Sukses

Health

Lompat Tali Lebih Efektif dari Lari untuk Kardio, Kata Ahli!

ringkasan

  • Lompat tali terbukti sama efisiennya dengan lari dalam meningkatkan kebugaran kardiovaskular namun dengan waktu yang lebih singkat, seperti ditunjukkan studi tahun 2013.
  • Lompat tali membakar kalori lebih banyak per menit dibandingkan lari dan memiliki dampak lebih rendah pada sendi jika dilakukan dengan benar.
  • Selain manfaat fisik, lompat tali juga meningkatkan kesehatan mental dan kognitif, menjadikannya pilihan latihan kardio yang komprehensif.

Fimela.com, Jakarta - Para ahli seringkali membandingkan efektivitas lompat tali dan lari dalam latihan kardio. Banyak yang mengira lari adalah pilihan terbaik untuk kebugaran jantung dan paru-paru. Namun, hasil studi dan pandangan ahli menunjukkan lompat tali mungkin menawarkan efisiensi yang mengejutkan.

Sahabat Fimela, perdebatan tentang mana yang lebih unggul antara lompat tali dan lari sebagai latihan kardio yang paling efektif seringkali muncul. Artikel ini akan mengupas tuntas perbandingan keduanya. Kita akan melihat bagaimana lompat tali dapat memberikan manfaat kardiovaskular setara lari, namun dalam waktu yang lebih singkat.

Pilihan latihan kardio yang tepat sangat penting untuk mencapai tujuan kebugaran Anda. Mari kita selami lebih dalam data dan pandangan para ahli untuk memahami mana yang mungkin lebih cocok untuk gaya hidup serta kebutuhan tubuh Anda.

Efisiensi Waktu dan Studi Mengejutkan

Ketika berbicara tentang efisiensi waktu, lompat tali menunjukkan keunggulan yang signifikan. Sebuah studi pada tahun 2013 oleh John A. Baker di Arizona State University menyoroti efisiensi luar biasa dari latihan ini.

Dalam studi tersebut, 92 mahasiswa pria dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok melakukan lompat tali selama sepuluh menit sehari, sementara kelompok lainnya jogging selama 30 menit sehari. Setelah enam minggu, setiap kelompok menjalani serangkaian tes untuk mengukur dampak kardiovaskular dari setiap jenis latihan. Studi tersebut menyimpulkan bahwa sepuluh menit lompat tali sama efisiennya dengan 30 menit jogging sehari.

Ini berarti kelompok lompat tali mendapatkan peningkatan efisiensi kardiovaskular yang sama dengan kelompok lari, namun hanya dalam sepertiga waktu. Fakta ini tentu sangat menarik bagi Sahabat Fimela yang memiliki waktu terbatas namun ingin tetap aktif dan bugar.

Pembakaran Kalori dan Dampak pada Sendi

Selain efisiensi waktu, lompat tali juga unggul dalam pembakaran kalori. Lompat tali dapat membakar hingga 15-20 kalori per menit. Sesi lima belas menit dapat membakar sekitar 250-300 kalori.

Sebagai perbandingan, tergantung pada berat badan, setengah jam lari dapat membakar sekitar 300-500 kalori, sementara jumlah waktu yang sama untuk lompat tali dapat membakar sekitar 500-600 kalori. Ini menunjukkan potensi lompat tali yang lebih besar dalam membantu mencapai target pembakaran kalori.

Lebih lanjut, lompat tali dianggap sebagai olahraga berdampak rendah (low-impact) jika dilakukan dengan teknik yang benar. Ini berarti lebih sedikit tekanan pada sendi dibandingkan lari yang merupakan olahraga berdampak tinggi (high-impact). Lari didefinisikan sebagai olahraga berdampak tinggi. Karena Anda berulang kali menginjak tanah dengan kekuatan, latihan ini menyebabkan dampak yang lebih besar pada sendi dan kaki. Bahkan, dampak berulang tingkat rendah dari lompat tali dapat meningkatkan kepadatan tulang.

Manfaat Lain dan Rekomendasi Latihan

Lompat tali tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tetapi juga untuk kesehatan mental. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebut latihan ini sebagai salah satu yang penting dilakukan selama karantina. Lompat tali juga membantu mengembangkan belahan otak kiri dan kanan, yang penting untuk kesadaran spasial, memori, keterampilan membaca, dan kewaspadaan.

Untuk Sahabat Fimela yang ingin mencoba, David Hunt, pendiri merek lompat tali berbobot Crossrope, merekomendasikan antara dua hingga empat sesi HIIT (High-Intensity Interval Training) berdurasi 15-25 menit per minggu untuk lompat tali. Pendekatan ini sangat efektif untuk meningkatkan kebugaran kardiovaskular secara cepat.

Namun, jika tujuan utamanya adalah meningkatkan daya tahan, ia menyarankan dua atau tiga sesi lompat tali yang lebih panjang, antara 30-45 menit. Pilihan ini akan membantu membangun stamina secara bertahap dan berkelanjutan. Baik lompat tali maupun lari adalah bentuk latihan kardio yang sangat baik dan terjangkau.

Keduanya dapat membantu mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat, meningkatkan tingkat kebugaran, dan mengurangi risiko penyakit kronis. Pilihan terbaik pada akhirnya tergantung pada tujuan pribadi, tingkat kebugaran, dan preferensi individu. Namun, bagi mereka yang mencari latihan kardio yang efisien waktu, membakar kalori secara signifikan, dan berdampak rendah pada sendi, lompat tali menawarkan alternatif yang sangat menarik dan efektif.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading