Sukses

Food

Diary Fimela: Modal Rp200 Ribu, Ibu Rumah Tangga Ini Raup Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Camilan

Fimela.com, Jakarta Sebagian besar orang beranggapan dalam membangun usaha harus dimulai dari modal besar. Padahal hal ini tak sepenuhnya benar lho.

Faktanya, dengan modal kecil ada banyak orang yang bisa mulai mengembangkan usaha sendiri. Seperti halnya seorang ibu rumah tangga asal Tasikmalaya, Rini Sri Wahyuni.

Rini adalah founder dari bisnis camilan viral bernama “Ratu Kriuk”. Dengan modal kecil yaitu Rp200 ribu, Ratu Kriuk mampu berkembang hingga raup omzet ratusan juta. Bahkan, dikala Pandemi Covid-19, Ratu Kriuk masih membuka lapangan pekerjaan baru.

Ratu Kriuk adalah UMKM yang menjual camilan berupa makaroni, basreng, hingga keripik kaca. Awalnya Rini memulai bisnis makaroni schotel, hingga suatu ketika niat menjual camilan itu muncul ketika ia membeli oleh-oleh makaroni untuk teman-temanya di Bandung.

“Kami beli perbungkus lima ribu untuk oleh-oleh teman di Bandung, lalu saya dan suami pikir lumayan juga kalau untuk dijual, dari sinilah ide menjual makaroni tercetus,” ujar Rini kepada Fimela.

Dengan modal Rp200 ribu dari pendapatannya berjualan makaroni schotel, ia dan sang suami pun membeli bahan baku berupa makaroni kering, bumbu penyedap, dan kemasan produk. Hingga pada 14 Februari 2017, Linda pun resmi memasarkan produknya ke orang-orang terdekatnya.

Penjualan meningkat berkat endorsement

Tiga bulan berjalan, penjualan Ratu Kriuk pun mulai meningkat. Rini bercerita kala itu ia dibantu temannya yang merupakan seorang influencer.

“Dia tiba-tiba menawarkan untuk membantu promosi usaha aku. Ternyata setelah di-endorse, hasil penjualan Ratu Kriuk meningkat sekali. Biasanya seminggu terjual 10 kg, setelah endorse bisa mencapai 70 kg per minggu,” cerita ibu dari dua anak ini.

Hingga kini, penjualan Ratu Kriuk terus meningkat. Dari modal Rp200 ribu, penjualan ratu kriuk bisa mencapai 1 kuintal per hari dengan omzet Rp200–Rp250 juta perbulan. Bahkan, Ratu Kriuk telah memiliki 34 agen yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

Rini mengaku tak pernah menyangka usaha yang dibangunnya dari nol bersama sang suami sukses. Namun, dirinya selalu percaya setiap perkataan yang diucapkan adalah doa. Oleh karena itu, ia dan sang suami selalu berbicara hal-hal baik.

“Dulu aku pernah nyeletuk sama suami, nanti 1 kuintal gak sebulan, tapi sehari. Dan tak disangka benar terjadi. Belum setahun usaha kami berjalan, penjualan kami mencapai 1 kuintal per hari. kami benar-benar percaya setiap omongan adalah doa. Tapi tentu saja harus tetap diimbangi usaha,” tutur Rini.

“Awal-awal omzet 5 juta perbulan, 5-7 bulan setelahnya omzetnya meningkat hingga 20 juta perbulan. Melewati setahun macaroni kami terjual 1 kuintal per hari, omzet yang kami dapatkan juga meningkat hingga Rp200-250 juta perbulan, alhamdulillah masih stabil meskipun tentu ada naik turunnya,” lanjutnya.

Tips agar bisnis tetap eksis

Memasuki tahun ke-5, Ratu Kriuk pun tetap tak kehilangan pamornya meski di tengah banyaknya tren dan pesaing yang meluncurkan produk serupa. Menurut Rini, ada beberapa hal yang harus dilakukan pelaku usaha makanan ringan agar bisnisnya tetap eksis.

“Kalau camilan, kuncinya konsistensi rasa. Kalau konsumen sudah tahu rasa produk kita dan tak berubah, maka konsumen tidak akan beralih ke toko lainnya,” ujar perempuan kelahiran 20 Desember 1991 itu.

Rini menambahkan, dirinya juga selalu berusaha mendengarkan permintaan konsumen. “Selain itu, saya juga tidak berhenti untuk melakukan endorsement. Endorsement menjadi salah satu ikhtiar saya untuk mengenalkan Ratu Kriuk ke seluruh Indonesia,” tandasnya.

#Elevate Women

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Stimulasi Pertumbuhan UMKM ShopeePay Hadirkan Ragam Keseruan di 12.12 Birthday Deals
Artikel Selanjutnya
Bicara tentang Pentingnya Inovasi untuk UMKM di IdeaFest 2021