Fimela.com, Jakarta - Rumah yang selalu terlihat rapi tidak selalu berarti pemiliknya menghabiskan waktu berjam-jam untuk membersihkan setiap sudut ruangan. Ada sejumlah kebiasaan kecil agar rumah selalu terlihat rapi yang justru lebih mudah dilakukan karena menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Kebiasaan tersebut dapat berupa mengembalikan barang setelah digunakan, mencuci piring sebelum beristirahat, hingga meluangkan beberapa menit untuk merapikan ruangan.
Rumah sering kali mulai terlihat berantakan bukan karena satu pekerjaan besar yang terabaikan, melainkan karena banyak pekerjaan kecil yang terus ditunda. Pakaian yang diletakkan di kursi, gelas yang tertinggal di meja, surat yang menumpuk di dekat pintu, atau mainan yang belum dikembalikan ke tempatnya lama-kelamaan membuat ruangan tampak penuh.
Karena itu, menjaga kerapian rumah dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Rutinitas yang realistis juga lebih mudah dipertahankan dibandingkan jadwal bersih-bersih yang terlalu berat. Beberapa kebiasaan berikut dapat diterapkan sesuai kondisi rumah dan rutinitas masing-masing, Selasa (11/8/2026).
Advertisement
Advertisement
1. Kembalikan Barang Setelah Digunakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565434/original/063978500_1777023083-merapikan_ruang_kecil.jpg)
Salah satu cara paling sederhana untuk menjaga rumah tetap rapi adalah langsung mengembalikan barang ke tempat semula setelah digunakan. Kebiasaan ini dikenal sebagai one-touch rule atau aturan satu sentuhan.
Dalam artikel The Spruce, Tessa Cooper menjelaskan bahwa prinsip tersebut membantu mengurangi kebutuhan untuk memindahkan barang berkali-kali. Barang yang sudah digunakan sebaiknya langsung dikembalikan ke tempat penyimpanannya, bukan diletakkan sementara di meja atau permukaan lain.
Misalnya, setelah menggunakan kosmetik, masukkan kembali ke laci. Setelah membaca buku, kembalikan ke rak. Surat yang sudah diperiksa dapat langsung dipilah, sedangkan jaket yang baru dilepas sebaiknya segera digantung.
Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi dampaknya cukup besar. Permukaan meja, nakas, meja makan, dan area dekat pintu tidak mudah dipenuhi barang-barang yang sebenarnya sudah selesai digunakan.
2. Jangan Menunda Mencuci Piring
Dapur merupakan salah satu area yang cepat terlihat berantakan ketika pekerjaan kecil ditunda. Piring, gelas, sendok, dan wajan yang menumpuk setelah makan dapat membuat dapur terasa jauh lebih kotor daripada kondisi sebenarnya.
The Spruce menyarankan untuk menangani piring setelah makan sebelum beralih ke aktivitas santai. Piring dapat dibilas dan dimasukkan ke mesin pencuci piring, sementara peralatan yang harus dicuci dengan tangan dapat segera dibersihkan.
Kebiasaan ini juga membuat pagi hari terasa lebih ringan. Alih-alih bangun dan langsung berhadapan dengan tumpukan piring semalam, dapur sudah berada dalam kondisi yang lebih siap digunakan.
Jika tidak memungkinkan mencuci seluruh peralatan sekaligus, setidaknya jangan biarkan sisa makanan mengering terlalu lama. Merendam peralatan tertentu juga dapat membuat proses mencuci berikutnya lebih mudah.
3. Luangkan 5 Menit untuk Merapikan Barang
Tidak semua pekerjaan rumah harus dilakukan dalam waktu panjang. Lima menit dapat digunakan untuk mengembalikan sejumlah barang ke tempatnya.
Misalnya, sebelum berpindah dari ruang keluarga ke kamar tidur, luangkan waktu sebentar untuk mengumpulkan gelas, remote, bantal, buku, atau benda lain yang tidak berada di tempat semestinya.
Konsep pekerjaan kecil seperti ini sejalan dengan pendekatan Southern Living, yang menekankan pentingnya memasukkan pekerjaan rumah sederhana dan mudah dilakukan ke dalam rutinitas harian. Pekerjaan yang membutuhkan waktu kurang dari lima menit dapat membantu mencegah kekacauan berkembang menjadi pekerjaan besar.
Kuncinya bukan pada lamanya waktu, melainkan konsistensi. Lima menit setiap hari jauh lebih mudah dilakukan daripada harus menghabiskan beberapa jam untuk membereskan rumah yang sudah terlanjur berantakan.
4. Biasakan Satu Kali Cucian Setiap Hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5355466/original/064566100_1758336338-pexels-karolina-grabowska-4959878.jpg)
Bagi rumah tangga yang menghasilkan banyak pakaian kotor, cucian dapat dengan cepat menjadi sumber kekacauan. Tumpukan pakaian kotor bercampur dengan pakaian bersih yang belum dilipat membuat kamar atau area laundry terlihat penuh.
Dalam The Spruce, Cooper menceritakan bahwa kebiasaan mencuci satu muatan pakaian setiap hari membuat tumpukan pakaian lebih mudah dikendalikan. Pekerjaan yang sebelumnya terasa berat karena dilakukan sekaligus dapat dibagi menjadi tugas kecil yang lebih ringan.
Kebiasaan tersebut tentu dapat disesuaikan dengan jumlah penghuni rumah. Tidak semua rumah perlu mencuci setiap hari. Prinsip yang lebih penting adalah menghindari penumpukan cucian hingga pekerjaan terasa terlalu besar untuk dimulai.
5. Rapikan Tempat Tidur pada Pagi Hari
Merapikan tempat tidur setelah bangun merupakan kebiasaan sederhana yang langsung mengubah tampilan kamar. Seprai yang dirapikan, selimut yang dilipat, dan bantal yang ditata membuat kamar terlihat lebih teratur meskipun pekerjaan bersih-bersih lainnya belum dilakukan.
Kebiasaan ini juga dapat dijadikan penanda bahwa rutinitas pagi telah dimulai. Setelah bangun, tubuh dan pikiran mendapatkan sinyal sederhana bahwa waktunya beralih dari istirahat menuju aktivitas.
Tidak perlu membuat tempat tidur dengan susunan yang terlalu rumit. Cukup rapikan seprai, tarik selimut, tata bantal, dan pastikan tidak ada pakaian atau barang lain yang berserakan di atas kasur.
6. Buat Area Khusus untuk Barang yang Sering Digunakan
Barang yang sering digunakan cenderung menjadi sumber kekacauan jika tidak memiliki tempat khusus. Kunci, dompet, tas, sepatu, surat, hingga perlengkapan kerja dapat berserakan di area yang sama ketika tidak ada sistem penyimpanan yang jelas.
Buatlah tempat khusus berdasarkan kebiasaan penghuni rumah. Misalnya, gunakan mangkuk kecil untuk kunci, gantungan dekat pintu untuk tas, dan keranjang untuk surat yang belum diperiksa.
Dengan demikian, merapikan rumah tidak selalu berarti menyembunyikan semua benda. Rumah justru akan lebih mudah dipertahankan kerapihannya ketika setiap barang memiliki "rumah" yang jelas.
Advertisement
7. Terapkan Zone Cleaning
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5233919/original/034537900_1748328617-pexels-cottonbro-4108715.jpg)
Ketika rumah sudah cukup berantakan, mencoba membersihkan seluruh ruangan sekaligus justru dapat membuat pekerjaan terasa melelahkan. Salah satu pendekatan yang dibahas The Spruce adalah zone cleaning, yaitu membersihkan rumah berdasarkan zona atau area tertentu.
Misalnya, fokus terlebih dahulu pada ruang keluarga. Kembalikan barang-barang ke tempatnya, rapikan permukaan meja, lalu bersihkan lantai. Setelah satu area selesai, barulah berpindah ke kamar atau dapur.
Cara lain adalah membagi zona berdasarkan hari. Senin dapat digunakan untuk ruang keluarga, Selasa untuk kamar tidur, Rabu untuk dapur, dan seterusnya. Jadwal tersebut tidak harus kaku karena dapat disesuaikan dengan aktivitas penghuni rumah.
8. Sediakan Waktu 15 Menit untuk Membereskan Rumah Bersama
Kerapian rumah tidak harus menjadi tanggung jawab satu orang. Jika rumah dihuni bersama keluarga, pekerjaan dapat dibagi agar lebih ringan.
Southern Living mencontohkan rutinitas 15-minute family pick-up session, yakni sesi singkat untuk berkeliling dari satu ruangan ke ruangan lain dan mengembalikan barang-barang yang tercecer ke tempatnya.
Metode ini dapat dilakukan menjelang malam setelah aktivitas utama selesai. Anak-anak dapat mengembalikan mainannya, orang dewasa merapikan ruang keluarga, sementara anggota keluarga lain menangani barang-barang yang tertinggal di area berbeda.
Waktu 15 menit terasa cukup singkat sehingga lebih mudah dijadikan rutinitas. Rumah tidak harus langsung sempurna, tetapi barang-barang yang berserakan dapat berkurang secara signifikan.
9. Tentukan Tanggung Jawab Setiap Anggota Rumah
Pekerjaan rumah terkadang tidak selesai bukan karena tidak ada yang mau mengerjakannya, tetapi karena semua orang mengira orang lain akan melakukannya.
Pengalaman yang ditulis Tessa Cooper di Southern Living menunjukkan bahwa rutinitas tertulis dapat membantu memperjelas tanggung jawab. Dalam rutinitas keluarganya, pekerjaan seperti mengosongkan mesin pencuci piring dan membuang sampah ditempatkan pada waktu tertentu sehingga tidak lagi bergantung pada siapa yang kebetulan menyadarinya lebih dulu.
Prinsip ini bisa diterapkan secara sederhana. Misalnya, satu orang bertanggung jawab membuang sampah pada malam hari, anggota lain merapikan ruang keluarga, sementara anak-anak bertugas menyimpan mainan.
Pembagian tersebut sebaiknya dibicarakan bersama dan dapat diubah jika ternyata tidak cocok dengan jadwal keluarga.
10. Buat Rutinitas Tertulis yang Fleksibel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300526/original/085387400_1784357814-13549268088892978777.jpeg)
Salah satu kebiasaan kecil agar rumah selalu terlihat rapi yang cukup efektif adalah membuat daftar rutinitas sederhana. Tidak perlu berupa jadwal panjang dengan banyak pekerjaan.
Daftar dapat dibagi menjadi rutinitas pagi, sore, dan malam. Rutinitas pagi misalnya merapikan tempat tidur dan mengosongkan mesin pencuci piring. Rutinitas malam dapat berisi mencuci piring, membuang sampah, merapikan ruang keluarga, dan memastikan barang-barang kembali ke tempatnya.
Menurut Southern Living, rutinitas tertulis membantu mengurangi beban untuk terus-menerus memutuskan kapan sebuah pekerjaan harus dilakukan. Rutinitas juga sebaiknya fleksibel karena kondisi setiap hari tidak selalu sama. Bahkan, penulis tersebut membuat beberapa versi rutinitas berdasarkan aktivitas dan kondisi yang berbeda.
Hal terpenting adalah tidak menjadikan rutinitas sebagai aturan yang membuat stres. Jika suatu hari ada pekerjaan mendadak, jadwal dapat disesuaikan. Ketika rutinitas ternyata tidak berjalan baik, daftar tersebut dapat dianggap sebagai sesuatu yang perlu diperbaiki, bukan sebagai kegagalan.
Kerapian Rumah Dibangun dari Kebiasaan, Bukan Kesempurnaan
Rumah yang rapi bukan berarti setiap sudut harus selalu berada dalam kondisi sempurna. Rumah tetap digunakan untuk makan, bekerja, beristirahat, bermain, dan berkumpul. Karena itu, sedikit barang yang berpindah tempat atau pekerjaan yang tertunda merupakan hal yang wajar.
Yang membuat perbedaan adalah bagaimana kekacauan kecil tersebut ditangani. Barang yang langsung dikembalikan, piring yang segera dicuci, cucian yang tidak dibiarkan menumpuk, serta rutinitas singkat untuk mengembalikan benda ke tempatnya dapat mencegah pekerjaan rumah berkembang menjadi tugas besar.
Pendekatan yang ditampilkan The Spruce dan Southern Living sama-sama menunjukkan bahwa rutinitas sederhana dan konsisten dapat membantu menjaga rumah tetap tertata. The Spruce menekankan praktik seperti one-touch rule, mencuci pakaian secara bertahap, membereskan piring, zone cleaning, serta sesi bersih-bersih dengan akuntabilitas. Sementara itu, Southern Living menunjukkan bagaimana rutinitas tertulis dan pembagian tanggung jawab dapat membuat pekerjaan rumah lebih terstruktur.
Pada akhirnya, kebiasaan kecil agar rumah selalu terlihat rapi tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Pilih dua atau tiga kebiasaan yang paling mudah dilakukan terlebih dahulu. Setelah mulai terbiasa, tambahkan kebiasaan lainnya secara bertahap. Dengan cara tersebut, kerapian rumah dapat menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, bukan pekerjaan besar yang hanya dilakukan ketika rumah sudah terlanjur berantakan.
Advertisement
Tanya Jawab Seputar Rumah Rapi
1. Bagaimana cara membuat rumah tetap rapi setiap hari?
Mulailah dengan kebiasaan sederhana seperti merapikan tempat tidur, mengembalikan barang setelah digunakan, mencuci piring setelah makan, dan menyediakan waktu beberapa menit untuk mengambil barang yang tercecer. Konsistensi lebih penting daripada melakukan banyak pekerjaan sekaligus.
2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merapikan rumah?
Tidak ada durasi yang wajib. Sesi lima sampai 15 menit dapat digunakan untuk mengembalikan barang ke tempatnya. Pekerjaan yang lebih besar dapat dibagi berdasarkan zona atau hari agar tidak terasa terlalu berat.
3. Apa penyebab rumah cepat terlihat berantakan?
Rumah dapat cepat terlihat berantakan ketika barang tidak segera dikembalikan ke tempatnya, pakaian dan piring dibiarkan menumpuk, serta tidak ada pembagian tanggung jawab yang jelas. Kebiasaan kecil yang terus ditunda akhirnya menjadi pekerjaan yang lebih besar.
4. Apakah seluruh anggota keluarga perlu ikut menjaga kerapian rumah?
Sebaiknya iya. Kerapian rumah akan lebih mudah dipertahankan jika setiap anggota keluarga memiliki tanggung jawab sesuai usia dan kemampuan. Pembagian pekerjaan juga dapat mencegah semua tugas menumpuk pada satu orang.
5. Apakah rumah harus dibersihkan setiap hari agar selalu rapi?
Tidak semua pekerjaan perlu dilakukan setiap hari. Beberapa tugas seperti menyapu, mengepel, mencuci pakaian, atau membersihkan kamar mandi dapat memiliki jadwal tersendiri. Sementara itu, kebiasaan kecil seperti mengembalikan barang, merapikan tempat tidur, dan membereskan piring dapat dilakukan setiap hari untuk mencegah kekacauan menumpuk.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317285/original/014570900_1786008256-6.jpg)
![Fimelahood Fit & Fun with Lifebuoy kali ini hadirkan keseruan pilates reformer core bersama Strong Pilates. [Foto: Fimela. dok]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/4V1n3xUTTzirFJJf-S_BLpSRY0I=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547872/original/010912700_1775474625-IMG_8173-01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320964/original/055693800_1786421761-ionela-mat-bZdasqV1Lug-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321024/original/060937100_1786424205-pexels-mikhail-nilov-6931780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320969/original/031454200_1786421983-Gemini_Generated_Image_azc964azc964azc9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299119/original/046779000_1784194204-IMG_1305.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4686810/original/057930900_1702575320-Ilustrasi_main_HP_sambil_tiduran__kangen__LDR__membaca_pesan.jpg)
![Perjalanan panjang di dalam mobil juga kerap membuat anak cepat merasa bosan atau suasana menjadi terlalu sunyi. Karena itu, memilih permainan yang tepat bisa menjadi kunci agar road trip tetap seru dan menyenangkan untuk seluruh anggota keluarga. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/I06S8psEhvKoujosPxpjt2fx_2Q=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672603/original/047792900_1778485957-2151030899.jpg)
![Aktivitas seni mengasah kreativitas anak Anda. [Dok/Pexels.com/RDNE Stock project].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/sYRo04pdq3jyVEYK1TRLHwhCotw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6211232/original/000151300_1779089269-pexels-rdne-7605918.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260534/original/047578000_1781600279-pexels-silverkblack-23224898.jpg)
![Penting bagi orangtua untuk menciptakan pengalaman liburan sekolah yang lebih interaktif agar anak tetap antusias selama perjalanan.[Dok/freepik.com/bearfotos]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/GSPzTjjXeOt4Hp6uEmaK-AJcRQI=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5694836/original/038786000_1778572235-5189.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7756548/original/097066400_1780565583-pexels-pixabay-39691_2.jpg)
![Staycation yang dikemas secara kreatif akan memperkuat ikatan emosional bersama anak. [Dok/Pexels.com/Micah Eleazar].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/jfrAvSsGA_Vx6yc0_1deRA3GU5Y=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7737925/original/016472200_1780544463-pexels-micahways-10498601.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317739/original/021174400_1786068843-SukkhaCitta_Plaza_Indonesia_Opening_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261782/original/054643400_1750688856-portrait-woman-cooking-home-kitchen-holding-tomatoes-preparing-delicious-fresh-meal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5934075/original/055087900_1778831527-pexels-maksgelatin-4775196.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293366/original/017821600_1783695315-DSC09836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562566/original/083037000_1776832876-2148454494.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2972913/original/082767900_1574245378-josh-applegate-p_KJvKVsH14-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2944946/original/016947600_1571646509-thiago-cerqueira-Wr3HGvx_RSM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4038631/original/060126900_1653984049-humphrey-muleba-xy3iffqI4L0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5384323/original/033026900_1760768424-IMG-20251018-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521169/original/060978200_1772682613-young-woman-looking-concerned-class.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542533/original/032149900_1774946379-smiley-family-high-five.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321055/original/059736500_1786425649-Jepretan_Layar_2025-08-11_pukul_12.15.34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321012/original/036331400_1786423717-IMG-20260811-WA0043.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320991/original/042546300_1786422321-WhatsApp_Image_2026-08-11_at_11.24.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7608165/original/012297800_1780392985-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262134/original/070981200_1781772017-IMG_4358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320742/original/096695800_1786380115-col4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320734/original/028986600_1786377310-collage-1786376914222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321056/original/008051600_1786425660-prambananjazz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318876/original/068902100_1786168959-pretty-woman-yellow-sweater-white-held-magnifier-happy-positive-playful.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320958/original/037796200_1786420744-gisela_cindy-20260810-005-non_fotografer_kly.webp)