Sukses

Food

Kaldu Tulang dan Kaldu Daging, Sama-sama Lezat Tetapi Mana yang Lebih Baik?

Fimela.com, Jakarta Banyak orang langsung membuang begitu saja air rebusan daging atau tulang. Jangan terburu-buru membuangnya, sebab air rebusan daging atau tulang bisa dimanfaatkan sebagai kaldu. Memasak kaldu memang memerlukan waktu yang tidak sebentar, namun akan sebanding dengan nutrisi dan manfaat yang didapatkan.

Meskipun tampilannya sama-sama bening dan rasanya sama-sama gurih dan lezat, ternyata kaldu tulang dan kaldu daging memiliki beberapa perbedaan, lho. Sudah tahu perbedaan keduanya apa saja? Temukan jawabannya di sini.

Kaldu Tulang

Kaldu tulang disebut dengan bone stock. Kaldu tulang bertektur lebih kental dari kaldu daging, sebab mengandung lebih banyak kolagen. Kolagen ini keluar dari sendi dan tulang saat direbus dalam waktu lama. Selain teksturnya lebih kental, proses merebus yang lama akan menghasilkan warna kaldu yang pekat dengan rasa kaldu yang lebih gurih.

Kaldu ini didapat dari rebusan air dan tulang ayam, sapi, atau ikan. Kaldu tulang ayam atau ikan memerlukan waktu memasak 6 jam, sedangkan untuk memasak kaldu tulang sapi perlu waktu 16-18 jam. Jangan merebusnya lebih lama dari itu karena akan menghancurkan serat tulang dan bisa meningkatkan produksi gelatin dalam kaldu.

Kaldu ini dinilai sebagai kaldu terbaik karena kandungan nutrisinya lebih lengkap dan tinggi. Protein kolagennya bermanfaat baik bagi kesehatan kulit, kuku, dan rambut. Vitamin dan nutrisi lainnya, seperti zat besi, seng, kalsium, magnesium, dan fosfor penting untuk fungsi metabolisme tubuh serta baik untuk pencernaan dan usus yang sehat.

Kaldu Daging

Jika kaldu tulang didapat dari rebusan tulang, kaldu daging diperoleh dari rebusan serpihan daging yang bercampur sedikit lemak. Kaldu daging terbuat dari rebusan air, daging, dan sayuran. Kaldu daging disebut dengan broth. Memasak kaldu daging biasanya hanya memerlukan waktu sekitar dua sampai empat jam.

Kaldu daging bertekstur lebih cair dari kaldu tulang karena tidak mengandung protein kolagen yang keluar dari tulang selama proses perebusan. Kaldu daging akan menghasilkan kaldu yang ringan dan lebih bening. Kaldu ini cocok untuk orang yang kurang suka dengan kaldu kental dan berwarna pekat. Rasa yang dihasilkan dari kaldu daging adalah gurih dan segar.

Menurut kandungan nutrisinya, kalori pada kaldu tulang lebih tinggi dari kaldu sapi. Kaldu daging memang mengandung mineral dan nutrisi dari sayuran yang direbus bersamaan dengan daging, namun tidak mengandung banyak protein. Kaldu daging juga tidak menyerap banyak kalsium dan vitamin D, tidak seperti kaldu tulang. Mengonsumsi kaldu daging bisa memperkuat sendi dan baik bagi kekebalan tubuh.

Nah, sekarang sudah paham kan, perbedaan kaldu tulang dan kaldu daging? Meskipun kaldu tulang dinilai lebih baik, kedua jenis kaldu tersebut sama-sama lezat dan baik bagi kesehatan. Tinggal menyesuaikan saja ingin mengonsumsi kaldu yang mana.

Ditulis oleh: Aulia Oktafia Mahmudah

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading