Sukses

Food

Resep Jamur Crispy Tahan Lama Kriuknya, Cocok untuk Camilan dan Ide Jualan

Fimela.com, Jakarta - Jamur crispy bisa menjadi pilihan camilan enak berbahan utama jamur tiram. Jenisnya mudah ditemukan dan bisa dibuat untuk teman minum, sajian saat berkumpul bersama keluarga atau bahkan sebagai ide jualan rumahan sederhana.

Tekstur yang kriuk dengan rasa yang gurih kerap membuat nagih siapapun yang menyantapnya. Sebagai kudapan renyah, kunci kelezatannya ada di lapisan tepung yang tidak cepat lembek dan krispinya bertahan lama.

Sahabat Fimela, kamu sangat mungkin meniru resep jamur crispy yang kriuknya tahan lama ini. Penasaran? Simak selengkapnya untuk mengetahui proses pembuatan hingga tersaji di atas piring, Jumat (2/10).

1. Pilih Jamur Tiram yang Masih Segar

Kondisi jamur perlu diperhatikan sejak awal membeli karena jika terlalu basah bisa memengaruhi hasil setelah digoreng.

Sebelum membeli, kamu bisa melihat beberapa ciri sederhana untuk memilih jamur tiram. Kemudian, cuci jamur secukupnya menggunakan air mengalir dan peras perlahan hingga airnya berkurang sebelum disuwir. Berikut ciri jamur yang segar:

  1. Tidak berlendir: Permukaannya tidak terasa licin atau mengeluarkan lendir.
  2. Teksturnya masih padat: Jamur tidak mudah hancur saat disentuh.
  3. Tidak berbau menyengat: Aromanya masih seperti jamur segar dan tidak mengganggu.
  4. Warnanya masih merata: Tidak terdapat bagian yang berubah warna atau menghitam.
  5. Tidak terlalu basah: Bagian pangkal tidak dipenuhi air.

2. Kurangi Air pada Jamur Sebelum Dimasak

Air yang masih tertinggal pada jamur bisa membuat tepung sulit menempel. Karena itu, setelah dicuci, peras jamur secara perlahan sampai tidak terlalu basah.

Kamu bisa menggunakan tangan untuk menekan jamur tanpa membuat bentuknya hancur. Tidak perlu merendam jamur terlalu lama karena bahan ini mudah menyerap air.

Setelah itu, letakkan jamur sebentar pada saringan. Pastikan tidak ada air yang menggenang sebelum jamur dimasukkan ke dalam campuran tepung.

3. Buat Campuran Tepung yang Pas

Campuran tepung menjadi bagian yang melapisi jamur saat digoreng. Gunakan tepung terigu dan tepung tapioka, lalu tambahkan bumbu sesuai selera. Agar lebih mudah, ikuti langkah berikut.

  • Campurkan tepung: Masukkan 150 gram tepung terigu dan 50 gram tepung tapioka ke dalam wadah.
  • Tambahkan bumbu: Masukkan 1 sendok teh garam, 1 sendok teh bawang putih bubuk, dan ½ sendok teh merica bubuk.
  • Aduk hingga rata: Campurkan semua bahan sampai bumbu tersebar dalam tepung.
  • Masukkan jamur: Tambahkan 250 gram jamur tiram yang sudah dicuci dan diperas.
  • Balurkan tepung: Aduk dan remas ringan sampai seluruh bagian jamur tertutup tepung.
  • Kibaskan sisa tepung: Buang tepung yang berlebihan sebelum jamur masuk ke minyak.

4. Goreng Jamur Secara Bertahap

Gunakan minyak yang cukup untuk memasak jamur secara merata. Masukkan jamur sedikit demi sedikit agar setiap bagian memiliki ruang dan tidak saling menempel.

Selama digoreng, balik jamur jika diperlukan agar lapisan tepung terkena minyak secara merata. Hindari memasukkan terlalu banyak jamur dalam satu waktu.

Setelah lapisan tepung sudah matang, angkat menggunakan saringan. Tiriskan hingga minyak yang tersisa berkurang sebelum jamur dipindahkan ke wadah.

5. Dinginkan Sebelum Disimpan

Jamur yang baru selesai digoreng masih mengeluarkan uap. Jika langsung dimasukkan ke wadah tertutup, uap tersebut bisa berubah menjadi air dan membuat lapisan tepung melembek.

Letakkan jamur pada saringan atau wadah berlubang sampai suhunya turun. Jangan menumpuk terlalu banyak agar panas tidak terperangkap di bagian bawah.

Setelah tidak panas, masukkan jamur ke dalam wadah yang bersih dan kering. Langkah ini penting jika jamur akan dibawa atau dijual beberapa waktu setelah dibuat.

6. Gunakan Wadah yang Kering

Wadah penyimpanan harus benar-benar kering sebelum digunakan. Sisa air pada bagian dalam wadah bisa memengaruhi tekstur jamur yang sudah digoreng.

Untuk camilan di rumah, gunakan wadah yang mudah dibuka dan ditutup. Jika untuk jualan, pilih kemasan berdasarkan jumlah jamur dalam setiap porsi.

Jangan mencampurkan jamur dengan saus atau bahan yang mengandung air. Jika ingin menyediakan bumbu tambahan, letakkan secara terpisah agar lapisan tepung tetap terjaga.

7. Tips Jika Ingin Dijadikan Usaha Kecil-Kecilan

Jamur crispy bisa dibuat dalam jumlah kecil terlebih dahulu sebelum dijadikan produk jualan. Sahabat Fimela bisa menguji ukuran porsi, kemasan, harga, dan pilihan bumbu sambil melihat tanggapan pembeli.

  1. Mulai dari beberapa porsi: Buat dalam jumlah terbatas agar bahan tidak banyak tersisa.
  2. Catat biaya: Hitung jamur, tepung, minyak, bumbu, dan kemasan.
  3. Tentukan ukuran kemasan: Sediakan satu atau dua pilihan porsi.
  4. Pisahkan bumbu: Berikan bumbu tabur secara terpisah jika diperlukan.
  5. Tawarkan ke lingkungan sekitar: Mulai dari teman, keluarga, dan tetangga.
  6. Promosikan lewat media sosial: Cantumkan foto, ukuran porsi, harga, dan cara memesan.
  7. Catat penjualan: Gunakan catatan sederhana untuk melihat jumlah pesanan dan kebutuhan bahan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Resep Jamur Crispy Tahan Lama Kriuknya

1. Apa rahasia jamur crispy tetap kriuk?

Kurangi air pada jamur, gunakan lapisan tepung secukupnya, lalu dinginkan sebelum dikemas.

2. Kenapa jamur crispy cepat lembek?

Jamur bisa cepat lembek karena masih menyimpan air atau dikemas saat masih panas.

3. Tepung apa yang digunakan untuk jamur crispy?

Tepung terigu bisa dipadukan dengan tepung tapioka sebagai lapisan jamur.

4. Apakah jamur crispy cocok untuk jualan?

Cocok karena bisa dibuat dalam beberapa ukuran porsi dan ditawarkan dengan pilihan bumbu.

5. Bagaimana cara menyimpan jamur crispy?

Simpan setelah dingin dalam wadah yang bersih dan kering serta hindari bahan yang mengandung air.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading