Sukses

Health

Apakah Buah Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Fimela.com, Malang - Buah adalah salah satu komponen penting dalam pola makan sehat. Kandungan vitamin, mineral, antioksidan, dan seratnya menjadikannya makanan padat gizi yang sangat bermanfaat untuk tubuh. Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan bahwa konsumsi buah berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan diabetes. Namun, karena buah mengandung gula alami, sebagian orang masih ragu apakah konsumsi buah dapat membantu menurunkan berat badan atau justru membuat gemuk. Artikel ini membahas bagaimana buah memengaruhi berat badan dan apakah benar buah bersifat weight loss–friendly.

Salah satu alasan buah sering disarankan dalam program diet adalah sifatnya yang rendah kalori namun tinggi nutrisi. Makanan jenis ini membantu menekan asupan kalori harian tanpa mengurangi kebutuhan gizi tubuh. Selain itu, serat dan air dalam buah dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga mencegah makan berlebih. Meskipun demikian, penting juga memahami perbedaan antara gula alami dalam buah dan gula tambahan dalam makanan olahan. Keduanya memiliki dampak yang sangat berbeda terhadap kesehatan.

Beberapa penelitian besar menunjukkan bahwa konsumsi buah terkait dengan penurunan berat badan, terutama ketika buah menggantikan camilan tinggi gula dan lemak. Namun, tidak semua produk berbahan dasar buah memberikan manfaat yang sama. Jus buah, misalnya, memiliki efek yang jauh berbeda dibanding buah utuh. Karena itu, penting untuk mengenali cara terbaik mengonsumsi buah agar manfaatnya maksimal untuk kesehatan maupun proses penurunan berat badan.

Buah Rendah Kalori dan Tinggi Nutrisi

Buah mengandung banyak nutrisi seperti vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Jeruk berukuran besar, misalnya, dapat memenuhi lebih dari 100% kebutuhan harian vitamin C yang berperan penting dalam sistem imun. Sementara itu, pisang menyediakan kalium yang membantu mengatur fungsi otot, saraf, dan jantung.

Antioksidan dalam buah membantu melawan stres oksidatif dan menurunkan risiko penyakit kronis. Seratnya mendukung kesehatan pencernaan dan menciptakan rasa kenyang lebih lama. Karena rendah kalori, buah dapat membantu menciptakan defisit kalori yang diperlukan untuk menurunkan berat badan.

Buah Membuat Kenyang Lebih Lama

Serat dan air dalam buah membuat makanan ini sangat mengenyangkan meski kalorinya rendah. Serat membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga memberikan rasa kenyang lebih stabil. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan tinggi serat dapat menurunkan nafsu makan dan konsumsi kalori harian. 

Buah dengan kandungan air tinggi seperti apel dan jeruk tercatat sebagai salah satu makanan paling mengenyangkan. Dengan memasukkan buah sebagai camilan, kamu dapat menekan keinginan untuk makan makanan tinggi gula atau lemak yang biasanya lebih kalorik. Efek ini membantu proses penurunan berat badan berjalan lebih optimal.

Konsumsi Buah Dikaitkan dengan Penurunan Berat Badan

Berbagai studi jangka panjang mendapati bahwa orang yang rutin mengonsumsi buah cenderung mengalami penurunan berat badan. Dalam penelitian besar selama 24 tahun, misalnya, apel dan beri memiliki pengaruh paling kuat terhadap penurunan berat badan. 

Serat dalam buah juga berkontribusi penting, karena penelitian menunjukkan bahwa orang dengan asupan serat tinggi memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami peningkatan berat badan. Meskipun hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat, penelitian lanjutan dibutuhkan untuk menentukan seberapa besar peran buah secara langsung terhadap penurunan berat badan.

Buah Mengandung Gula Alami

Gula dalam buah berbeda jauh dari gula tambahan dalam makanan olahan. Gula tambahan dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan diabetes. Sementara itu, buah mengandung campuran fruktosa, glukosa, dan sukrosa dalam jumlah yang jauh lebih kecil. 

Serat dan polifenol dalam buah membantu menahan lonjakan gula darah sehingga tetap aman dikonsumsi. Sulit sekali mengonsumsi buah dalam jumlah yang cukup besar hingga menyebabkan masalah akibat fruktosa. Oleh karena itu, gula dalam buah umumnya tidak perlu dikhawatirkan selama dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Jus Buah Justru Terkait dengan Kenaikan Berat Badan

Berbeda dengan buah utuh, jus buah cenderung tinggi kalori dan gula tetapi rendah serat. Proses pemerasan membuang serat yang seharusnya membantu menciptakan rasa kenyang. Sebagai contoh, satu buah jeruk utuh hanya mengandung sekitar 45 kalori, tetapi segelas jus jeruk bisa mencapai lebih dari 130 kalori. 

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jus buah terutama pada anak-anak berkaitan dengan risiko obesitas lebih tinggi. Beberapa produk jus bahkan ditambah gula tambahan sehingga kalorinya lebih tinggi lagi. Jika ingin alternatif, smoothie jauh lebih baik karena tetap mempertahankan serat buah. Namun, pilihan terbaik tetap buah utuh.

Secara keseluruhan, buah adalah makanan yang sangat mendukung penurunan berat badan. Kandungan kalori rendah, serat tinggi, serta nutrisi penting menjadikannya pilihan ideal untuk camilan sehat. Selama dikonsumsi dalam bentuk utuh dan tidak berlebihan, buah tidak akan menyebabkan kenaikan berat badan. 

Sebaliknya, pola makan kaya buah dapat membantu mengontrol nafsu makan, meningkatkan kesehatan pencernaan, dan menjaga berat badan tetap stabil. Untuk hasil terbaik, kombinasikan konsumsi buah dengan pola makan seimbang dan gaya hidup aktif.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading