Sukses

Health

Mengenal Body Dysmorphia, Gangguan Mental yang Bikin Megan Fox Insecure dengan Tubuhnya

Fimela.com, Jakarta Selama ini Megan Fox kerap dipuji, bukan hanya karena bakat aktingnya, tapi juga penampilannya yang seksi. Maka tak heran ia kerap dijuluki perempuan terseksi.

Namun di samping itu, rupanya Megan Fox kerap merasa tak nyaman dengan tubuhnya. Dalam wawancaranya baru-baru ini untuk majalan British GQ Style, perempuan 35 tahun ini mengungkapkan bahwa ia mengalami gangguan mental Body Dysmorphia.

“Ketika melihat seseorang, kita mungkin berpikir, ‘orang itu sangat cantik, mungkin hidupnya sangat mudah’, padahal tidak selalu demikian. Ya, aku mengidap body dysmorphia. Masalah rasa tidak percaya diriku cukup berat,” kata bintang ‘Transformers’ itu kepada majalah GQ British, dikutip Page Six.

 

Namun, apa itu body dysmorphia?

Dilansir Webmd, body dysmorphia sendiri adalah gangguan mental yang ditandai gejala berupa rasa cemas berlebihan terhadap kelemahan atau kekurangan dari penampilan fisik diri sendiri.

Akibatnya, orang dengan gangguan ini akan melihat diri mereka sebagai “jelek” dan sering menghindari sosial atau beralih ke operasi plastik untuk mencoba memperbaiki penampilan mereka.

Body dysmorphia mirip dengan gangguan makan di mana keduanya melibatkan perhatian dengan citra tubuh. Namun seseorang dengan gangguan makan mengkhawatirkan berat badan dan bentuk seluruh tubuh, sementara orang dengan body dysmorphia khawatir akan bagian tubuh tertentu.

Area perhatian paling umum yang diidap penderita body dysmorphia meliputi ketidaksempurnaan kulit (kerutan, bekas luka, atau jerawat), rambut, fitur wajah, hingga berat badan.

 

Penyebab body dysmorphia

Penyebab pasti gangguan mental ini tidak diketahui. Satu teori menunjukkan gangguan tersebut melibatkan masalah dengan ukuran atau fungsi area otak tertentu yang memproses informasi tentang penampilan tubuh.

Namun, orang dengan gangguan kesehatan mental lainnya seperti Depresi berat dan kecemasan juga lebih rentan mengalami body dysmorphia. Faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi atau memicu body dysmorphia meliputi peristiwa traumatis, tingkat percaya diri rendah, orangtua atau orang lain mengkritik penampilan orang tersebut, hingga tekanan dari teman sebaya dan masyarakat.

Cara mengatasi body dysmorphia

Tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah body dysmorphia. Namun, mungkin akan membantu untuk memulai pengobatan pada orang segera setelah mereka mulai memiliki gejala.

Mengajar dan mendorong sikap sehat dan realistis tentang citra tubuh juga dapat membantu mencegah perkembangan atau memburuknya body dysmorphia.

Pengobatan untuk penderita body dysmorphia meliputi psikoterapi, obat-obatan berupa antidepresan, hingga terapi kelompok/keluarga.

 

#Elevate Women

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Dinamika Era Masyarakat 5.0, Peran Psikolog Klinis Turut Berubah Demi Kesejahteraan Jiwa Masyarakat
Artikel Selanjutnya
Memanfaatkan Bahan Alami Terbaru untuk Menjaga Kesehatan Tubuh dan Mental