Fimela.com, Jakarta - Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan emosi, identitas, dan hubungan sosial. Pada fase ini, anak mulai mencari kemandirian, membangun pertemanan yang lebih luas, serta menghadapi berbagai tuntutan dari lingkungan. Bagi Gen Z dan Gen Alpha, proses tersebut juga berlangsung di tengah dunia digital yang membuat interaksi sosial dan informasi hadir hampir sepanjang waktu.
Dilansir dari World Health Organization (WHO), sekitar satu dari tujuh anak berusia 10–19 tahun di dunia mengalami kondisi kesehatan mental. WHO juga menjelaskan bahwa tekanan dari teman sebaya, perundungan, kehidupan keluarga, serta pengaruh media dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis remaja. Karena itu, lingkungan yang suportif di rumah, sekolah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mental mereka.
Bagi orangtua, memahami kondisi ini berarti menyadari bahwa kebutuhan emosional anak tidak selalu terlihat secara langsung. Masa remaja yang tampak ceria belum tentu terbebas dari tekanan, sementara sikap lebih diam tidak selalu menandakan masalah serius.
Advertisement
Alih-alih langsung menyimpulkan, orangtua dapat mulai dengan membangun komunikasi yang terbuka dan tidak menghakimi. Memberikan kesempatan bagi anak untuk bercerita, menyampaikan pendapat, serta mengungkapkan perasaan dapat membantu mereka merasa aman. Dukungan tersebut menjadi fondasi bagi remaja untuk mengenali emosinya dan belajar menghadapi tantangan secara sehat.
Advertisement
Kunci Mendampingi Kesehatan Mental Remaja
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383398/original/051398300_1793085051-pexels-julia-m-cameron-8841578.jpg)
Salah satu cara mendukung kesehatan mental remaja adalah menciptakan lingkungan rumah yang membuat mereka nyaman untuk bercerita. Di tengah tuntutan sekolah, pertemanan, dan ekspektasi sosial, remaja membutuhkan tempat untuk mengungkapkan perasaan tanpa takut dibandingkan atau disalahkan. Orangtua dapat memulainya dengan menyediakan waktu untuk berbincang dan mendengarkan cerita anak tanpa terburu-buru memberikan nasihat.
Ketika anak mengungkapkan kesedihan, kecemasan, atau kekecewaan, hindari meremehkan perasaannya dengan mengatakan bahwa masalah tersebut terlalu sepele. Sebaliknya, akui emosi yang mereka rasakan dan ajak anak memahami situasi yang sedang dihadapi. Validasi emosi bukan berarti selalu menyetujui keputusan anak, melainkan menunjukkan bahwa perasaannya layak didengar.
Orangtua juga perlu memperhatikan perubahan perilaku yang berlangsung cukup lama, seperti anak menarik diri dari pergaulan, kehilangan minat terhadap kegiatan yang disukai, mengalami gangguan tidur, atau menunjukkan perubahan suasana hati yang signifikan. Perubahan tersebut tidak selalu menandakan gangguan mental, tetapi dapat menjadi alasan untuk mengajak anak berbicara lebih lanjut.
Selain komunikasi, kebiasaan sehari-hari turut mendukung kesejahteraan emosional. Waktu tidur yang cukup, aktivitas fisik, kesempatan beristirahat, serta hubungan sosial yang sehat dapat membantu remaja menghadapi tekanan. Jika kesulitan emosional mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, orangtua dapat mempertimbangkan bantuan psikolog atau tenaga kesehatan profesional.
Kenali Batas Pendampingan Orangtua
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383399/original/029687800_1793085053-pexels-karola-g-6134892.jpg)
Mendukung kesehatan mental remaja tidak berarti orangtua harus selalu menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi anak. Seiring bertambahnya usia, remaja perlu memperoleh kesempatan untuk mengambil keputusan, belajar dari kesalahan, dan menemukan cara menghadapi tantangan. Peran orangtua adalah memberikan arahan sekaligus memastikan anak mengetahui bahwa mereka tidak harus menghadapi kesulitan sendirian.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah melibatkan anak dalam mencari solusi. Ketika menghadapi masalah pertemanan atau tekanan akademik, orangtua bisa mengajukan pertanyaan mengenai hal yang paling mengganggu dan bantuan yang dibutuhkan. Pendekatan ini membantu anak mengenali masalahnya sendiri sekaligus melatih kemampuan mengambil keputusan.
Di sisi lain, kebebasan tetap perlu diimbangi dengan perhatian. Jika anak terus-menerus merasa putus asa, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari, menghindari orang-orang terdekat, atau mengalami perubahan perilaku yang mengganggu kesehariannya, orangtua sebaiknya tidak mengabaikan kondisi tersebut. Mengajak anak berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan profesional dapat menjadi langkah yang tepat.
Hal yang tidak kalah penting adalah memberikan contoh dalam mengelola emosi. Orangtua dapat menunjukkan cara menghadapi stres, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, dan mencari bantuan saat membutuhkannya. Anak juga perlu memahami bahwa beristirahat dan mengakui kesulitan bukanlah tanda kelemahan.
Pada akhirnya, kesehatan mental remaja tumbuh melalui hubungan yang aman, dukungan konsisten, dan kesempatan untuk berkembang. Dengan hadir tanpa menghakimi, orangtua dapat membantu anak membangun kepercayaan diri serta kemampuan menghadapi perubahan hidup.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383392/original/036741600_1793084586-medium-shot-women-cutting-textile.jpg)
![Sederet artis Tanah Air hadirkan inspirasi kebaya modern di perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia. Mana yang jadi favoritmu? [@lunamaya @bubahalfian @raffinagita1717]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/LuJvZfc01ZS4sd2WqEUlkD128-k=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326579/original/010060200_1787028064-collage-1787026780260.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383291/original/043362100_1793078788-healthy-beautiful-young-asian-athlete-women-sports-clothing-legs-warming-stretching-her-arms.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383283/original/020329400_1793078288-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_12.17.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383127/original/025118600_1793071990-IMG_3342.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383470/original/052631800_1793087874-kelly-sikkema-H7qrRBQbwPU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383303/original/56142500_1793080079-young-asian-family-daughter-happy-using-tablet-home-japanese-mother-father-relax-with-little-girl-watching-movie-lying-sofa-living-room-funny-parent-lovely-child-are-having-fun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562886/original/096890400_1776842271-little-boy-playing-with-toys.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673798/original/057009200_1782714868-IMG_1232.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379363/original/097715300_1792594745-people-meeting-barter-event-exchange-goods.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4847216/original/065253100_1717033085-pexels-liza-summer-6347538.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
![Sahabat Fimela, terdepan cara sederhana untuk membersihkan kompor, yaitu dengan menggunakan racikan baking soda dan cuka. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/b5j_UycbiR6Uyj6fghEUoPdfem0=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7163473/original/028995400_1779953328-2148563321.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501289/original/065172500_1770892932-medium-shot-woman-working-from-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441751/original/077518700_1765516997-medium-shot-woman-girl-playing-memory-game.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547486/original/041802400_1775460284-prostooleh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383849/original/084953800_1793105056-IMG_20261027_173154_121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3615998/original/074288400_1635414615-20211028-Aksi-Mahasiswa-Dan-Buruh-Peringati-Hari-Sumpah-Pemuda-FANANI-12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356106/original/025282300_1790153036-85d3e4f0-6ca9-48a2-bdad-4b5d189bfb54.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382614/original/000993500_1793003285-IMG-20261026-WA0019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383487/original/062982100_1793088940-1000799696.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4475814/original/005504500_1687349060-WhatsApp_Image_2023-06-21_at_16.58.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383283/original/020329400_1793078288-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_12.17.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383550/original/023780600_1793091372-20261027_110044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383124/original/034466100_1793071679-VAI07022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3120425/original/076650000_1588700587-woman-in-blue-long-sleeve-shirt-beside-her-mother-3893528.jpg)