Sukses

Health

Benjolan di Ketiak Apakah Berbahaya? Simak Penjelasannya

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, munculnya benjolan di ketiak sering kali membuat kita langsung panik dan membayangkan berbagai kemungkinan buruk. Padahal, sebagian besar benjolan sebenarnya tidak berbahaya dan bisa disebabkan oleh kondisi ringan yang mudah diatasi. Meski begitu, penting untuk memahami apa saja pemicu munculnya benjolan agar tidak salah langkah.

Benjolan di ketiak bisa muncul secara tiba-tiba, menimbulkan nyeri, atau bahkan tidak terasa sama sekali. Setiap gejala yang muncul dapat memberikan petunjuk mengenai penyebab di baliknya, mulai dari infeksi ringan hingga kondisi yang lebih serius. Karena itu, mengetahui kapan harus tenang dan kapan perlu waspada sangatlah penting.

Kenapa Bisa Terjadi Benjolan di Ketiak?

Benjolan di ketiak bisa muncul karena area ini memiliki banyak kelenjar dan folikel rambut yang mudah mengalami peradangan. Saat tubuh sedang melawan infeksi, kelenjar getah bening di ketiak bisa membesar dan terasa seperti benjolan. Inilah yang sering membuat benjolan tiba-tiba muncul tanpa disadari.

Selain itu, ketiak adalah area yang lembap sehingga bakteri mudah berkembang. Ketika pori-pori atau folikel rambut tersumbat, bisa terbentuk bisul atau abses yang muncul sebagai benjolan kemerahan dan nyeri. Kondisi ini sering terjadi setelah mencukur atau menggunakan deodoran yang tidak cocok.

Penyebab Umum Benjolan di Ketiak

Benjolan di ketiak bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kondisi ringan hingga masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian dokter. Berikut beberapa penyebab yang sering terjadi:

1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening bisa membesar saat tubuh sedang melawan infeksi, seperti flu, infeksi kulit, atau radang tenggorokan. Benjolan biasanya terasa lunak, bergerak saat disentuh, dan dapat mengecil setelah infeksi sembuh.

2. Infeksi Kulit (Bisul atau Abses)

Ketiak adalah area yang lembap sehingga rentan mengalami infeksi bakteri. Jika pori-pori tersumbat, bisa muncul bisul atau abses yang terasa nyeri, hangat, dan kemerahan.

3. Hidradenitis Suppurativa

Kondisi ini terjadi ketika folikel rambut meradang dan menimbulkan benjolan-benjolan kecil yang dapat pecah dan meninggalkan bekas luka. Hidradenitis biasanya bersifat kronis.

4. Kista atau Lipoma

Kista adalah kantung berisi cairan atau minyak, sedangkan lipoma merupakan benjolan lemak jinak. Keduanya umumnya tidak berbahaya, tidak nyeri, dan tumbuh perlahan.

5. Reaksi terhadap Deodoran atau Cukur

Produk tertentu dapat memicu iritasi atau alergi sehingga menimbulkan pembengkakan. Cara mencukur yang kurang tepat juga bisa memicu peradangan folikel rambut.

Apakah Benjolan di Ketiak Berbahaya?

Tidak semua benjolan berbahaya, namun ada tanda-tanda tertentu yang perlu kamu perhatikan. Benjolan bisa mengarah pada kondisi serius seperti kanker jika:

  • ukurannya terus membesar,
  • tidak nyeri tetapi terasa keras,
  • tidak bergerak saat disentuh,
  • tidak mengecil setelah beberapa minggu,
  • disertai gejala lain seperti demam,
  • penurunan berat badan, atau
  • keringat malam berlebihan.

Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter jika benjolan terasa sangat nyeri atau mengeluarkan nanah. Kondisi ini bisa menandakan adanya infeksi yang memerlukan penanganan medis. Begitu juga jika muncul lebih dari satu benjolan atau benjolan tidak hilang dalam 2-4 minggu.

Jika kamu memiliki riwayat penyakit tertentu yang membuat tubuh lebih rentan terkena infeksi, pemeriksaan medis menjadi semakin penting. Dokter mungkin akan melakukan USG, tes darah, atau pemeriksaan fisik untuk memastikan penyebabnya. Dengan diagnosis yang tepat, penanganan bisa diberikan sesuai kebutuhan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading