Sukses

Health

Ibu Wajib Tahu! Kenali Ciri Anak Kekurangan Zat Besi dan Solusinya

Fimela.com, Jakarta Zat besi merupakan mineral penting yang dibutuhkan untuk membuat sel darah merah. Jika jumlahnya rendah, dapat menyebabkan kulit pucat, kelelahan, berat badan sulit naik, dan gejala lainnya. Hal itu terjadi ketika Sahabat Fimela tidak cukup memiliki zat besi untuk memproduksi hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Asupan zat besi yang tidak mencukupi, kehilangan darah, dan kondisi medis tertentu juga dapat menyebabkan kekurangan zat besi. Perawatannya bervariasi tergantung pada penyebabnya, tetapi sering kali melibatkan perubahan pola makan atau suplemen untuk meningkatkan asupan zat besi tersebut.

Melansir dari health.com, kekurangan zat besi sering terjadi dan mempengaruhi 30% populasi global. Siapapun bisa terkena penyakit ini, namun paling sering terjadi pada wanita dan anak-anak.

Ciri kurangnya zat besi pada anak

Salah satu mineral penting yang harus terkandung dalam makanan harian anak adalah zat besi. Saat asupan zat besi tak tercukupi dalam makanan, maka akan menyebabkan gangguan pada pertumbuhannya. Gejala umum kekurangan zat besi pada anak meliputi hal berikut:

1. Tampak lelah

Kelelahan dapat terjadi karena kurangnya asupan zat besi yang membuat kadar hemoglobin dalam tubuh menurun. Kondisi ini membuat pasokan oksigen ke jaringan tubuh terhambat sehingga jantung perlu bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

2. Kulit pucat

Kadar hemoglobin dalam sel darah yang menurun dapat membuat tubuh anak kekurangan zat besi. Efeknya, kulit kehilangan rona merahnya sehingga terlihat lebih pucat.

3. Berat badan sulit naik

Tubuh anak yang kekurangan zat besi akan berusaha lebih keras untuk memperoleh oksigen. Hal ini bisa menguras energi bayi sehingga kekuatannya untuk menyusu juga berkurang. Jika seperti itu berat badannya akan sulit naik, bahkan berisiko mudah turun.

4. Rewel

Meski memerlukan penelitian lebih lanjut, kekurangan asupan zat besi diduga dapat menurunkan produksi hormon dopamin, yaitu hormon yang menimbulkan perasaan bahagia sehingga anak menjadi mudah cemas dan rewel. Rewel juga bisa menjadi bentuk dari gejala anak kekurangan zat besi, misalnya kepala dan infeksi yang berulang. Anak belum bisa mengungkapkan keluhan ini dengan kata-kata dan hanya bisa menangis.

Berapa banyak jumlah zat besi yang dibutuhkan pada anak?

Tubuh manusia dilahirkan dengan simpanan zat besi di dalam tubuhnya. Namun, zat besi dalam jumlah tetap dari makanan atau suplemen vitamin diperlukan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak yang cepat. Melansir dari mayoclinic.org, berikut adalah zat besi yang dibutuhkan berdasarkan usia anak:

1. 7 - 12 bulan membutuhkan 11 mg;

2. 1 - 3 tahun membutuhkan 7 mg;

3. 4 - 8 tahun membutuhkan 10 mg;

4. 9 - 13 tahun 8 mg;

5. 14 - 18 tahun (wanita) membutuhkan 15 mg, dan 14 - 18 tahun (pria) membutuhkan 11 mg.

Solusi mencegah kurangnya zat besi pada anak

Untuk mencukupi kebutuhan zat besi pada anak, ada beberapa solusi yang dapat Sahabat Fimela lakukan, yaitu:

1. Memberikan ASI dan susu formula yang cukup

Jika anak masih berusia di bawah enam bulan, pastikan kebutuhan ASI-nya tercukupi. Tanda anak atau balita mendapatkan ASI yang cukup adalah mereka terlihat dapat menelan ASI dengan baik, tampak tenang saat menyusu, terlihat puas, dan tampak riang setelah selesai menyusu. Apabila anak minum susu formula, pastikan susu yang diberikan mengandung zat besi sesuai dengan kebutuhannya.

2. Memberikan asupan makanan yang mengandung zat besi

Anak yang sudah menginjak usia enam bulan dan siap untuk mengkonsumsi MPASI, berikan mereka jenis makanan yang mengandung zat besi. Contohnya adalah kacang merah, daging, ayam, ikan, dan bayam.

Jika khawatir tidak bisa memastikan kandungan zat besi pada MPASI yang dibuat sendiri, Sahabat Fimela bisa memberikan bubur instan untuk anak. Jangan khawatir akan kualitas bubur instan yang banyak dijual di pasaran, karena produk-produk ini dipastikan sudah melalui uji kelayakan makanan dan mengandung zat besi yang sesuai kebutuhan anak.

3. Memberikan makanan yang mengandung vitamin C

Tak hanya memberikan makanan yang mengandung zat besi, Sahabat Fimela juga harus memberikan makanan yang mengandung nutrisi lainnya, seperti vitamin C. Vitamin C merupakan asupan nutrisi yang penting karena kehadirannya dapat membantu proses penyerapan zat besi dalam tubuh.

Selain itu, suplemen zat besi dapat diresepkan oleh dokter jika anak memiliki berat badan rendah, misalnya lahir secara prematur, atau menderita kondisi medis tertentu. Namun, jika kondisi anak sehat, sebaiknya cukupi asupan zat besinya dari makanan saja.

Kelebihan zat besi juga dapat menimbulkan efek samping yang membahayakan anak. Jadi, sebaiknya Sahabat Fimela konsultasikan kepada dokter sebelum memberikan suplemen zat besi kepada anak.

 

Penulis: Miftah DK

#Unlocking The Limitless

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading