Fimela.com, Jakarta - Kroket kentang isi mozzarella telah lama menjadi camilan favorit banyak orang, menawarkan perpaduan tekstur renyah di bagian luar dan lelehan keju mozzarella yang menggoda di dalamnya. Kelezatan ini menjadikannya pilihan sempurna untuk hidangan pembuka, teman minum teh, atau sekadar kudapan ringan di berbagai kesempatan. Namun, di balik daya tariknya, seringkali ada tantangan yang dihadapi para pembuatnya.
Dua masalah utama yang kerap muncul adalah keju yang bocor saat proses penggorengan dan kulit kroket yang menjadi lembek alih-alih renyah. Untuk mengatasi kendala ini dan menghasilkan kroket yang benar-benar “anti bocor”, “renyah di luar”, serta “lumer di dalam”, diperlukan perhatian khusus pada setiap tahapan pembuatan. Ini mencakup pemilihan bahan yang cermat, teknik pengolahan adonan kentang, metode pengisian dan pelapisan, hingga cara penggorengan yang tepat.
Proses pembuatan kroket yang sempurna bukan hanya sekadar mengikuti resep, melainkan juga memahami setiap detail langkahnya. Lantas bagaimana resep kroket kentang isi mozzarella anti bocor yang renyah di luar dan lumer di dalam? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (15/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Advertisement
Asal Muasal Kroket Kentang Isi Mozzarella
Kroket kentang isi mozzarella merupakan hasil pengembangan dari hidangan croquette yang berasal dari tradisi kuliner Eropa. Istilah croquette berkaitan dengan kata Prancis croquer yang berarti “mengunyah” atau menghasilkan sensasi renyah. Catatan sejarah menunjukkan bahwa bentuk awal croquette sudah dikenal dalam kuliner Prancis sejak sekitar abad ke-17, sementara resepnya terus berkembang hingga menjadi hidangan yang umumnya dibuat dari bahan yang diikat dengan saus kental atau kentang, kemudian dibentuk, dilapisi tepung roti, dan digoreng hingga bagian luarnya renyah.
Seiring penyebarannya ke berbagai negara, kroket mengalami banyak perubahan sesuai bahan dan kebiasaan makan setempat. Di Belanda, misalnya, kroket berkembang sebagai makanan populer dengan isian yang umumnya berbasis ragout. Sementara itu, penggunaan kentang sebagai bahan utama juga berkembang di berbagai versi kroket Eropa. Di Jepang, hidangan serupa dikenal sebagai korokke, yang menggunakan kentang tumbuk sebagai salah satu bahan utamanya. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kroket memang memiliki banyak bentuk dan isian, sehingga tidak terbatas pada satu resep asli saja.
Di Indonesia, kroket kemudian dikenal sebagai salah satu camilan yang mendapat pengaruh kuliner Belanda pada masa kolonial. Versi yang populer di masyarakat berkembang dengan menggunakan kentang dan berbagai isian, seperti ragout ayam, daging, serta sayuran. Karena karakter kroket sangat mudah dimodifikasi, keju kemudian menjadi salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai isian. Perkembangan inilah yang membuat kreasi seperti kroket kentang isi mozzarella muncul sebagai versi modern dengan perpaduan kentang lembut, lapisan luar renyah, dan keju yang meleleh ketika digoreng.
Resep Kroket Kentang Isi Mozzarella
Bahan Adonan Kentang
- 500 gram kentang
- 2 sdm tepung maizena
- 1 sdm susu bubuk
- ½ sdt garam
- ¼ sdt merica bubuk
- ½ sdt kaldu bubuk
- 1 batang daun bawang, iris halus
Bahan Isian
- 150 gram keju mozzarella, potong menjadi batang atau dadu kecil
- 1 sdm tepung terigu, untuk membantu menjaga permukaan isian tetap kering
Bahan Pelapis
- 2 butir telur, kocok lepas
- 100 gram tepung panir atau breadcrumbs
Bahan untuk Menggoreng
- Minyak goreng secukupnya, gunakan minyak yang cukup banyak agar kroket dapat terendam sebagian besar saat digoreng
Cara Membuat Kroket Kentang Isi Mozzarella
- Kupas kentang, cuci bersih, lalu potong menjadi beberapa bagian agar lebih cepat matang. Kukus kentang hingga benar-benar empuk. Setelah matang, haluskan selagi masih hangat sampai tidak ada bagian yang menggumpal.
- Masukkan kentang yang sudah dihaluskan ke dalam wadah. Tambahkan tepung maizena, susu bubuk, garam, merica, kaldu bubuk, dan daun bawang. Aduk hingga seluruh bahan tercampur rata dan adonan dapat dibentuk dengan tangan.
- Potong mozzarella menjadi bagian kecil dengan ukuran yang seragam. Jika menggunakan mozzarella yang sangat lembek, dinginkan terlebih dahulu di dalam kulkas agar lebih mudah dimasukkan ke dalam adonan dan tidak cepat meleleh ketika proses pembentukan.
- Ambil sekitar satu sendok makan adonan kentang, kemudian pipihkan di telapak tangan. Usahakan ketebalannya cukup untuk membungkus mozzarella secara menyeluruh sehingga tidak ada bagian keju yang langsung bersentuhan dengan minyak saat digoreng.
- Letakkan potongan mozzarella di bagian tengah adonan. Bungkus sambil ditekan perlahan hingga seluruh permukaan keju tertutup kentang. Rapikan sambungan dan pastikan tidak ada retakan atau lubang kecil yang dapat menjadi jalan keluar mozzarella ketika terkena minyak panas.
- Bentuk adonan menjadi bulat lonjong atau sesuai selera. Jangan membuat kroket terlalu besar karena bagian dalam bisa lebih sulit matang merata. Setelah semuanya selesai dibentuk, letakkan di atas wadah yang bersih.
- Celupkan setiap kroket ke dalam telur kocok hingga seluruh permukaannya terlapisi. Setelah itu, gulingkan ke tepung panir sambil ditekan ringan agar lapisan menempel dengan baik. Untuk hasil lebih kokoh, kroket bisa didiamkan beberapa menit setelah dilapisi sebelum digoreng.
- Panaskan minyak dengan api sedang. Masukkan kroket secara perlahan dan jangan terlalu memenuhi wajan agar suhu minyak tidak turun drastis. Goreng hingga permukaan berubah keemasan dan renyah, kemudian angkat dan tiriskan.
- Kroket kentang paling nikmat disantap saat masih hangat karena mozzarella di dalamnya masih lembut dan mudah meleleh ketika dibelah. Sajikan bersama saus sambal, saus tomat, atau cocolan lain sesuai selera. Untuk menjaga tekstur tetap renyah, sebaiknya kroket tidak langsung ditutup rapat ketika masih panas.
Advertisement
Tips Resep Kroket Kentang Isi Mozzarella agar Tidak Bocor Saat Digoreng
- Gunakan mozzarella dalam kondisi dingin. Mozzarella yang terlalu lunak akan lebih sulit dibungkus dan cepat meleleh ketika terkena panas. Potong keju sesuai ukuran, kemudian simpan sebentar di dalam kulkas sebelum digunakan. Keju yang lebih dingin juga membuat proses membentuk kroket menjadi lebih mudah karena tidak cepat menekan atau merusak adonan kentang.
- Jangan membuat isian mozzarella terlalu besar. Potongan mozzarella yang terlalu besar membutuhkan lapisan kentang yang lebih tebal untuk membungkusnya. Jika lapisan terlalu tipis, panas dari minyak akan lebih cepat mencapai keju dan membuatnya berisiko merembes keluar. Gunakan potongan secukupnya dan usahakan setiap kroket memiliki ukuran isian yang relatif sama agar matang lebih merata.
- Pastikan seluruh mozzarella tertutup adonan kentang. Setelah mozzarella diletakkan di tengah adonan, tutup dengan cara menekan dan merapatkan bagian sambungan. Periksa seluruh permukaan kroket sebelum dilapisi tepung panir. Retakan kecil sekalipun bisa menjadi celah keluarnya keju ketika mozzarella mulai mencair di dalam kroket.
- Jangan membuat lapisan kentang terlalu tipis. Adonan kentang berfungsi sebagai pelindung utama mozzarella. Buat lapisan yang cukup tebal untuk menahan tekanan dari keju yang meleleh, tetapi jangan terlalu tebal karena dapat membuat kroket terasa terlalu berat. Ratakan adonan dengan ketebalan yang relatif seragam agar tidak ada bagian yang terlalu tipis.
- Gunakan telur dan tepung panir sebagai lapisan pelindung. Celupkan kroket ke dalam telur hingga seluruh permukaannya tertutup, kemudian gulingkan ke tepung panir sampai merata. Lapisan ini membantu membentuk kulit luar yang lebih kokoh ketika digoreng. Jika ingin lapisan lebih kuat, kroket dapat dilapisi telur dan tepung panir untuk kedua kalinya.
- Diamkan kroket sebelum masuk minyak. Setelah selesai dilapisi tepung panir, jangan langsung memasukkannya ke dalam minyak jika permukaan masih terasa terlalu basah. Diamkan beberapa menit agar lapisan lebih melekat. Kroket juga dapat didinginkan sebentar di kulkas supaya bentuknya lebih kokoh sebelum digoreng.
- Pastikan minyak sudah cukup panas. Minyak yang belum panas dapat membuat kroket menyerap banyak minyak dan berada terlalu lama di dalam wajan sebelum lapisan luarnya mengeras. Sebaliknya, minyak yang terlalu panas juga dapat membuat bagian luar cepat gosong sementara bagian dalam belum cukup panas. Gunakan api sedang dan pastikan minyak sudah panas sebelum kroket dimasukkan.
- Jangan terlalu sering membolak-balik kroket. Kroket yang baru masuk minyak membutuhkan waktu agar lapisan luarnya mengeras. Jika terlalu cepat dibolak-balik atau sering disentuh, permukaannya dapat retak dan membuka jalan bagi mozzarella untuk keluar. Biarkan satu sisi mengeras dan berubah keemasan sebelum membaliknya dengan hati-hati.
- Jangan memenuhi wajan saat menggoreng. Memasukkan terlalu banyak kroket sekaligus dapat menurunkan suhu minyak secara drastis. Kondisi tersebut membuat kroket lebih lama matang dan lapisan luarnya lebih sulit cepat kokoh. Goreng dalam beberapa tahap dengan jumlah yang cukup agar kroket memiliki ruang untuk bergerak dan suhu minyak tetap stabil.
- Tiriskan kroket dengan benar setelah matang. Setelah kulit berubah keemasan dan renyah, segera angkat kroket menggunakan saringan atau penjepit. Tiriskan di atas rak atau saringan agar minyak berlebih dapat turun dan uap panas tidak terperangkap di bagian bawah. Setelah sedikit hangat, kroket siap dibelah untuk mendapatkan mozzarella yang lembut dan lumer tanpa harus bocor saat proses penggorengan.
Tips Penyajian Kroket Kentang Isi Mozzarella
- Sajikan selagi hangat. Kroket kentang isi mozzarella paling nikmat disantap beberapa saat setelah digoreng. Ketika masih hangat, tekstur bagian luarnya terasa renyah, sementara kentang di dalam tetap lembut dan mozzarella lebih mudah meleleh. Jika ingin mendapatkan efek keju yang benar-benar lumer ketika dibelah, sajikan tidak terlalu lama setelah proses penggorengan selesai.
- Padukan dengan saus sebagai cocolan. Rasa gurih kroket dapat dibuat semakin menarik dengan berbagai pilihan saus. Saus sambal cocok untuk memberikan sensasi pedas, sedangkan saus tomat memberikan rasa yang lebih ringan. Bisa juga menggunakan saus mayonnaise, saus keju, atau campuran mayonnaise dan saus sambal untuk mendapatkan cocolan yang creamy dan sedikit pedas.
- Buat ukuran kecil untuk sajian acara. Jika kroket akan disajikan untuk arisan, pengajian, acara keluarga, atau kumpul bersama teman, buat ukurannya lebih kecil agar mudah disantap. Ukuran mini juga membuat satu adonan dapat menghasilkan lebih banyak buah kroket. Sajikan dalam piring atau wadah dengan saus di bagian tengah sehingga tampilannya lebih menarik.
- Jangan langsung menutup kroket saat masih panas. Kroket yang baru digoreng mengeluarkan uap panas. Jika langsung dimasukkan ke wadah tertutup, uap tersebut dapat membuat permukaan tepung panir menjadi lembek. Sebaiknya tiriskan terlebih dahulu di atas rak atau saringan sebelum disusun di wadah penyajian.
Advertisement
Variasi Kroket Kentang Isi Mozzarella
- Kroket mozzarella pedas. Bagi pencinta makanan pedas, mozzarella dapat dipadukan dengan irisan cabai atau sedikit saus sambal sebagai bagian dari isian. Gunakan secukupnya agar isian tidak terlalu basah karena cairan berlebih dapat membuat adonan lebih sulit ditutup. Sensasi pedas dari cabai akan berpadu dengan rasa gurih kentang dan mozzarella yang creamy.
- Kroket mozzarella daging asap. Potongan daging asap yang dicincang halus dapat ditambahkan bersama mozzarella untuk menghasilkan isian yang lebih gurih dan beraroma. Daging sebaiknya dipotong kecil agar tidak membuat permukaan kroket sulit ditutup. Kombinasi ini cocok jika kroket ingin dibuat lebih mengenyangkan dan memiliki rasa yang lebih kuat.
- Kroket mozzarella ayam. Ayam matang yang sudah dicincang atau disuwir dapat digunakan sebagai tambahan isian. Ayam bisa dibumbui terlebih dahulu dengan bawang putih, lada, dan sedikit garam agar rasanya tidak hambar. Setelah dingin, ayam dapat dicampurkan dengan mozzarella sebelum dimasukkan ke dalam adonan kentang.
- Kroket mozzarella sayuran. Untuk versi yang lebih beragam, tambahkan sayuran seperti wortel, jagung, atau daun bawang ke dalam adonan kentang. Sayuran sebaiknya dicincang kecil dan tidak terlalu basah agar adonan tetap mudah dibentuk. Selain memberikan warna yang lebih menarik, tambahan sayuran juga membuat kroket memiliki tekstur dan rasa yang lebih beragam.
- Kroket mozzarella dengan smoked beef dan saus pizza. Jika ingin menghadirkan rasa seperti pizza dalam bentuk kroket, gunakan kombinasi mozzarella, smoked beef cincang, dan sedikit saus pizza yang kental. Jangan terlalu banyak memberikan saus karena kelembapan berlebih dapat meningkatkan risiko kroket pecah saat digoreng. Gunakan isian secukupnya agar semua bahan tetap tertutup rapat oleh adonan kentang.
- Kroket mozzarella berbumbu rempah. Rasa dasar kentang dan keju juga bisa dibuat lebih harum dengan menambahkan rempah seperti oregano, parsley kering, atau sedikit bubuk bawang putih. Rempah dapat dicampurkan langsung ke dalam adonan kentang. Variasi ini cocok untuk pembaca yang menyukai cita rasa gurih dengan aroma ala camilan Barat tanpa harus mengubah bahan utama.
- Kroket mozzarella mini untuk ide jualan. Ukuran mini bisa menjadi pilihan jika kroket ingin dijadikan produk jualan. Buat setiap kroket dengan ukuran dan berat yang relatif seragam agar tampilannya profesional dan memudahkan penghitungan biaya produksi. Kroket dapat dijual dalam beberapa pilihan isi, misalnya mozzarella original, mozzarella pedas, mozzarella ayam, dan mozzarella smoked beef, sehingga pembeli memiliki lebih banyak pilihan.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Resep Kroket Kentang Isi Mozzarella Anti Bocor
1. Mengapa mozzarella pada kroket bisa bocor saat digoreng?
Mozzarella bisa bocor jika lapisan kentang terlalu tipis, bagian sambungan kroket tidak tertutup rapat, atau keju terlalu dekat dengan permukaan luar. Suhu minyak yang terlalu tinggi juga dapat membuat bagian luar cepat matang sementara mozzarella di dalam sudah meleleh dan mencari celah untuk keluar.
2. Mozzarella jenis apa yang cocok untuk membuat kroket?
Mozzarella block atau mozzarella yang dapat dipotong menjadi potongan kecil cocok digunakan untuk kroket. Potong keju dengan ukuran yang tidak terlalu besar agar lebih mudah dibungkus adonan kentang dan tidak memberikan tekanan berlebihan pada lapisan luar ketika meleleh.
3. Apakah kroket mozzarella perlu dimasukkan ke kulkas sebelum digoreng?
Sebaiknya iya. Setelah kroket selesai dibentuk dan dilapisi tepung panir, masukkan ke kulkas selama sekitar 15–30 menit. Langkah ini membantu membuat bentuk kroket lebih kokoh sehingga lapisan pelindungnya tidak mudah terbuka ketika masuk ke minyak panas.
4. Bagaimana cara membuat kroket kentang agar tidak mudah hancur?
Pastikan kentang tidak terlalu berair setelah dikukus atau direbus. Haluskan kentang ketika masih hangat, kemudian campurkan bahan pengikat secukupnya sampai adonan bisa dipulung dan dibentuk. Saat memasukkan mozzarella, jangan membuat lapisan kentang terlalu tipis dan pastikan seluruh bagian keju tertutup sempurna.
5. Mengapa kroket sebaiknya tidak langsung digoreng dengan minyak yang terlalu panas?
Minyak yang terlalu panas dapat membuat lapisan tepung panir cepat kecokelatan sebelum bagian dalamnya mencapai kondisi yang pas. Akibatnya, mozzarella dapat meleleh dan keluar melalui celah pada kroket. Gunakan minyak yang sudah panas dengan api sedang agar proses penggorengan berlangsung lebih stabil.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348412/original/027240400_1789442213-Gemini_Generated_Image_m4ca15m4ca15m4ca.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348128/original/083675500_1789383295-15ab25ae-8e42-42fe-9587-82f3b1163532.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348096/original/021183300_1789381946-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347625/original/051900300_1789360535-pexels-rdne-6646157.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347605/original/043350800_1789358855-Gemini_Generated_Image_vojh2pvojh2pvojh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347539/original/022643200_1789353151-Gemini_Generated_Image_cjq2c8cjq2c8cjq2.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564262/original/049314900_1776931762-flat-lay-hands-holding-notebook-cash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572111/original/028475500_1777774433-pexels-cottonbro-7118214.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
![Sahabat Fimela, terdepan cara sederhana untuk membersihkan kompor, yaitu dengan menggunakan racikan baking soda dan cuka. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/b5j_UycbiR6Uyj6fghEUoPdfem0=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7163473/original/028995400_1779953328-2148563321.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317739/original/021174400_1786068843-SukkhaCitta_Plaza_Indonesia_Opening_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261782/original/054643400_1750688856-portrait-woman-cooking-home-kitchen-holding-tomatoes-preparing-delicious-fresh-meal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111664/original/072805600_1783064065-IMG_1262.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111187/original/023809800_1783063078-IMG_1258.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7241807/original/019116900_1780027083-front-view-woman-kid-relaxing-home_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346079/original/053857300_1789109596-pexels-giulianogiudici-18269729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7165470/original/073643600_1779955615-pexels-reneterp-13821255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488589/original/000791000_1769757751-mom-comforting-her-upset-daughter.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348748/original/021630000_1789456174-1000543786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348699/original/066577300_1789454819-1144897.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289607/original/098662900_1753074718-WhatsApp_Image_2025-07-21_at_12.09.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7709282/original/047398800_1780509884-WhatsApp_Image_2026-06-03_at_18.47.11.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5292222/original/022875000_1753247405-efee62e2-84c3-4d97-89c6-32bf7b5f099d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348243/original/018230100_1789397018-IMG_4535.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287213/original/022697200_1783192963-IMG_1877.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287201/original/096135800_1783191518-IMG_1875.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348543/original/079715200_1789448629-063_2295335075.jpg)
![Mengurangi screen time yang tidak terlalu penting, terutama di luar jam kerja, bisa menjadi langkah sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan mata. [Dok/Pexels.com/Nataliya Vaitkevich].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/RTnji55s7RPjxliTQfmFlkCKY8k=/80x80/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515750/original/066465800_1772187830-article_bank__19_.jpg)