Sukses

Health

7 Penyebab Haid Tidak Teratur pada Remaja yang Harus Disadari

Fimela.com, Jakarta Di usia remaja, sebenarnya mengalami telat datang bulan selama sebulan atau dua bulan, adalah hal yang wajar dan tidak membahayakan. Karena hormon pada remaja perempuan belum teratur. Sehingga tak perlu khawatir jika haid tidak teratur.

Mengalami haid yang tidak teratur ini, biasanya dialami remaja perempuan di dua tahun pertama. Kondisi ini terhitung sejak pertama kali mengalami datang bulan. Setelah memasuki usia 20an, siklus haid atau datang bulan akan menjadi normal, dengan siklus haid selama 21 hingga 45 hari.

Selain dipengaruhi oleh perubahan hormon, haid tidak teratur pada remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sahabat Fimela juga bisa konsultasi pada dokter. Berikut beberapa faktor penyebab haid tidak teratur:

Penyebab Haid Tidak Teratur pada Remaja

1. Stres

Penyebab haid tidak teratur pada remaja yang pertama, yaitu karena terlalu banyak pikiran atau stres. Tak hanya orang dewasa saja, tetapi perempuan remaja juga rawan terkena stres. Jika terlalu banyak beban pikiran, maka perubahan hormon akan terganggu. Fungsi bagian otak yang mengatur siklus menstruasi juga akan terganggu kinerjanya.

2. Obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas bisa berpengaruh terhadap telat datang bulan. Dilansir dari livestrong.com, berat badan untuk perempuan remaja usia 13 tahun berkisar 34-60 kg, usia 14 tahun sekitar 37-65 kg, dan usia 15 tahun sekitar 40-68 kg. Jika berat badan melebihi batas normal, maka akan berisiko terkena obesitas dan perubahan hormon menjadi terganggu.

3. Terlalu Kurus

Bukan hanya obesitas atau kelebihan berat badan saja, yang menyebabkan siklus haid pada remaja menjadi tidak teratur. Kalau perempuan remaja memiliki tubuh yang terlalu kurus, tubuh tidak akan mendapatkan asupan kalori yang cukup. Sehingga produksi hormon untuk ovulasi akan terganggu.

Penyebab Haid Tidak Teratur pada Remaja

4. Olahraga Berlebihan

Olahraga adalah aktivitas yang harus dilakukan secara rutin, untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membentuk otot dan menguatkan tulang pada usia remaja. Tetapi melakukan olahraga secara berlebihan, bisa menyebabkan telat datang bulan pada remaja. Untuk itu, lakukan olahraga dengan intensitas sedang dan sesuai dengan kebutuhan tubuhmu.

5. Efek Samping Obat-Obatan

Beberapa obat-obatan seperti antidepresan, antipsikotik, obat tiroid, antikonvulsan, dan obat kemoterapi, memiliki efek samping yang bisa mengganggu perubahan hormon di tubuh manusia. Jika anak remaja mengonsumsi obat-obatan tersebut, maka akan berisiko mengalami haid tidak teratur. Konsultasikan pada dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan pada usia remaja.

6. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) adalah kondisi saat perempuan memproduksi lebih banyak hormon androgen milik lelaki. Kondisi ini bisa menyebabkan telat datang bulan, mengalami obesitas, jerawatan dan tumbuh rambut yang berlebihan.

7. Gangguan Nafsu Makan

Pada usia remaja, sangat rawan mengalami gangguan nafsu makan. Gangguan ini sangat berpengaruh terhadap produksi hormon, sehingga menyebabkan telat datang bulan. Kalau kamu mengalami gangguan nafsu makan, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter agar ditangani dengan baik.

Cara Memperlancar Siklus Datang Bulan

Tak perlu khawatir jika mengalami haid tidak teratur pada usia remaja. Karena telat datang bulan dapat diatasi sedini mungkin. Perempuan remaja bisa mengonsultasikan kondisi ini kepada dokter, kalau telat datang bulan selama 3 bulan, mengalami kram perut yang tak kunjung sembuh, mengalami pendarahan di luar siklus haid, haid terasa sangat berat lebih dari tujuh hari, dan muncul banyak rambut di tubuh.

Para remaja juga bisa melancarkan siklus haid dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, dengan melakukan olahraga intensitas sedang secara rutin, mengonsumsi makanan bergizi, tidur dengan cukup, menjaga berat badan tetap ideal, mengontrol pikiran agar tidak stres, dan terapi hormon jika diperlukan.

Untuk memperlancar siklus datang bulan, kamu bisa mengonsumsi jamu-jamuan seperti jahe dan kunir asem. Bisa juga mengonsumsi nanas dan pepaya yang bisa meluruhkan dinding rahim saat haid.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading