Sukses

Food

9 Cara Membuat Peyek Teri yang Tidak Cepat Melempem dan Tetap Renyah

ringkasan

  • Kombinasi tepung beras dan tapioka/sagu dengan rasio 2:1 penting untuk kerenyahan dan ketahanan peyek.
  • Gunakan kuning telur lebih banyak daripada putih telur untuk hasil peyek yang lebih renyah, gurih, dan rapuh.
  • Goreng peyek dengan minyak banyak dan suhu sedang, lalu tiriskan serta simpan dalam wadah kedap udara setelah benar-benar dingin untuk menjaga kerenyahannya.

Fimela.com, Jakarta - Peyek teri, camilan tradisional yang dicintai banyak orang, selalu berhasil memikat selera dengan teksturnya yang renyah dan cita rasa gurihnya. Namun, tantangan sering muncul saat mencoba menjaga kerenyahan peyek teri agar tidak cepat melempem.

Untuk menghasilkan peyek teri yang tetap krispi dalam waktu lama, ada beberapa teknik dan tips penting yang patut diperhatikan. Kunci utamanya terletak pada pemilihan bahan yang tepat, proses penggorengan yang cermat, hingga metode penyimpanan yang benar.

Peyek teri menjadi salah satu camilan favorit banyak orang karena rasanya gurih dan teksturnya renyah. Namun, tidak sedikit yang mengalami masalah peyek cepat melempem hanya beberapa jam setelah digoreng. Berikut ini cara membuat peyek teri yang tidak cepat melempem, oleh Fimela.com, Selasa (4/8/2026).

Bahan-Bahan

Bahan utama

  • 250 gram tepung beras
  • 50 gram tepung tapioka atau tepung sagu
  • 1 butir kuning telur
  • 200 ml santan kental
  • 100-150 ml air (sesuaikan kekentalan adonan)
  • 100 gram teri medan, cuci bersih lalu tiriskan
  • 5 lembar daun jeruk, iris tipis
  • Minyak goreng secukupnya

Bumbu halus

  • 3 siung bawang putih
  • 3 butir kemiri sangrai
  • 1 sendok teh ketumbar
  • 1 cm kencur
  • 1 cm kunyit
  • 1 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh kaldu bubuk (opsional)

1. Pilih Kombinasi Tepung yang Tepat

Kunci utama peyek yang tahan renyah terletak pada pemilihan tepung. Tepung beras memberikan tekstur garing khas peyek, sedangkan tepung tapioka atau sagu membantu meningkatkan kerenyahan dan membuat peyek tidak mudah melempem saat disimpan.

Perbandingan yang paling aman adalah sekitar lima bagian tepung beras dan satu bagian tepung tapioka. Jika tepung tapioka terlalu banyak, peyek bisa menjadi keras dan kurang rapuh. Sebaliknya, jika hanya menggunakan tepung beras, peyek memang renyah saat baru digoreng tetapi cenderung lebih cepat melempem.

Ayak kedua jenis tepung sebelum digunakan agar tidak ada gumpalan. Langkah sederhana ini membantu adonan lebih halus dan menghasilkan peyek yang matang merata.

2. Gunakan Kuning Telur dan Santan Secukupnya

Banyak orang menambahkan telur utuh ke dalam adonan, padahal putih telur yang berlebihan dapat membuat peyek lebih keras dan kurang renyah. Menggunakan satu kuning telur saja sudah cukup untuk membantu mengikat adonan sekaligus memberi rasa gurih.

Santan juga memiliki peran penting. Kandungan lemak pada santan membuat peyek terasa lebih gurih dan teksturnya lebih renyah. Namun, penggunaan santan yang terlalu banyak justru membuat peyek mudah menyerap minyak dan cepat lembek. Karena itu, gunakan santan kental secukupnya dan tambahkan air sedikit demi sedikit sampai adonan mencapai kekentalan yang pas.

3. Haluskan Bumbu agar Rasa Lebih Kaya

Bumbu halus bukan hanya soal rasa, tetapi juga memengaruhi aroma dan kualitas peyek. Bawang putih memberikan rasa gurih, ketumbar memberi aroma khas, kencur menambah wangi tradisional, sedangkan kunyit memberi warna keemasan yang cantik.

Kemiri memiliki fungsi tambahan yang sering tidak disadari, yaitu membantu menghasilkan tekstur peyek yang lebih renyah. Sangrai kemiri terlebih dahulu sebelum dihaluskan agar aromanya lebih keluar dan tidak meninggalkan rasa langu. Setelah bumbu halus siap, campurkan ke dalam tepung, lalu aduk rata sebelum menambahkan santan dan air.

4. Buat Adonan dengan Kekentalan yang Pas

Adonan peyek tidak boleh terlalu kental maupun terlalu encer. Adonan yang terlalu kental akan menghasilkan peyek tebal dan kurang garing, sedangkan adonan yang terlalu encer membuat bentuk peyek sulit terbentuk.

Tambahkan santan dan air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan licin dan tidak bergerindil. Setelah itu, masukkan teri medan yang sudah benar-benar ditiriskan serta irisan daun jeruk.

Teri harus dalam kondisi cukup kering agar tidak menambah kadar air pada adonan. Jika masih terlalu basah, peyek akan lebih mudah melempem setelah digoreng.

5. Teknik Menuang Adonan di Pinggir Wajan

Panaskan minyak dalam jumlah banyak hingga benar-benar panas. Gunakan wajan yang agak cekung agar peyek mudah terlepas. Ambil satu sendok sayur adonan, lalu tuang perlahan di pinggir wajan sambil dibentuk tipis melebar. Jangan menuang terlalu banyak adonan sekaligus karena peyek yang terlalu tebal akan sulit menjadi renyah.

Setelah adonan menempel di sisi wajan, siram bagian atasnya dengan minyak panas sampai peyek terlepas dengan sendirinya. Teknik ini membantu peyek matang merata dan menghasilkan tekstur yang lebih ringan dan kriuk.

6. Atur Suhu Minyak dan Api dengan Benar

Suhu minyak ideal untuk menggoreng peyek sekitar 170-180°C. Jika tidak memiliki termometer, gunakan cara sederhana dengan meneteskan sedikit adonan. Bila adonan langsung naik dan berbuih, berarti minyak sudah siap digunakan. Gunakan api sedang selama proses menggoreng.

Api yang terlalu besar membuat bagian luar cepat cokelat sementara bagian dalam masih menyimpan uap air. Uap air inilah yang sering menjadi penyebab peyek cepat melempem. Sebaliknya, api yang terlalu kecil membuat peyek menyerap banyak minyak. Hindari terlalu sering membalik peyek. Cukup balik sekali ketika bagian bawah sudah kokoh dan berwarna keemasan.

7. Goreng Dua Kali untuk Hasil Lebih Renyah

Jika ingin peyek tahan renyah lebih lama, gunakan teknik penggorengan dua kali. Pada penggorengan pertama, goreng peyek hingga bentuknya kokoh dan setengah kering. Angkat lalu tiriskan sampai benar-benar dingin.

Setelah dingin, panaskan kembali minyak dan goreng peyek untuk kedua kalinya hingga berwarna kuning keemasan dan terdengar ringan saat diangkat. Teknik ini membantu mengeluarkan sisa uap air di dalam peyek sehingga teksturnya menjadi lebih kering dan tahan lama. Metode ini sangat cocok jika peyek akan disimpan beberapa minggu atau dijadikan stok camilan di rumah.

8. Tiriskan dan Dinginkan dengan Sempurna

Setelah peyek matang, tiriskan di atas saringan atau rak kawat. Hindari menumpuk peyek saat masih panas karena uap panas yang terperangkap dapat membuat permukaannya menjadi lembap.

Biarkan peyek dingin sempurna selama 20-30 menit. Langkah ini sering dianggap sepele, padahal sangat menentukan kerenyahan jangka panjang. Peyek yang disimpan saat masih hangat hampir pasti akan cepat melempem meskipun wadahnya rapat.

9. Simpan dalam Wadah Kedap Udara

Gunakan toples atau wadah yang benar-benar kedap udara. Pastikan wadah dalam keadaan kering sebelum digunakan. Untuk hasil lebih optimal, Anda bisa menambahkan sedikit silica gel food grade atau selembar tisu dapur bersih di dasar toples untuk membantu menyerap kelembapan.

Simpan peyek di tempat yang sejuk dan kering, jauh dari kompor atau area lembap. Dengan penyimpanan yang benar, peyek teri dapat tetap renyah selama 2-4 minggu.

Pertanyaan Seputar Cara Membuat Peyek Teri Tidak Cepat Melempem

Berapa rasio ideal tepung beras dan tepung tapioka untuk peyek teri yang renyah?

Rasio yang disarankan adalah sekitar 2:1, yaitu dua bagian tepung beras berbanding satu bagian tepung tapioka atau sagu, untuk mendapatkan tekstur peyek yang renyah dan tahan lama.

Mengapa peyek teri saya cepat melempem setelah digoreng?

Peyek cepat melempem biasanya disebabkan oleh penirisan minyak yang kurang sempurna, atau disimpan saat masih hangat sehingga uap panas terperangkap. Pastikan peyek benar-benar dingin dan kering sebelum disimpan dalam wadah kedap udara.

Apa fungsi air kapur sirih dalam adonan peyek?

Air kapur sirih digunakan dalam jumlah sangat sedikit pada beberapa resep tradisional untuk membantu membuat peyek menjadi lebih renyah. Penggunaannya harus hati-hati dan tidak berlebihan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading