantuan medis jika gejala 'Pregnancy Nose' sangat mengganggu atau disertai tanda-tanda lain yang mengkhawatirkan. Terutama, jika terjadi pembengkakan wajah yang tiba-tiba dan parah disertai pembengkakan di tangan, kaki, atau tungkai, tekanan darah tinggi, sakit kepala terus-menerus, atau gangguan penglihatan. Ini bisa menjadi tanda preeklampsia yang memerlukan penanganan segera. Konsultasikan selalu dengan dokter sebelum menggunakan opsi medis seperti semprotan hidung.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading