Sukses

Health

Waspada Kanker Tulang, Mengurai Berbagai Faktor Risiko yang Perlu Diketahui

ringkasan

  • Kanker tulang primer adalah penyakit langka dengan penyebab yang seringkali tidak diketahui, namun beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya.
  • Faktor risiko umum meliputi riwayat pengobatan kanker sebelumnya seperti radioterapi dan kemoterapi, kelainan genetik yang diwariskan, serta kondisi tulang tertentu seperti Penyakit Paget.
  • Setiap jenis kanker tulang utama (osteosarkoma, kondrosarkoma, sarkoma Ewing) memiliki profil risiko yang spesifik terkait usia, jenis kelamin, faktor genetik, dan kondisi medis lainnya.

Fimela.com, Jakarta - Kanker tulang primer adalah jenis kanker yang jarang terjadi, dan penyebab pastinya seringkali tidak diketahui. Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkannya.

"Kanker tulang primer jarang terjadi. Diperkirakan 269 orang didiagnosis menderita kanker tulang pada tahun 2024. Usia rata-rata saat diagnosis adalah 42 tahun," demikian menurut Cancer Council Australia.

Memahami faktor-faktor ini menjadi krusial untuk meningkatkan kewaspadaan, meskipun "penyebab sebagian besar kanker tulang tidak diketahui," seperti yang dijelaskan oleh Mayo Clinic.

Pemicu Umum Kanker Tulang Primer yang Perlu Diwaspadai

Salah satu pemicu utama yang telah teridentifikasi adalah riwayat pengobatan kanker sebelumnya. Terapi radiasi dan beberapa jenis obat kemoterapi yang digunakan untuk mengobati kanker lain dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan kanker tulang di kemudian hari.

Risiko ini cenderung lebih tinggi apabila radioterapi diberikan pada usia muda, terutama saat masa kanak-kanak, atau dengan dosis yang tinggi. Selain itu, obat kemoterapi dari jenis agen alkilasi, seperti ifosfamide, etoposide, cisplatin, dan cyclophosphamide, juga berpotensi meningkatkan risiko ini.

Faktor genetik dan sindrom warisan juga memainkan peran penting. Beberapa kelainan genetik langka yang diturunkan dalam keluarga dapat secara signifikan meningkatkan risiko kanker tulang. Sindrom Li-Fraumeni, retinoblastoma herediter, sindrom Rothmund-Thomson, sindrom Bloom, sindrom Werner, dan anemia Diamond-Blackfan adalah beberapa contoh kondisi genetik yang terkait.

Selain itu, kondisi tulang lainnya yang bersifat jinak juga dapat, dalam kasus yang sangat jarang, berkembang menjadi kanker. Beberapa kondisi tulang dapat meningkatkan risiko kanker tulang, termasuk Penyakit Paget pada tulang, displasia fibrosa, dan osteokondroma multipel. Osteokondroma multipel, misalnya, adalah kondisi di mana beberapa pertumbuhan tulang jinak meningkatkan risiko transformasi menjadi ganas.

Usia juga menjadi faktor umum, meskipun dengan nuansa berbeda untuk tiap jenis kanker. Secara umum, risiko kanker tulang dapat meningkat seiring bertambahnya usia, namun beberapa jenis spesifik justru lebih sering menyerang individu yang lebih muda.

Osteosarkoma: Faktor Risiko Kanker Tulang Paling Sering Ditemukan

Osteosarkoma merupakan jenis kanker tulang yang paling umum. Kanker ini memiliki pola risiko yang khas, terutama terkait dengan usia dan pertumbuhan.

Kanker ini paling sering didiagnosis pada remaja berusia 10 hingga 19 tahun dan dewasa muda, meskipun juga dapat menyerang anak-anak yang lebih kecil serta orang dewasa yang lebih tua. Risiko osteosarkoma meningkat selama periode percepatan pertumbuhan (growth spurts), mengindikasikan adanya hubungan dengan pertumbuhan tulang yang cepat. Usia rata-rata diagnosis untuk osteosarkoma adalah 15 tahun.

Selain usia, jenis kelamin juga memiliki pengaruh, dengan osteosarkoma lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan. Tinggi badan juga menjadi faktor, di mana anak-anak yang memiliki tinggi di atas rata-rata untuk usianya mungkin memiliki risiko yang lebih besar, kembali menunjukkan korelasi dengan pertumbuhan tulang yang cepat. Sindrom Down juga disebut meningkatkan risiko osteosarkoma pada anak-anak dan remaja.

Beberapa sindrom genetik yang telah disebutkan sebelumnya, seperti Sindrom Li-Fraumeni, retinoblastoma herediter, sindrom Rothmund-Thomson, sindrom Bloom, sindrom Werner, dan anemia Diamond-Blackfan, juga meningkatkan risiko osteosarkoma. Mutasi pada gen p53 dan gen retinoblastoma (Rb) juga terkait erat dengan kondisi ini.

Kondisi tulang lain seperti Penyakit Paget pada tulang dan displasia fibrosa juga dapat menjadi pemicu. Infark tulang, yaitu kondisi di mana suplai darah ke jaringan tulang terputus, dapat menyebabkan kematian sel tulang sehat dan memicu pembentukan sel osteosarkoma kanker.

Kondrosarkoma: Pemicu Utama pada Dewasa Paruh Baya

Kondrosarkoma adalah jenis kanker tulang yang umumnya dimulai di tulang, namun terkadang juga dapat muncul di jaringan lunak di dekat tulang. Kanker ini memiliki profil risiko yang berbeda dibandingkan osteosarkoma.

Kanker ini paling sering menyerang orang dewasa paruh baya dan yang lebih tua, umumnya di atas usia 40 tahun. Sangat jarang ditemukan pada individu di bawah usia 20 tahun. Mirip dengan osteosarkoma, laki-laki memiliki risiko sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan untuk mengembangkan kondrosarkoma.

Beberapa penyakit tulang bawaan juga menjadi faktor risiko signifikan. Penyakit Ollier, di mana tumor jinak di tulang menyebabkan tulang yang terkena membengkak, memiliki kemungkinan sekitar 20-25% untuk berkembang menjadi kondrosarkoma. Demikian pula, Sindrom Maffucci, kombinasi enchondroma multipel dan angioma, juga memiliki risiko 20-25% untuk kondrosarkoma.

Enchondroma, sejenis tumor tulang jinak yang berasal dari tulang rawan, serta eksostosis herediter multipel (osteokondroma), yaitu pertumbuhan berlebih tulang rawan dan tulang di dekat lempeng pertumbuhan, juga meningkatkan risiko. Faktor genetik seperti mutasi pada gen EXT1, EXT2, IDH1, IDH2, dan INK4A telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kondrosarkoma.

Paparan radiasi ionisasi juga menjadi pemicu. Orang yang pernah menjalani pengobatan radiasi untuk jenis kanker lain memiliki peningkatan risiko untuk mengembangkan kondrosarkoma di kemudian hari.

Sarkoma Ewing: Mengenali Risiko pada Kelompok Usia Muda

Sarkoma Ewing adalah jenis kanker yang bermula sebagai pertumbuhan sel di tulang dan jaringan lunak di sekitar tulang. Kanker ini memiliki karakteristik risiko yang sangat spesifik pada kelompok usia tertentu.

Kanker ini paling umum terjadi pada anak-anak dan dewasa muda, khususnya antara usia 10 dan 20 tahun. Sarkoma Ewing jarang ditemukan pada anak-anak yang sangat kecil dan orang dewasa di atas 30 tahun.

Dalam hal jenis kelamin, sarkoma Ewing sedikit lebih sering menyerang laki-laki dibandingkan perempuan. Faktor keturunan atau ras juga menunjukkan pola tertentu, di mana kanker ini lebih sering terdiagnosis pada orang kulit putih (baik Hispanik maupun non-Hispanik) dibandingkan dengan populasi Asia-Amerika atau Afrika-Amerika.

Penyebab utama sarkoma Ewing adalah translokasi genetik spesifik, dengan fusi gen EWSR1-FLI1 sebagai yang paling umum. Perubahan kromosom ini tidak diwariskan dari orang tua, melainkan berkembang dalam satu sel setelah lahir karena alasan yang belum diketahui.

Penting untuk diingat bahwa sebagian besar individu yang mengembangkan kanker tulang tidak memiliki faktor risiko yang jelas, dan penyakit ini seringkali muncul tanpa penyebab yang diketahui.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading