Sukses

FimelaMom

Pastikan Gizi Anak Terpenuhi, Panduan Porsi Makan Seimbang untuk Cegah Stunting Sejak Dini

Fimela.com, Jakarta - Memastikan anak mendapatkan makanan bergizi tidak cukup hanya dengan membuatnya kenyang. Orangtua juga perlu memperhatikan jenis makanan, variasi nutrisi, serta porsi yang sesuai dengan usia dan kebutuhan tumbuh kembangnya. Salah satu panduan yang dapat diterapkan sehari-hari adalah Isi Piringku, yang membantu keluarga memahami komposisi makanan seimbang dalam satu kali makan.

Secara umum, konsep Isi Piringku mendorong konsumsi makanan pokok, lauk-pauk sebagai sumber protein, sayuran, serta buah-buahan dalam proporsi yang tepat. Kebiasaan ini membantu anak memperoleh beragam zat gizi yang dibutuhkan tubuh, mulai dari energi, protein, vitamin, hingga mineral. Kebutuhan tersebut penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan anak dalam mencegah stunting.

Dilansir dari World Health Organization (WHO), pemberian makanan pendamping ASI perlu dimulai pada usia enam bulan ketika kebutuhan energi dan nutrisi bayi mulai melebihi yang dapat dipenuhi ASI saja. WHO juga menekankan pentingnya variasi makanan, termasuk sumber protein hewani, buah, dan sayuran, selama periode awal kehidupan.

Pemenuhan gizi yang memadai merupakan salah satu bagian penting dalam upaya mencegah stunting, yaitu kondisi ketika tinggi badan anak lebih rendah daripada standar usianya akibat gangguan pertumbuhan kronis. Meski demikian, pencegahan stunting juga membutuhkan perhatian terhadap kesehatan ibu, sanitasi, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala.

Mengatur Porsi Makan Anak dengan Isi Piringku

Menerapkan Isi Piringku tidak berarti orangtua harus menyajikan makanan dalam jumlah besar. Hal yang lebih penting adalah memastikan komposisi makanan beragam dan sesuai dengan kebutuhan anak. Dalam panduan Isi Piringku untuk satu kali makan, setengah piring diisi sayur dan buah, sedangkan setengah lainnya terdiri dari makanan pokok dan lauk-pauk. Proporsi tersebut dapat menjadi acuan untuk membangun kebiasaan makan seimbang di rumah.

Makanan pokok, seperti nasi, kentang, atau jagung, menyediakan energi untuk mendukung aktivitas anak. Sementara itu, lauk-pauk seperti telur, ikan, ayam, tahu, dan tempe membantu memenuhi kebutuhan protein. Sayuran dan buah melengkapi asupan dengan vitamin, mineral, serta serat yang penting bagi kesehatan tubuh.

Porsi tetap perlu disesuaikan dengan usia, tingkat aktivitas, nafsu makan, dan tahap perkembangan anak. Anak yang masih kecil mungkin membutuhkan porsi lebih sedikit, tetapi dapat makan lebih sering sesuai kebutuhannya. Untuk bayi berusia enam bulan ke atas yang mulai menerima makanan pendamping ASI (MPASI), tekstur makanan juga perlu disesuaikan secara bertahap dengan kemampuan mengunyah dan menelannya.

Orangtua sebaiknya tidak memaksakan anak menghabiskan makanan ketika sudah menunjukkan tanda kenyang. Sebaliknya, ciptakan suasana makan yang nyaman dan tawarkan variasi menu agar anak terbiasa mengenal beragam rasa serta sumber nutrisi.

Kebiasaan Makan Sehat untuk Mendukung Pencegahan Stunting

Menerapkan Isi Piringku akan lebih bermanfaat jika disertai kebiasaan makan sehat secara konsisten. Orangtua dapat memulainya dengan menyediakan menu yang bervariasi, mengatur jadwal makan, serta membiasakan anak mengenal sayuran, buah, dan sumber protein sejak dini. Variasi menu membantu anak mendapatkan beragam zat gizi sekaligus mengurangi kebiasaan memilih makanan yang itu-itu saja.

Cara orangtua mendampingi anak saat makan juga perlu diperhatikan. Hindari memaksa, mengancam, atau menggunakan makanan sebagai hadiah agar anak mau menghabiskan hidangannya. Berikan kesempatan untuk mengenali rasa lapar dan kenyang, sambil tetap menawarkan makanan bergizi dalam suasana yang menyenangkan. Jika anak menolak makanan tertentu, orangtua dapat mencoba menyajikannya kembali pada kesempatan lain dengan bentuk atau cara pengolahan berbeda.

Selain memperhatikan asupan makanan, pemantauan pertumbuhan secara berkala juga penting. Orangtua dapat membawa anak ke posyandu atau fasilitas kesehatan untuk mengukur berat badan dan tinggi badan sesuai usianya. Catatan pertumbuhan membantu tenaga kesehatan mengenali kemungkinan masalah gizi lebih awal dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

Pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan atau komposisi piring. Kecukupan gizi sejak masa kehamilan, pemberian ASI dan MPASI sesuai anjuran, kebersihan lingkungan, serta akses terhadap layanan kesehatan turut berperan. Dengan membangun kebiasaan tersebut secara konsisten, orangtua dapat mendukung tumbuh kembang anak secara lebih optimal.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading