Sukses

FimelaMom

Tips Diet Aman Saat Menyusui Agar Badan Kembali Ideal dan Nutrisi Terjaga

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, memasuki fase baru sebagai seorang ibu baru setelah melahirkan tentu memunculkan sejuta kebahagiaan yang tidak ternilai harganya. Di balik momen indah menggendong sang buah hati, Anda juga memikul tanggung jawab besar dalam memberikan asupan terbaik melalui air susu ibu atau ASI. Hal ini yang jadi menimbulkan pertanyaan mengenai apakah Ibu yang menyusui boleh melakukan diet?

Kabar baiknya, sebagian besar ibu menyusui sebenarnya tidak memerlukan diet khusus. Tubuh memiliki kemampuan alami untuk memproduksi ASI yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi si kecil, bahkan ketika pola makan ibu tidak selalu sempurna setiap hari. Dengan kata lain, kualitas ASI umumnya tetap terjaga meski menu harian ibu cukup beragam.

Nutrisi Penting yang Dibutuhkan Ibu Saat Menyusui

Melansir dari The Women's, masa menyusui merupakan periode penting yang membutuhkan asupan nutrisi seimbang untuk mendukung kesehatan ibu sekaligus tumbuh kembang si kecil. Karena itu, Sahabat Fimela perlu memastikan kebutuhan zat gizi harian tetap terpenuhi agar produksi ASI optimal dan tubuh tetap bertenaga menjalani aktivitas sehari-hari.

Berikut beberapa nutrisi yang dibutuhkan Ibu saat menyusui:

  • Protein
  • Kalsium
  • Vitamin D
  • Zat Besi
  • Yodium
  • Karbohidrat

Pilihan Sumber Nutrisi Alami yang Tepat

1. Memprioritaskan Sumber Protein Rendah Lemak Jenuh Secara Konsisten 

Utamakan untuk memasukkan daging ayam tanpa kulit, daging sapi tanpa lemak, telur bugar, tahu, tempe, serta kacang polong ke dalam menu makan siang Anda. Kandungan asam amino esensial dari protein berfungsi sebagai blok pembangun sel yang menopang pertumbuhan organ tubuh serta perkembangan jaringan otot si kecil melalui perantara air susu.

2. Mengonsumsi Karbohidrat Kompleks yang Kaya Akan Serat Alami 

Ganti nasi putih Anda dengan alternatif bugar seperti beras merah, kentang dengan kulit, buah labu, oatmeal, atau gandum utuh yang kaya akan pasokan serat pangan. Masalah pencernaan seperti sembelit sering kali menyerang perempuan pasca melahirkan, dan kehadiran serat ini akan membantu melancarkan sistem pembuangan kotoran perut secara alami.

3. Mencukupi Kebutuhan Kalsium dari Produk Olahan Susu Rendah Gula 

Pastikan Anda mendapatkan asupan kalsium minimal seribu miligram setiap hari yang bisa dipenuhi dari konsumsi yoghurt murni, keju, atau susu rendah lemak. Jika tubuh kekurangan kalsium, sistem biologis raga akan mengambil cadangan kalsium dari tulang ibu untuk dialirkan ke dalam air susu, yang berisiko memicu pengeroposan tulang di masa depan.

4. Memperbanyak Konsumsi Sayuran Hijau dan Buah Beraneka Warna 

Sajikan minimal lima porsi sayur serta buah segar seperti brokoli, bayam, katuk, buah beri, dan alpukat yang kaya antioksidan pelindung sel raga dari radikal bebas. Kombinasi makanan alami ini menjamin asupan vitamin C dan vitamin E tetap berada pada level tertinggi untuk menjaga kesehatan organ dalam Anda.

5. Menerapkan Disiplin Minum Air Putih Sebelum Menyusui Bayi

Biasakan untuk selalu meletakkan satu botol besar berisi air putih bugar di samping tempat tidur atau kursi tempat Anda biasa menyusui si kecil. Targetkan untuk meminum minimal delapan hingga sepuluh gelas cairan setiap hari yang bisa divariasikan dengan sup kaldu hangat atau teh herbal tanpa kafein. Hidrasi yang cukup akan menjamin kelancaran aliran kelenjar susu serta menghindarkan Anda dari gejala sakit kepala akibat dehidrasi ringan.

6. Meningkatkan Asupan Unsur Yodium Melalui Garam Beryodium 

Pastikan Anda mengonsumsi makanan yang mengandung yodium minimal dua ratus sembilan puluh mikrogram setiap hari demi mendukung perkembangan kelenjar tiroid anak. Sumber yodium bugar ini bisa didapatkan secara mudah dari konsumsi telur, produk susu, serta penggunaan garam meja beriodium dalam bumbu masakan rumah.

7. Mencukupi Kebutuhan Zat Kolin Demi Kecerdasan Otak Anak

Sertakan bahan makanan yang kaya kolin seperti hati sapi, kuning telur ayam, dan kacang tanah ke dalam variasi camilan bugar sore hari Anda. Zat kolin memegang peranan yang sangat penting dalam membangun struktur pusat memori otak anak serta mendukung kemampuan kognitif anak agar tumbuh cerdas.

8. Memprioritaskan Konsumsi Ikan Laut yang Rendah Kandungan Merkuri 

Makanlah minimal dua porsi ikan berminyak kaya omega tiga seperti salmon, sarden, atau kembung dalam durasi satu minggu untuk kecerdasan visual anak. Kandungan asam lemak esensial ini tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga raga sangat bergantung pada menu hidangan dapur yang Anda konsumsi.

Daftar Makanan yang Harus Dibatasi Demi Keselamatan Perkembangan Anak

1. Membatasi Konsumsi Minuman Berkafein Maksimal 2 Cangkir 

Kurangi kebiasaan meminum kopi, teh pekat, atau minuman berenergi secara berlebihan karena kafein dapat berpindah ke dalam air susu dengan cepat. Kandungan kafein ini dapat menetap di dalam raga bayi dalam waktu lama, memicu gejala rewel, serta merusak pola tidur bugar si kecil pada malam hari.

2. Menghindari Konsumsi Ikan Laut yang Berlebihan 

Jauhi jenis ikan predator laut dalam seperti ikan hiu, ikan pedang, makarel raja, dan marlin karena menyimpan akumulasi logam berat yang beracun. Paparan merkuri tingkat tinggi yang masuk ke dalam air susu ibu berisiko merusak sistem saraf pusat serta menghambat perkembangan motorik anak.

3. Mengurangi Makanan Olahan Pabrik yang Tinggi Lemak Jenuh 

Batasi konsumsi sosis, daging asap, makanan cepat saji gorengan, serta camilan manis yang hanya memberikan kalori kosong tanpa nilai gizi bugar. Jenis makanan ini dapat memicu kenaikan berat badan secara drastis serta menyebabkan tubuh Anda mudah merasa lelah sepanjang waktu beraktivitas.

Mari kita bangun kesadaran baru untuk selalu menyayangi raga kita sendiri sekaligus melindungi masa depan sang buah hati, Sahabat Fimela. Menjaga pola makan yang bugar adalah bentuk investasi perlindungan cinta terbaik yang bisa kita berikan sejak awal kehidupan anak dimulai.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading