Sukses

FimelaMom

Permainan “Power Pose” Bareng Anak, Cara Seru Tingkatkan Kepercayaan Diri Sejak Dini

Fimela.com, Jakarta - Kepercayaan diri menjadi salah satu fondasi penting dalam tumbuh kembang anak. Anak yang memiliki rasa percaya diri yang baik cenderung lebih berani mencoba hal baru, mampu menyampaikan pendapat, dan tidak mudah merasa takut saat menghadapi tantangan di sekolah maupun lingkungan sosialnya. Karena itu, banyak orangtua berupaya mencari cara agar anak bisa tumbuh dengan keyakinan terhadap dirinya sendiri.

Selama ini, membangun kepercayaan diri anak sering dikaitkan dengan pemberian pujian, dukungan emosional, serta keterlibatan dalam berbagai aktivitas positif. Namun, selain faktor emosional, kondisi fisik dan bahasa tubuh juga berperan dalam membentuk perasaan anak terhadap dirinya. Postur tubuh yang tegap dan terbuka dapat membantu anak merasa lebih kuat, aman, dan siap menghadapi situasi baru.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa gerakan tubuh tertentu yang dikenal sebagai power pose dapat membantu meningkatkan suasana hati dan rasa percaya diri anak dalam waktu singkat. Gerakan ini berupa postur tubuh terbuka yang mengekspresikan kekuatan dan keberanian, dan bisa dengan mudah diterapkan dalam bentuk permainan sederhana di rumah, dilansir dari Bigthink.

Apa Itu Power Pose?

Power pose adalah posisi tubuh yang menunjukkan sikap terbuka dan penuh percaya diri, seperti berdiri dengan tangan di pinggang, mengangkat kedua tangan ke atas membentuk huruf V, atau berdiri tegak dengan bahu terbuka. Postur seperti ini memberi sinyal pada otak bahwa tubuh berada dalam kondisi aman dan berdaya.

Konsep ini berangkat dari penelitian psikolog sosial yang menyebutkan bahwa bahasa tubuh tidak hanya memengaruhi cara orang lain menilai kita, tetapi juga memengaruhi cara kita menilai diri sendiri. Dengan kata lain, cara berdiri dan bergerak dapat memengaruhi perasaan di dalam diri.

Hasil Studi: Anak Lebih Percaya Diri Setelah Power Pose

Dalam studi terhadap siswa kelas empat, anak-anak dibagi ke dalam dua kelompok. Satu kelompok melakukan power pose selama satu menit, sementara kelompok lain melakukan postur tubuh tertutup seperti menunduk dan melipat tangan. Setelah itu, anak-anak mengisi beberapa tes psikologis.

Hasilnya, anak-anak yang melakukan power pose melaporkan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi, perasaan yang lebih positif, serta hubungan yang lebih baik dengan guru dibandingkan kelompok lainnya. Peneliti menyimpulkan bahwa postur tubuh dapat memberi pengaruh langsung pada suasana hati dan cara anak memandang dirinya.

Mengubah Power Pose Jadi Permainan Seru di Rumah

Agar anak tidak merasa sedang “dilatih”, orangtua bisa mengemas power pose sebagai permainan peran. Misalnya berpura-pura menjadi superhero, pemenang lomba, atau tokoh favorit yang sedang merayakan keberhasilan. Lakukan pose bersama selama 1–2 menit sambil memberi semangat.

Rutinitas singkat ini bisa dilakukan sebelum anak berangkat sekolah atau sebelum menghadapi aktivitas yang membuatnya gugup, seperti presentasi atau ujian. Selain membantu membangun kepercayaan diri, aktivitas ini juga menciptakan momen kebersamaan yang menyenangkan.

Tetap Perlu Didukung dengan Pola Asuh Positif

Power pose bukan satu-satunya cara untuk membangun kepercayaan diri anak. Orangtua tetap perlu memberikan dukungan emosional, memuji usaha anak, memberi kesempatan anak belajar mandiri, serta menjadi contoh dalam menghadapi tantangan dengan sikap positif.

Dengan kombinasi pola asuh yang hangat dan aktivitas sederhana seperti permainan power pose, anak dapat tumbuh dengan rasa percaya diri yang lebih kuat dan sehat.

Penulis: Siti Nur Arisha

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading